RASIO.CO, Batam – Manajemen Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam) melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI pada Kamis (9/10).
Kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan kelembagaan antara RSBP Batam dan Kemenkes RI sekaligus memperoleh arahan strategis untuk pengembangan rumah sakit di masa mendatang.
Kunjungan dipimpin oleh Direktur RSBP Batam, dr. Tanto Budiharto, SpJP, yang bersama delegasi bertemu Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan sekaligus Plt. Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Rujukan, dr. Sunarto, M.Kes.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Dalam arah kebijakan Kemenkes, RSBP Batam diharapkan dapat bertransformasi menjadi Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU).
Transformasi ini memungkinkan RSBP Batam menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, serta pengembangan kompetensi tenaga kesehatan, baik bagi institusi pendidikan di Batam maupun jejaring rumah sakit di wilayah Kepulauan Riau.
“RSBP Batam memiliki potensi besar untuk menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama, bukan hanya sebagai sarana pendidikan bagi program studi di Batam, tetapi juga sebagai penyelenggara pelatihan dan pengembangan tenaga kesehatan. Langkah ini akan memberikan nilai tambah dan prestise bagi rumah sakit,” ujar dr. Sunarto, M.Kes.
Ia juga menekankan pentingnya peran RSBP Batam sebagai rumah sakit pengampu, bukan hanya diampu. Dengan posisi tersebut, RSBP dapat membantu rumah sakit tipe C dan D di wilayah Batam dan sekitarnya agar dapat meningkatkan kelasnya.
“Jika RSBP mampu menjadi rumah sakit pengampu, maka nilai kelembagaannya akan semakin kuat. Pemerintah pusat pun akan lebih mudah memberikan dukungan, termasuk bantuan peralatan medis dan fasilitas penunjang lainnya,” tambahnya.
Dalam upaya peningkatan layanan kesehatan, Kemenkes tengah mengimplementasikan program KJSU–KIA (Kanker, Jantung, Stroke, Urologi, dan Kesehatan Ibu dan Anak) sebagai bagian dari program strategis nasional.
Program ini bertujuan meningkatkan pemerataan dan kualitas layanan kesehatan prioritas di seluruh Indonesia.
Menanggapi arahan tersebut, dr. Tanto Budiharto, SpJP menyampaikan apresiasi atas dukungan dan masukan dari Kemenkes RI.
Menurutnya, RSBP Batam berkomitmen memperkuat layanan KJSU–KIA secara terpadu guna mendukung peningkatan kapasitas layanan kesehatan regional.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan arahan dari Kemenkes. RSBP Batam siap bertransformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan dan Pengampu serta memperkuat kapasitas layanan dan pendidikan untuk kemajuan sektor kesehatan di Batam,” ujarnya.
Ke depan, RSBP Batam akan menyusun roadmap pengembangan rumah sakit pendidikan, berkolaborasi dengan institusi akademik dan rumah sakit pengampu nasional yang telah ditunjuk oleh Kemenkes.
“Langkah ini akan menjadi pijakan strategis dalam mewujudkan RSBP Batam sebagai pusat layanan kesehatan dan pendidikan yang unggul di wilayah perbatasan,” terangnya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian sinergi RSBP Batam dengan Kemenkes RI selama pekan kedua Oktober 2025, yang juga meliputi audiensi dengan Wakil Menteri Kesehatan dan kunjungan ke RS Pelni Jakarta.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, RSBP Batam berkomitmen mewujudkan layanan kesehatan yang PRIMA – Profesional, Responsif, Inovatif, Mahir, dan Akurat.
Hadir mendampingi Direktur RSBP Batam, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Muhammad Yanto serta Wakil Direktur Keuangan dan Umum Evi Elfiana Bangun.
Redaksi@www.rasio.co//

