Uji Kompetensi PPPK Putus Asa Atau Pengabdian

0
486

RASIO.CO, Lingga – Pelaksanaan Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Guru melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Dikti, yang baru saja dilaksanakan tersebut, dengan kebijakan untuk mengangkat guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.

Tentunya hal ini sangat diharapkan guru-guru honor yang sudah mengabdi di daerah khususnya Kabupaten Lingga, untuk dapat memperoleh predikat sebagai guru PPPK, di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga, Junaidi Adjam mengatakan, ini sangat beralasan mengingat sebagian besar dari guru-guru tersebut telah mengabdi lebih dari 10 tahun, dengan tempat tugas di daerah-daerah yang sangat terpencil, serta dipelosok negeri yang jauh dari jangkauan keramaian, aksesbilitas, jaringan telekomunikasi, listrik, transportasi dan lain sebagainya.

“Mereka adalah pahlawan yang patut untuk diperjuangkan hak-hak nya, sebagai manusia dan juga sebagai orang yang telah mencerdaskan anak-anak bangsa,” kata Junaidi Adjam kepada media ini melalui WhatsApp nya. Kamis (16/9).

Namun, jelas Junaidi, ketika mereka usai menghadapi Uji Kompetensi PPPK, sangat disayangkan hampir sebagian besar seleksi kompetensi, terutama bidang Teknis banyak diantara guru-guru tersebut, mengeluhkan hasil yang telah di capai tidak memuaskan, karena di bawah bobot nilai ambang batas, tapi di satu sisi nilai Manajemen, Sosial Kultural dan Wawancara, masih memberi harapan untuk bisa lolos sebagai guru PPPK.

“Kementrian Pendidikan, tentunya dapat mempertimbangkan seleksi kompetensi PPPK ini, memang di satu sisi menguji kompetensi guru dari segala aspek Pedagogi, Sosial, Kepribadian hingga Profesional,” terangnya.

Paradigma yang lebih utama, lanjut Junaudi, adalah pertimbangan dan pengabdian mereka, tidak saja focus umur diatas 35 tahun, tapi juga masa kerja dan tempat mereka mengabdi, kehidupan sosial, ekonomi, eksistensi serta komitmen mereka, yang begitu besar untuk dapat memberi sumbangsih terhadap bangsa.

“Sehingga mereka mampu bertahan, walau dengan penghasilan di bawah standar kehidupan, semoga saja ini menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Puspan







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini