10 Manfaat Minyak Ikan, Jantung Sehat hingga Cegah Alzheimer

0
410
(Foto/Ist)

RASIO.CO, Jakarta – Minyak ikan dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama untuk menjaga fungsi otak dan jantung. Manfaat ini dapat diperoleh baik melalui konsumsi ikan secara langsung maupun melalui suplemen minyak ikan dalam bentuk kapsul atau sirop.

Mengutip Alodokter, minyak ikan mengandung omega-3 yang merupakan asam lemak esensial penting untuk menunjang kesehatan tubuh. Sejumlah jenis ikan yang kaya omega-3 antara lain tuna, salmon, tongkol, kerapu, kembung, dan makarel.

Dua jenis omega-3 utama dalam minyak ikan adalah eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), yang memiliki manfaat lebih besar dibandingkan alpha-linolenic acid (ALA) yang umumnya ditemukan pada sumber nabati.

Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan

Berkat kandungan omega-3 di dalamnya, minyak ikan juga dikenal dapat membantu meningkatkan nafsu makan. Berikut sejumlah manfaat lain dari konsumsi minyak ikan:

1. Memelihara Kesehatan Jantung

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak ikan dua kali seminggu dapat menurunkan risiko serangan jantung dan membantu mengontrol tekanan darah. Omega-3 juga terbukti menurunkan kadar trigliserida, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

2. Mencegah Penyumbatan Pembuluh Darah

Minyak ikan dapat membantu mencegah aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah dengan cara menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta meredakan peradangan.

3. Mengoptimalkan Kesehatan Ibu Hamil

EPA dan DHA dalam minyak ikan membantu menurunkan risiko preeklamsia, persalinan prematur, dan meningkatkan berat badan lahir bayi. Konsumsi omega-3 selama kehamilan dan menyusui juga dapat menurunkan risiko alergi makanan pada bayi.
Namun, ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi minyak ikan yang berasal dari hati ikan seperti cod liver oil karena kandungan retinol yang tinggi dapat membahayakan janin.

4. Mengurangi Gejala Depresi

Kadar omega-3 yang rendah sering ditemukan pada penderita depresi berat. Beberapa studi menunjukkan bahwa minyak ikan yang kaya EPA dapat membantu meredakan gejala depresi.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Omega-3 pada minyak ikan memiliki sifat antiradang yang bermanfaat untuk mencegah dan mengurangi jerawat. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi omega-3 dapat menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi.

6. Menjaga Kekuatan Tulang

Selain kalsium dan vitamin D, omega-3 juga membantu menjaga kesehatan tulang seiring bertambahnya usia. Kandungan ini berkontribusi dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.

7. Meringankan Gejala Radang Sendi

Penelitian menyebutkan bahwa omega-3 dapat membantu meringankan nyeri pada penderita osteoarthritis maupun rheumatoid arthritis. Pada rheumatoid arthritis, omega-3 dapat mengurangi kebutuhan penggunaan obat antiradang.

8. Mencegah Penyakit Mata

Kandungan DHA dan EPA dalam minyak ikan bermanfaat menurunkan risiko penyakit mata pada lansia, terutama degenerasi makula yang dapat mengganggu penglihatan.

9. Mengurangi Risiko Alzheimer

Penderita Alzheimer diketahui memiliki kadar DHA lebih rendah. Konsumsi minyak ikan yang mengandung DHA diyakini dapat membantu menjaga struktur sel otak dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

10. Memperkuat Imunitas Tubuh

Omega-3 dalam minyak ikan berpotensi meningkatkan sistem imun. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi rutin minyak ikan dapat membuat gejala Covid-19 menjadi lebih ringan, meskipun hal ini masih memerlukan penelitian lanjutan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Minyak Ikan

Meski kaya manfaat, minyak ikan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi dosis tinggi dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti:

  • meningkatkan risiko perdarahan (lebih dari 3 gram per hari)
  • memicu peningkatan gula darah
  • memengaruhi kerja obat pengencer darah
  • meningkatkan risiko stroke
  • menyebabkan diare, mual, ruam, atau mimisan

Itulah rangkuman manfaat minyak ikan beserta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya. Penggunaan suplemen tetap sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis, terutama bagi ibu hamil, penderita penyakit tertentu, atau pengguna obat rutin.

***

Print Friendly, PDF & Email





TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini