Ayah dan Anak Terdakwa Asusila di Ponpes Lingga Dituntut 12 Tahun Bui

0
Dua terdakwa kasus asusila terhadap santriwati di salah satu Ponpes Lingga dan terdakwa lainnya saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang yang berlokasi di Dabo Singkep, Rabu (3/7). (foto/ist)

RASIO.CO, Lingga – Pelaku tindak asusila terhadap santriwati di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dituntut 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dikutip TribunBatam, Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang tertutup di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungpinang, yang berlokasi di Dabo Singkep, Rabu (3/7) sore.

Kedua pelaku merupakan ayah dan anak atas nama Ru alias Ed (51) pendiri pesantren dan RS (22) selaku pengasuh.

Sidang yang berlangsung secara tertutup ini dimulai sejak sore hari pukul 17.00 WIB. Di luar ruang sidang, keluarga korban tampak setia menunggu.

Pelaku Ed tampak tersenyum dengan tawa kecil, saat dirinya turun dari mobil tahanan menuju ruang persidangan saat itu. Mimiknya pun menjadi sorotan warga, yang memandang hal itu tak lazim seperti tanpa penyesalan. Sementara anaknya RS terlihat dengan gaya rambut yang rapi, dengan tangan yang diborgol bersama terdakwa kasus lainnya.

JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Lingga, Andri Ghifary mengatakan, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan, dirangkum dan dikaji, sehingga disimpulkan kedua terdakwa dituntut 12 tahun.

“Kami merasa sudah sangat pantas kedua terdakwa dituntut 12 tahun penjara. Karena melihat dari fakta persidangan, maka dapat kami simpulkan segitu,” katanya saat diwawancarai.

Kedua terdakwa kasus pencabulan di Lingga ini dituntut pidana 12 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan.

Hakim Ketua Boy Silendra mengungkapkan, bahwa di persidangan selanjutnya, terdakwa bersama penasehat hukumnya diberi kesempatan untuk mengajukan pembelaan.

“Sidang dilanjutkan Minggu depan pada tanggal 10 Juli 2024,” kata Boy.

Dikatakannya, untuk sidang selanjutnya akan digelar secara online. Hakim berada di Tanjungpinang, sedangkan terdakwa dari lapas Dabo Singkep.

“Namun untuk sidang putusan, kita datang sesuai dengan keadaan. Kemungkinan bisa jadi online bisa jadi offline,” ujarnya.

***

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini