Transformasi Single Port Operator di Batu Ampar, BP Batam Perkuat Efisiensi Logistik

0
376

RASIO.CO, Batam – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam bersama PT Batam Terminal Petikemas (BTP) menggelar Sosialisasi Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar. Kegiatan berlangsung di AP Premier Hotel pada Kamis (20/11) lalu.

Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara TPK Batu Ampar menjadi langkah strategis yang memperkuat fondasi modernisasi pelabuhan serta mendorong peningkatan efisiensi logistik Batam di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi BP Batam dan BTP dalam meningkatkan pengelolaan operasional dan pengembangan Dermaga Utara.

Kehadiran Batu Ampar Container Terminal (BACT) melalui penandatanganan Perjanjian Operasi semakin memperkuat sinergi tersebut. Integrasi ini menghadirkan tata kelola terminal yang lebih terkoordinasi dan berfokus pada peningkatan kualitas layanan.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, dalam sambutan mewakili Kepala BP Batam, menegaskan bahwa transformasi ini telah dikaji secara komprehensif untuk menjawab perkembangan industri global. Saat ini, Pelabuhan Batu Ampar menangani sekitar 84% arus peti kemas Batam dengan volume mencapai 568.000 TEUs pada 2024. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan seiring meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan di Batam.

“Transformasi Single Port Operator ini kami siapkan sebagai langkah strategis untuk membawa Batu Ampar menjadi pelabuhan modern yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing. Dengan tata kelola yang selaras dan berbasis teknologi, kami ingin memastikan Batu Ampar siap menghadapi pertumbuhan industri dan menjadi hub logistik yang kuat di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Benny.

Dalam sosialisasi tersebut, BACT juga memaparkan penyelarasan Standard Operating Procedures (SOP) baru. Penyusunan SOP ini mencakup seluruh alur mulai dari pra-kedatangan hingga koordinasi operasi di lapangan. Tujuannya untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan konsisten sehingga seluruh stakeholder dapat merasakan peningkatan kualitas operasional secara langsung.

CEO BACT, Hsin Kai Huang, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung penerapan operasional terintegrasi ini.

“BACT berkomitmen penuh mendukung transformasi ini melalui layanan yang lebih terarah, lebih cepat, dan berstandar internasional. Dengan integrasi operasional bersama BTP, kami ingin memastikan setiap pemangku kepentingan merasakan peningkatan kualitas layanan secara nyata,” jelasnya.

Penekanan serupa disampaikan Direktur BTP, Capt. Basori Alwi, yang turut menutup rangkaian kegiatan.

“Transformasi ini hanya bisa berhasil bila kita melangkah bersama. BTP berkomitmen memberikan proses yang lebih sederhana, lebih jelas, dan lebih efisien bagi seluruh pengguna jasa. Pintu komunikasi kami selalu terbuka untuk memastikan perubahan ini menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi ekosistem pelabuhan,” ujarnya.

Saat ini, Dermaga Utara Batu Ampar telah didukung fasilitas modern, termasuk panjang dermaga 1.032 meter, kapasitas tahunan 900.000 TEUs, serta peralatan operasional seperti 5 unit quay crane, 12 unit rubber-tyred gantry crane, dan 10 unit electric terminal truck yang akan ditingkatkan menjadi 25 unit. Modernisasi ini menjadi langkah penting untuk mempercepat waktu sandar kapal, meningkatkan keandalan layanan, serta menurunkan biaya logistik.

Penerapan Single Port Operator di Batu Ampar diharapkan menjadi katalis peningkatan daya saing logistik Batam. Dengan struktur operasional yang lebih efisien dan terkoordinasi, Pelabuhan Batu Ampar semakin siap menarik investasi, mendorong arus perdagangan, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Batam di masa mendatang.

YD

Print Friendly, PDF & Email






TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini