RASIO.CO, Batam – Warga masyarakat yang tergabung dalam Forum Peduli Demokrasi Sei Jodoh mendesak Bawaslu Batam, kembali menindak lanjuti laporan money politic yang diduga dilakukan oleh oknum caleg DPRD Kota Batam, AA dari salah satu partai berkuasa di Batam.Senin(20/05).
Ironisnya, oknum caleg tersebut diduga menebarkan uang terhadap warga melalui Aparat Sipil Negara (ASN) untuk memenangkan dan oknum ASN tersebut diduga bertugas di Kelurahan Jodoh.
Perwakilan warga masyarakat Sei Jodoh, Ketua RT, Elisman Siboro mengatakan di kepriaktual.com, tadi pihaknya ke Bawaslu Kota Batam, untuk menindaklanjuti laporan, yang dilaporkanya sebelumnya.
“Tadi kami ke Bawaslu Kota Batam, mau mengantar bukti cek transferan caleg Asnawati Atiq. Namun, ternyata bukti cek itu tidak bisa diambil dari Bank. Menurut pihak Bank, harus ada rekomendasi dari Kepolisian dan Kejaksaan,” ujar Elisman Siboro saat di konfirmasi via telpon selulernya, Senin (20/5-2019).
Selain itu, kata Elisman Siboro, pihaknya juga mengantarkan surat pernyataan pencabut dukungan suara caleg DPRD Kota Batam, Asnawati Atiq.
“Terkait proses laporan kami. Bawaslu tadi menyampaikan, tunggu berita dari pihaknya. Namun walaupun begitu, kami tetap menanyakan laporan itu terus, hingga sampai ada titik terangnya. Dan jangan berhenti begitu aja,” tuturnya.
Kemudian, ketika ditanya terkait dana yang diterimanya dari oknum Lurah Sei Jodoh, UM. Elisman Siboro mengatakan, itu benar diterimanya, dan itu sudah dikembalikan oleh pihaknya.
“Bukti-bukti screen shoot percakapan di Whatshap (WA) itulah kami melaporkan caleg AA ke Bawaslu Kota Batam. Hal itu karena atas intimidasi dari caleg(red-AA) terhadap warga di kelurahan itu. Dan bukti itu udah kami serahkan,” kata Elisman Siboro kembali.
Sementara itu, Presidium Gerakan Aktifis Kepulauan Riau (GRAVIS), Belly Maswara mendesak agar penyelenggara pemilu segera mendiskualifikasi caleg AA yang terbukti diduga menyuap para pemilik suara.
Belly juga meminta aparat kepolisian agar memeriksa ASN yang terlibat membagi-bagikan uang kepada warga melalui Ketua RW dan Ketua RT.
“Sudah bukan rahasia lagi, penguasa ingin memenangkan caleg tertentu dengan cara kotor, yakni memerintahkan ASN turut terlibat dalam membagi-bagikan uang kepada pemilik suara,” kata Belly.
Gravis, kata Belly, akan melakukan aksi untuk menghentikan praktik-praktik yang menciderai demokrasi.
“Kami tidak ingin Batam sebagai kawasan paling terdepan yang berhadapan dengan Singapura dan Malaysia, tercoreng dengan catatan hitam demokrasi akibat praktik money politic. Apalagi pelaku utamanya adalah penguasa,” ujar Belly.(red/ka/di).
APRI@www.rasio.co //

