
RASIO.CO, Batam – Satu pasien positif terinfeksi virus Covid-19 di Batam yang meninggal dunia bertambah satu lagi di RSUD Embung Fatimah.
JR yang merupakan Manager perusahaan PT BVM di Batam menghembuskan nafas terakhir di RSUD Embung Fatimah, pada hari Senin (30/3) sekira pukul 01.45 Wib dini hari.
Hal ini di benarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi saat dikonfirmasi pada Senin (30/3).
“Ya benar beliau menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 01.45 Wib dini hari,” ujar Didi.
“Setelah petang kemarin beliau mengalami gagal nafas dan di pasang ventilator, namun Tuhan berkata lain,” jelas Didi.
Rencananya jenazahnya pagi ini akan langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang.
Sebelumnya diberitakan bahwa JR ditetapkan sebagai pasien positif terinfeksi virus COVID-19 pada Senin (23/3) setelah melakukan perjalanan dari Jakarta ke Batam.
Pada hari Kamis (12/3) JR kembali ke Batam, sesampai dirumah memperbaiki plafond kamar mandi di lantai dasar rumahnya yang terkena bocoran saluran air dikamar mandi atas dan menghirup udara yang pengap serta berbau karena tidak menggunakan masker.
Pada hari jum’at (13/3) JR mengeluh tenggorokannya terasa gatal dan badan terasa kurang fit saat terkena sinar matahari setelah melaksanakan sholat jum’at.
Selanjutnya pada hari Sabtu (14/3) badannya mulai terasa demam tetapi tidak terlampau berat, dan malam harinya JR meminum obat penurun panas (sanmol) dan kemudian tidur hingga pagi hari.
Selanjutnya pada hari Senin (16/3) pagi JR badannya kembali terasa demam dan memeriksakan diri ke salah satu Rumah Sakit yang dekat dari rumahnya (dr Malik).
Dan selanjutnya pada hari selasa (17/3) pukul 16.00 Wib yang bersangkutan kembali berobat ke rumah sakit tersebut dan ditempatkan diruang isolasi UGD yang dilanjutkan dengan tindakan diagnostik foto rontgen dan pemeriksaan laboratorium.
Setelah itu diizinkan pulang kerumah dengan diberikan obat sanmol tambahan.
Pada hari Rabu (18/3) kondisi yang bersangkutan belum juga membaik dan akhirnya dibawa kembali kerumah sakit sebelumnya yang kemudian dirawat pada ruang isolasi dan dilakukan pengambilan sample darah oleh Tim Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Batam.
Hal ini mengingat gejalanya yang timbul mengarah pada Pnemonia sehingga dimasukan dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan PDP Covid-19.
Dari hasil sample darah yang diterima pada hari Senin (23/3) dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehataan RI, melalui Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) dengan kesimpulan terkonfirmasi hasil POSITIF.
Saat ini sedang dilakukan proses kontak tracking terhadap semua orang yang telah kontak dengan yang bersangkutan dalam perjalanan dari Batam ke Jakarta hingga kembali ke Batam.
Yuyun@www.rasio.co //

