BEI Catat 17 Perusahaan Luncurkan Obligasi Senilai Rp 22 Triliun

0
551

RASIO.CO, Batam-Bursa Efek Indonesia mencatatkan sedikitnya 17 perusahaan siap meluncurkan obligasi senilai Rp22 triliun pada semester pertama tahun ini.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengungkapkan, pada pekan sebelumnya hanya 11 perusahaan yang masuk dalam pipeline bursa terkait rencana penerbitan obligasi tersebut. Dia menyebut penerbitan obligasi terus bertambah. “Dalam proses ada 17 perusahaan yang akan menerbitkan obligasi. Ini cukup banyak, nilainya sekitar Rp22 triliun,” katanya, Selasa (21/3).

Untuk proses penerbitan obligasi, lanjutnya, perusahaan yang bersangkutan tidak harus melakukan mini expose apabila melakukan penawaran umum berkelanjutan (PUB). Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, nilai emisi obligasi dan penawaran umum berkelanjutan pada  semester I/2016 mencapai Rp55,9 triliun, yang diterbitkan oleh 39 perusahaan. Komposisi emisi obligasi dan penawaran umum berkelanjutan obligasi serta sukuk masing-masing senilai Rp6,94 triliun dan Rp48,96 triliun hingga paruh pertama 2016. Pada saat itu, sektor yang paling gencar menerbitkan emisi obligasi adalah keuangan, infrastruktur dan properti.

Pada semester I/2016, nilai obligasi yang dirilis sektor keuangan mencapai Rp44,08 triliun, infrastruktur, utility dan transportasi Rp3 triliun, serta properti & real estate Rp2,65  triliun. Samsul mengungkapkan, perusahaan yang telah mengajukan permintaan penerbitan obligasi hingga Selasa (21/3) pagi, masih didominasi oleh perusahaan keuangan, termasuk perbankan dan perusahaan yang tidak bisa memanfaatkan dana publik.

Hingga pekan lalu atau Selasa (14/3), PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefi ndo) telah mengantongi mandat pemeringkatan emisi surat utang korporasi senilai Rp74,8 triliun dari 36 perusahaan. Mandat tersebut terdiri dari PUB baru senilai Rp43,5 triliun, rencana realisasi PUB Rp3,81 triliun, obligasi Rp16,1 triliun, surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) Rp4,59 triliun, sukuk Rp5,8 triliun, dan sekuritisasi atau efek beragun aset (EBA) senilai Rp1 triliun.

Pefindo mencatat, sektor paling dominan saat penanganan mandat pemeringkatan obligasi adalah perbankan dan pembiayaan. Lembaga pemeringkat itu mencatat ada enam bank yang membidik dana Rp19,7 triliun dari emisi surat utang dan tujuh perusahaan pembiayaan yang mengincar dana hingga Rp6,11 triliun. Analis PT Recapital Securities Indonesia Kiswoyo Adi Joe mengungkapkan, penerbitan obligasi akan berhubungan dengan ekonomi domestik.

Menurutnya, bila ekonomimembaik, penerbitan obligasi akan meningkat. “Ekonomi lagi membaik, jadi obligasi bakal banyak.” I Made Adi Saputra, analis fi xedincome MNC Securities, menilai meskipun US treasury meningkat, yield obligasi pemerintah bertenor 10 tahun berpotensi turun. Menurutnya, peminat obligasi Indonesia tetap akan ramai walaupun spread antara US treasury dan yield obligasi bakal mengecil.

ALLE KATA @www.rasio.co       |       Sumber: Bisnis Indonesia







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini