
RASIO.CO, Lingga (Advetorial) – Kunjungan Bupati Lingga Muhammad Nizar didampingi Maratusholiha yang juga merupakan Ketua Dekranasda ke Rumah Tenun Lingga, merupakan momen yang istimewa dan menjadi bukti bahwa pemerintah daerah sangat memperhatikan industri tenun sebagai bagian dari warisan budaya. pada Kamis, 30 November 2023.

Rumah Tenun Lingga telah diresmikan pada Peringatan Hari Jadi Kabupaten Lingga yang berlokasi di Komplek Istana Damnah Daik Lingga. Lokasinya sangat strategis karena berada di depan Kantor Dinas Kebudayaan Lingga.
Selama kunjungan tersebut, Bupati Nizar dan Maratusholiha tidak hanya sekedar melihat, namun turut serta dalam aktivitas pemintalan benang dan menenun kain tradisional, khususnya telepuk dan songket yang telah ada semenjak zaman kesultanan.

“Kunjungan ini menjadi momen spesial bagi pasangan suami istri tersebut untuk mengapresiasi proses pembuatan kain tradisional yang menjadi salah satu kekayaan budaya Lingga,” kata Bupati Lingga.
Bupati Nizar menekankan pentingnya pelestarian dan pengembangan industri tenun tradisional. Menenun bukanlah sekedar aktivitas untuk menghasilkan kain, tapi juga tentang melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan para penenun.


Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Kebudayaan telah memberikan dukungan dan bekerjasama dengan perajin tenun lokal untuk mempertahankan produksi tenun tradisional dan meningkatkan kualitasnya.
“Pelestarian industri tenun tradisional adalah hal yang sangat penting karena hal ini merupakan bagian dari warisan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Para penenun harus memprioritaskan kualitas dari hasil kerja mereka,” ungkap Bupati Lingga.
Selain itu, dukungan pemerintah dalam hal pengembangan ketrampilan dan promosi produk tenun tradisional juga sangat diperlukan untuk meningkatkan daya saing pasar.

Keberhasilan pelestarian dan pengembangan industri tenun tradisional di Kabupaten Lingga sangat bergantung pada kesadaran masyarakat akan nilai-nilai tradisional.
Penting untuk melestarikan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun, dan hal ini harus dimulai dari upaya dalam membangkitkan minat masyarakat dalam industri tenun.

“Kreativitas dan inovasi juga dibutuhkan dalam mengembangkan produk-produk tenun agar tetap relevan dan diminati.
Di akhir kunjungan, Maratusholiha Nizar menanam bunga melati di halaman Rumah Tenun Lingga sebagai simbol harapan dan dukungan untuk berkembangnya Rumah Tenun Lingga sebagai pusat kebudayaan dan ekonomi kreatif di Kabupaten Lingga.

“Diharapkan, keberhasilan Rumah Tenun Lingga dalam melestarikan kekayaan budaya akan memberikan pengaruh positif dalam meningkatkan perekonomian warga dan mengembangkan potensi-potensi daerah di Kabupaten Lingga,” kata Maratusholiha Nizar.
***

