
RASIO.CO, Lingga – Untuk penilaian terhadap Dasa Wisma ber-Prilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS), yang akan ikut dalam lomba tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Lingga. bersama Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kabupaten Lingga, turun lansung ke lapangan. Rabu (8/2).
Sekretaris TP-PKK Kabupaten Lingga, Yunny Kamariah mengatakan, kegiatan hari ini dalam rangka penilaian dasa wisma yang ber-PHBS dan ini merupakan penilaian lapangan, sebelumnya telah melakukan verifikasi secara administrasi tentang program dan yang lainnya.
Masing-masing dasa wisma, jelas Yunny, sudah memaparkan inovasi-inovasi di dasa wisma nya masing-masing, ada 3 perwakilan dasa wisma yang kami ambil dari Kecamatan Singkep, dan satu dasa wisma dari Kecamatan Singkep Barat, dari penilaian lapangan ini nantinya untuk menentukan pemenang, yang dilombakan mewakili kabupaten ke tingkat provinsi.
“Adapun 3 dasa wisma dari Kecamatan Singkep, yakni Dasa Wisma Mawar, Kelurahan Dabo Lama, Dasa Wisma Kamboja, Kelurahan Sungai Lumpur dan Dasa Wisma Melon, Desa Tanjung Harapan, dan satu dasa wisma dari Kecamatan Singkep Barat, yaitu Dasa Wisma Teratai, Desa Bukit Belah,” kata Yunny saat diwawacarai disela-sela kegiatan peninjauan dan penilaian Dasa Wisma Melon, Desa Tanjung Harapan.
Provinsi meminta, lanjut Yunny, dasa wisma yang ber-PHBS, memang kita memiliki banyak dasa wisma tapi rata-rata programnya bukan PHBS, kebanyakan dasa wisma tersebut programnya simpan pinjam dan arisan, ada juga dasa wisma meski ada tetapi tidak aktif, dan 4 dasa wisma yang kami pilih ini aktif dan terutama untuk 10 pilar nya sudah memenuhi.
“Siapa pun nanti yang terpilih sebagai pemenan, ada lagi hal-hal yang harus dilengkapi sebagai persyaratan untuk lomba di tingkat provinsi, karena saat ini selain melihat dilapangan juga melihat adminiatrasinya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes-PPKB Kabupaten Lingga, Desi Emiliasari menambahkan, ada pun promkes ikut turun bersama PKK Kabupaten Lingga, karena program PHBS itu adanya di promkes, dan promkes Provinsi Kepri bersama PKK dalam melaksanakannya dengan sasaran dasa wisma, penilaian sebenarnya dalam 10 indikator PHBS, semuanya yang di dasa wisma itu terlibat atau sudah memenuhi kretaria 10 indikator di PHBS.
Desi menyampaikan, intinya dari 10 indikator PHBS itu apa inovasinya, jadi ini sebenarnya bukan program yang dilaksanakan karena ada pertandingan, tapi memang program rumah tangga sehari-hari, dari 10 indikator tersebut salah satunya yang di inovasikan dasa wisma melon yakni, cuci tangan pakai sabun dan tidak merokok di dalam rumah.
“Untuk penilaian pemenang dasa wisma ber-PHBS ini dari provinsi, jadi kita tidak hanya melaksanakan kegitan saja, tapi ada administrasi yang harus dilengkapi,” papar Desi yang ikut turun mendampingi Sekretaris TP-PKK turun kelapangan.
Ditempat yang sama, Ketua TP-PKK Desa Tanjung Harapan, Fahrumiyati mengatakan, Desa Tanjung Harapan khususnya Dasa Wisma Melon, bukan karena ada perlombaan dan terpilih dari PKK Kabupaten dan Promkes di Dinkes-PPKB, namun sehari-hari itu memang sudah diterapkan, selain itu ditekankan kepada masyarakat disini harus mau merubah perilaku untuk ber PHBS.
Inovasi yang kami ambil cuci tangan pakai sabun di air mengalir dan merokok diluar rumah, bukan karena dipilih untuk mengikuti lomba, namun memang sudah mewujudkannya sedari dulu, dan ini bekenaan dengan pencegahan penyakit berbasis lingkungan, untuk itu, bukan hanya dari ibu-ibu saja, namun anak dan suami yang intinya anggota di dalam rumah sudah mewujudkan PHBS, setidaknya sudah ada usaha untuk itu dari dasa wisma melon.
“Apa pun nanti keputusan dari tim penilai, itu tidak menjadi masalah buat kami, kalau menang patut kita syukuri dan kalau kalah kedepannya mungkin ada yang harus di tingkatkan lagi,” tutupnya.
Puspan

