Sosialisasi dan Edukasi di Singkep, BI Perkenalkan Penggunaan Qris

0
671
Foto/BI saat menggelar sosialisasi dan edukasi di Kecamatan Singkep.

RASIO.CO, Lingga – Bank Indonesia (BI) melaksanakan sosialisasi dan edukasi di Kecamatan Singkep bertempat di Gedung Sanggar Praja Kecamatan Singkep, Rabu (2/10) .

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya nilai rupiah, dan bertransaksi yang aman menggunakan QRIS sebagai sistem pembayaran digital yang praktis.

Staf Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ersan menyampaikan, sosialisasi ini untuk memperkenalkan Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah serta penggunaan Qris, tidak hanya di Kabupaten Lingga. Tapi sudah disosialisasikan di beberapa daerah lainnya di Kepulauan Riau.

“Minggu ini kita memang mendatangi Kabupaten Lingga, untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi di beberapa kecamatan di Lingga,” kata Ersan ketika ditemui usai kegiatan.

Program edukasi cinta bangga paham rupiah ini, jelas Ersan, sudah dilakukan di seluruh Kepri, tujuannya mengingatkan masyarakat pentingnya untuk menjaga, merawat rupiah serta menerapkan rasa bangga akan rupiah, dan menerapkan paham akan bertransaksi, berhemat, berbelanja dengan rupiah.

“Kita juga memperkenalkan Qris, yang mana Qris pembayaran non tunai yang mungkin masih banyak yang belum tau kalau pembayaran itu bisa menggunakan Qris, karena di beberapa daerah seperti di Batam banyak yang menggunakan Qris,” ungkapnya.

Karena untuk Lingga, lanjut Ersan, saat ditanyakan memang sudah ada yang menggunakan Qris, tetapi ada juga yang masih ragu menggunakan Qris, padahal dengan menggunakan Qris itu lebih cepat, aman dan mudah dalam bertransaksi. Karena perlindungan konsumen sangat penting, agar terlindungi dari praktik penipuan dalam transaksi keuangan.

“Untuk tunai dan non tunai keduanya sangat penting digunakan, tergantung dengan kondisi di masyarakat, kalau yang berada di daerah pelosok yang kesulitan dengan masalah sinyal bisa menggunakan tunai,” tutupnya.

“Sementara bagi yang berada di perkotaan itu lebih mudah menggunakan non tunai, tergantung dari jaringan internet dan yang lainnya, tapi semuanya penting untuk digunakan saat ini, baik itu tunai maupun non tunai,” tambahnya.

Dari edukasi ini, diharapkan para peserta yang hadir dapat lebih memahami transaksi keuangan yang aman, serta pengetahuan tentang QRIS dan perlindungan konsumen dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam bertransaksi.

Puspan







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini