Bareskrim Ambil Alih Kasus Temuan Ekstasi Rp207 Miliar dari Insiden Tol Lampung

0
456
Bareskrim Polri mengambil alih kasus temuan 34 bungkus ekstasi senilai Rp207 miliar yang ditemukan dari insiden kecelakaan di Tol Lampung, pada Kamis (20/11). (Foto/CNN Indonesia)

RASIO.CO, Jakarta – Bareskrim Polri resmi mengambil alih penyelidikan kasus temuan 34 bungkus ekstasi senilai sekitar Rp207 miliar yang terungkap setelah insiden kecelakaan di ruas Tol Trans Sumatra, Lampung, pada Kamis (20/11).

Langkah tersebut diambil untuk mempercepat proses pengungkapan karena kasus ini diduga melibatkan jaringan narkoba lintas provinsi dengan jumlah peredaran yang besar.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengatakan pengambilalihan perkara dilakukan sejak Jumat (21/11). Menurutnya, skala peredaran barang bukti mencapai 207 ribu butir ekstasi sehingga diperlukan penanganan oleh satuan yang lebih tinggi untuk memastikan proses penyelidikan berjalan efektif.

“Karena perkara itu perlu percepatan penanganan perkara, sehingga diambil alih oleh satuan yang lebih tinggi untuk percepatan pengungkapan perkara karena diduga melibatkan jaringan lintas provinsi,” ujar Eko dikutip CNNIndonesia, Senin (24/11).

Ia menjelaskan estimasi nilai barang bukti ekstasi tersebut mencapai kurang lebih Rp207,5 miliar. Selain potensi kerugian negara dan ancaman terhadap keamanan masyarakat, jumlah ekstasi sebanyak itu disebut berpotensi menyelamatkan 207.529 jiwa apabila berhasil dicegah dari peredarannya.

Di sisi lain, Eko juga menanggapi temuan lencana logo Polri yang ditemukan penyidik dari dalam mobil pembawa ratusan ribu ekstasi tersebut. Ia menegaskan bahwa lencana itu tidak berkaitan dengan instansi kepolisian mana pun.

“Lencana tersebut merupakan souvenir yang bisa dibeli di mana saja, khususnya toko perlengkapan TNI/Polri, sehingga tidak mengindikasikan keterlibatan suatu instansi manapun,” jelasnya.

Kasus ini berawal dari kecelakaan mobil bernomor polisi D-1160-UN di KM 136 B, Lampung Tengah. Dalam rekaman video yang beredar, mobil tampak ringsek dan personel kepolisian, TNI, serta petugas tol terlihat mengamankan lokasi kejadian. Di sekitar kendaraan ditemukan tas-tas berisi ekstasi yang tercecer hingga ke badan jalan, dibungkus dalam plastik hitam.

Bareskrim Polri saat ini tengah mendalami jaringan pengiriman dan distribusi narkoba tersebut, termasuk pihak-pihak yang terlibat serta jalur peredarannya. Pemeriksaan lanjutan dan penelusuran aliran barang bukti terus dilakukan sebagai bagian dari upaya pemberantasan narkotika secara nasional.

***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini