
RASIO.CO, Batam – Paskah perusakan dan penghilangan spanduk Isdianto-Suryani (INSANI) di berbagai titik di kota Batam, Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Kepri akan membuat laporan kepada pihak yang berwajib.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hanura Kepri Uba Ingan Sigalingging didampingi Sekretaris DPW PKS Kepri Bambang Dipoyono, Advocate A.F. Rambe dan tim pemenangan INSANI, di Kantor DPD Partai HANURA Geenland Batam Center, pada hari Senin (31/8).
Uba Ingan Sigalingging mengatakan, kami pengurus DPD Partai Hanura Kepri akan membuat laporan kepada pihak yang berwajib dan meminta agar melakukan penyelidikan atas perusakan dan penghilangan terhadap spanduk dan baliho tersebut.
“Partai Hanura secara resmi mengusung pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yaitu Isdianto-Suryani, sedangkan untuk di Kota Batam secara resmi mengusung Muhammad Rudi-Amsakar Achmad,” ujar Uba.
Sebagai partai usungan dan dukungan kita memasang spanduk dan baliho, jadi bukan atas nama pribadi. Setelah adanya pernyataan Muhammad Rudi keluar dimedia yang menyatakan keberatan dan penolakannya, dilapangan langsung terjadi pengrusakan dan penghilangan spanduk dan baliho yang kita sebar dibeberapa titik di Kota Batam.
“Tentunya pengrusakan dan penghilangan ini kami anggap suatu pelecehan dan juga ke tidak hormatan terhadap partai Hanura, tentu dalam hal ini kami sudah melaporkan ke DPP dan sesegera mungkin kami akan buat laporan ke pihak Polda Kepri,” ujarnya.
Kami tegaskan kembali ini kaitannya dengan partai jadi sikap ini bukan diambil secara pribadi oleh Ketua, Sekretaris atau perorangan yang ada dipengurusan DPD Partai Hanura maupun di pengurusan DPC.
Uba menjelaskan, kami tekankan bahwa instruksi Partai jelas dari DPP Hanura agar semua pengurus dan kader secara sungguh sungguh dan serius bertanggung jawab untuk memenangkan semua kader ataupun kandidat yang didukung dan diusung oleh partai Hanura.
“Disini kami menjalankan instruksi partai, karena ini menyangkut partai maka kami tidak perlu meminta izin kepada pihak lain karena ini kebijakan internal di dalam partai,” ucap Uba.
Uba menambahkan, ini adalah sebuah cara untuk bisa mensosialisasikan penyampaian kepada publik kandidat yang kami usung di Pilkada, ini tidak hanya di Batam didaerah lain juga, seperti di Karimun, Natuna dan Anambas.
“Jika Rudi merasa keberatan harus disampaikan secara resmi, kami kan mengusung secara resmi bukan diam-diam, jadi kalau ada keberatan sampaikanlah secara resmi. Seharusnya beliau punya pemahaman etika berpolitik,” tegas Uba.
Kalau beliau keberatan sebagai Walikota Batam, Kepala BP Batam itu persoalan lain, sekarang beliau keberatan atas nama apa supaya publik tau menyikapi hal tersebut, tutup Uba.
Sementara itu, Sekretaris DPW PKS Kepri Bambang Dipoyono menambahkan, terkait pencopotan baliho dan spanduk oleh oknum yang tidak bertanggung jawab kami tentunya dari sisi partai PKS dan Hanura tidak mengapresiasi tindakan seperti itu, karena tidak sehat.
Kami juga mendapat pesan melalui WA dan telpon dari Ketua DPW dan DPD Partai Nasdem Kota Batam, bahwa untuk spanduk dan baliho Rudi-Amsakar (Ramah) tidak perlu dikombinasikan dengan Isdianto-Suryani (INSANI).
“Kita berkompetisi harus menjunjung prinsip yang jujur, artinya kita berkompetisi boleh saja tapi jangan saling menjatuhkan partai lain,” ujar Bambang.
“Terkait mau memisahkan atau mempertahankan koalisi, kami akan melihat situasi perkembangan kedepan, kita belum bisa menentukan secara pasti, tapi respon kita tidak mengapresiasi hal seperti itu,” jelas Bambang.
Kami mengajak kepada semua teman Nasdem untuk melihat ini secara proposional, karena hal seperti ini kita tidak memberikan edukasi yang baik kepada masyarakat, kalau pendekatan dilakukan dengan kekuasaan sama saja memberikan citra kepada semua masyarakat di Batam dan Kepri bahwa kehidupan demokrasi politik kita tidak sehat, tutupnya.
Yuyun

