Ansar Wacanakan Pawai Tatung Agenda Tahunan di Kepri

0
329

RASIO.CO, Batam – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad membuka secara langsung pelaksanaan Pawai Tatung Batam-Kepri 2022 di Nagoya, Batam. Minggu(13/11).

Kegiatan Pawai Tatung mengedepankan tema ‘Moderasi Beragama, Negara Makmur Rakyat Sejahtera’.

Di Kepri, kegiatan Pawai Tatung ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan.

Namun demikian antusias masyarakat yang hadir cukup ramai. Dan meskipun Pawai Tatung ini merupakan salah satu kegiatan ritual  keagamaan masyarakat Tionghoa, namun kegiatan ini cukup diminati oleh berbagai suku dan agama, sebagai ajang tontonan dan hiburan.

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad tampak disambut meriah oleh masyarakat Tionghoa serta masyarakat yang hadir dalam Kesempatan ini.

Terlebih ketika dalam sambutannya Ansar mengumumkan untuk mendukung agar kegiatan Pawai Tatung ini bisa menjadi agenda pariwisata Tahunan Kepulauan Riau.

Tidak hanya agenda pariwisata nasional, terlebih Gubernur berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda pariwisata internasional, sejajar dengan Tour d’ Bintan, Ironman, Triathlon dan sebagainya.

Setelah acara ini selesai, saya minta agar Dinas Pariwisata menggelar rapat dengan panitia. Diatur dengan baik agar kegiatan ini bisa menjadi agenda wiaata tahunan nasional, bahkan internasional yang ada di Kepri. Kedepannya, tampilannya juga agar lebih baik lagi,” ujar Ansar disambut riuhrendah tepukan tangan masyarakat yang hadir di jantung Kota Batam tersebut.

Ansar mengakui, tidak hanya sebagai ritual keagamaan, namun kegiatan ini cukup menghibur dan menjadi tontonan masyarakat.

“Saya tidak menyagka, ternyata kegiatan ini cukup spektakuler. Penonton dan peminatnya luar biasa,” ujar Ansar dengan suara lantang.

Ansar mengatakan bahwa Kepri berada diposisi yang sangat strategis, berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, dan bahkan telah menjadi pusat perdagangan dunia sejak turun-temurun.

Berbagai suku bangsa hadir berlalu lintas dilaut Kepri untuk melakukan kegiatan perdagangan dan kemudian ada yang menetap di Kepri karena hubungan perkawinan dan sebagainya.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini