
RASIO.CO, Batam – BP Batam melalui Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, mengecam tindakan perusakan puluhan tanaman bugenvil yang terjadi di sejumlah titik di Kota Batam, Selasa (19/5).
Ariastuty menilai, aksi yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal tersebut merupakan bentuk vandalisme yang merugikan upaya pemerintah dalam menata dan memperindah kota. Sebelumnya, kejadian serupa juga terjadi pada ratusan tanaman jati emas yang mengalami kerusakan di beberapa lokasi.

“Kami sangat menyesalkan terjadinya perusakan terhadap tanaman bugenvil yang telah ditanam sebagai bagian dari upaya mempercantik Kota Batam. Tindakan seperti ini tidak dapat ditoleransi dan telah mencederai semangat kolektif di tengah komitmen pemerintah untuk menjadikan Batam sebagai kota modern yang estetik, hijau, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun para investor yang datang,” tegas Tuty, sapaan akrabnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 59 tanaman bugenvil mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 13 tanaman dilaporkan hilang diduga dibawa kabur, sementara sebagian lainnya ditemukan dalam kondisi tercabut dan dibuang di sekitar saluran parit.
Ariastuty menegaskan bahwa program penghijauan yang dijalankan pemerintah merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Program tersebut berada di bawah komando Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Ia menambahkan, tanaman hias seperti bugenvil tidak hanya berfungsi memperindah kota, tetapi juga menjadi bagian dari penataan ruang yang lebih tertib dan berkelanjutan.
BP Batam, lanjutnya, akan segera melakukan penanganan terhadap tanaman yang rusak serta memperkuat pengawasan di sejumlah titik guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun. Keindahan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga. Jika melihat tindakan yang merusak fasilitas umum, kami berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
YD

