
RASIO.CO, Batam – White spot gigi merupakan bercak putih pada permukaan gigi yang dapat mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri. Kondisi ini juga bisa menjadi tanda awal kerusakan enamel sehingga perlu diatasi sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah gigi yang lebih serius.
White spot dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Bercak putih ini muncul akibat proses demineralisasi atau hilangnya mineral dari enamel gigi. Selain mengganggu estetika, white spot juga dapat menyebabkan gigi menjadi sensitif dan meningkatkan risiko gigi berlubang jika tidak segera ditangani.
Dikutip dari Alodokter, berikut beberapa penyebab white spot gigi yang umum terjadi:
1. Penumpukan plak gigi
Plak adalah lapisan lengket dari sisa makanan dan bakteri yang menempel di permukaan gigi. Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak akan terus menumpuk dan menghasilkan asam yang mengikis mineral pada enamel. Pengikisan ini dapat menimbulkan white spot. Plak kerap tidak disadari karena terlihat tipis atau kekuningan, dan bila dibiarkan dapat memicu gigi berlubang serta masalah gusi.
2. Kebiasaan menyikat gigi yang kurang tepat
Menyikat gigi secara asal menyebabkan beberapa area sulit terjangkau, sehingga sisa makanan dan plak menumpuk di bagian tertentu. Penumpukan tersebut lama-kelamaan mengikis enamel dan memicu munculnya white spot.
3. Sering konsumsi makanan atau minuman manis
Makanan dan minuman tinggi gula seperti permen, kue, dan minuman bersoda mempercepat hilangnya mineral enamel. Gula dan asam merangsang pertumbuhan bakteri penghasil asam sehingga gigi rentan mengalami demineralisasi dan memicu white spot.
4. Pemakaian kawat gigi (behel)
Pengguna behel membutuhkan perhatian ekstra terhadap kebersihan gigi. Braket dan kawat membuat area sekitar braket sulit dibersihkan, sehingga sisa makanan mudah terjebak dan membuat enamel lebih rentan terkena white spot. Jika kebersihan tidak dijaga, bercak putih biasanya muncul di sekitar braket setelah behel dilepas.
5. Fluorosis
Fluorosis terjadi akibat paparan fluoride berlebihan saat masa pertumbuhan gigi pada anak. Meski fluoride bermanfaat, kadar berlebih dapat memunculkan bercak putih atau garis coklat pada permukaan gigi. Kondisi ini muncul jika anak sering menelan pasta gigi, mengonsumsi air dengan fluoride tinggi, atau mendapat suplementasi tanpa anjuran dokter.
6. Kurangnya mineral
Enamel gigi membutuhkan mineral seperti kalsium dan fosfat agar tetap kuat. Kekurangan mineral membuat enamel melemah dan rentan mengalami white spot. Kondisi ini dapat terjadi akibat pola makan tidak seimbang atau gangguan penyerapan nutrisi.
Langkah Penanganan White Spot Gigi
White spot sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi karena penyebabnya beragam dan membutuhkan penanganan sesuai kondisi masing-masing pasien. Dokter dapat menentukan perawatan paling efektif melalui pemeriksaan langsung.
Beberapa tindakan yang umum dilakukan dokter gigi antara lain:
- Mengoleskan gel fluoride atau varnish untuk membantu mengembalikan kekuatan dan mineral gigi.
- Memberikan bahan perbaikan enamel yang mengandung kalsium atau fosfat.
- Melakukan mikroabrasi untuk menghilangkan lapisan enamel yang terkena bercak putih.
- Menambal gigi dengan bahan komposit agar warna gigi lebih merata.
- Memasang veneer jika bercak putih cukup banyak dan tidak hilang dengan perawatan lain.
Untuk mencegah white spot bertambah parah atau muncul kembali, berikut beberapa hal yang perlu dilakukan:
- Menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride.
- Menggunakan benang gigi setiap hari, terutama bagi pengguna behel.
- Mengurangi konsumsi makanan dan minuman tinggi gula atau asam.
- Memastikan asupan mineral penting seperti kalsium dan fosfat melalui pola makan bergizi.
- Rutin memeriksakan gigi ke dokter untuk deteksi dini dan penanganan lebih cepat.
YD


