
RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu motor penggerak perekonomian daerah melalui pengembangan sejumlah destinasi strategis. Salah satu kawasan yang saat ini menjadi fokus pengembangan adalah Wilayah Penataan dan Pengembangan Prioritas New Nagoya.
Kawasan wisata baru ini dirancang dengan konsep walkable city, yaitu destinasi yang mengutamakan kenyamanan pejalan kaki melalui penataan jalur pedestrian, sistem parkir, serta manajemen lalu lintas yang terintegrasi. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang hidup sekaligus mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan kawasan New Nagoya mendapat dukungan dari Wakil Menteri Koperasi dan UMKM RI, Helvi Yuvi Moraza, saat melakukan kunjungan ke Jodoh Boulevard, Batam, pada Jumat (9/1). Selain difungsikan sebagai pusat perbelanjaan, kawasan ini juga dirancang untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan sejarah kehidupan masyarakat Batam di masa lalu, khususnya di wilayah Jodoh Boulevard dan sekitarnya.
“Kami berharap, upaya mengembalikan Jodoh sebagai pusat ikon wisata belanja di Kota Batam dapat segera terlaksana. Sehingga dengan konsep baru ini, juga akan terciptanya peran dari UMKM dalam pembangunan ekonomi Kota Batam,” ujarnya.
Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa pengembangan New Nagoya merupakan salah satu misi yang diusung Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra. Keduanya mendorong pengembangan pariwisata Batam berbasis kawasan ramah pejalan kaki.
Dalam perencanaannya, New Nagoya akan dilengkapi jalur pedestrian sepanjang kurang lebih 4,7 kilometer. Kawasan ini akan terintegrasi mulai dari Pelabuhan Harbour Bay sebagai pintu masuk utama wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia, hingga ke Nagoya City Walk, Grand Batam Mall, serta Jalan Taman Kota yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Pakuwon Mall.
Konsep tersebut bertujuan menghidupkan kembali kawasan Nagoya sebagai pusat aktivitas wisata, ekonomi, dan UMKM yang berorientasi pada kenyamanan pejalan kaki.
“Kita mulai dari Pelabuhan Harbourbay dengan harapan, kita bisa membawa wisatawan mancanegara dari Singapura dan Malaysia untuk menghidupkan kembali pariwisata dan berkelanjutan,” kata Mouris.
Ia menambahkan, momentum dua hari besar keagamaan yang akan datang, yakni Tahun Baru Imlek dan Idulfitri, diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menggerakkan perekonomian di kawasan wisata New Nagoya. Namun demikian, menjelang momen tersebut, diperlukan penataan yang lebih baik terhadap pelaku UMKM, khususnya yang berada di sepanjang Jodoh Boulevard.
“Jadi harapannya, kalau bisa ditata dengan rapi, akan ada semangat baru bagi perekonomian di wilayah sana. Toko-toko nantinya akan mulai berbenah, dan memikirkan usaha baru yang bisa terintegrasi antara satu sama yang lain,” tutupnya.
YD


