Caleg DPR Devara Putri Bunuh Indriana, Jasad Dibawa Keliling 4 Hari

0
21
Caleg DPR RI Jadi Otak Pembunuhan, Devara Putri (KIRI) Suruh Pacar Bunuh Indriana Dewi (TENGAH), Tak Mau Diduakan. (foto/ist)

RASIO.CO, Jakarta – Indriana Dewi Eka Saputri (24) tewas dibunuh sepasang kekasih gara-gara terlibat cinta segitiga. Indriana dibunuh di Babakanmadang, Kabupaten Bogor, lalu jasadnya dibuang di Banjar, Jawa Barat.

Dikutip CNNIndonesia, Pembunuhan ini diotaki sejoli Devara Putri (DP) dan Didot Alfiansyah (DA). Mereka menyewa pembunuh bayaran Muhammad Reza (MR) untuk mengeksekusi korban. Devara Putri belakangan diketahui sebagai caleg DPR pada Pemilu 2024 yang kini maju bertarung di Dapil Jabar IX.

Korban dibunuh di Jalan Bukit Pelangi, Babakanmadang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (20/2) lalu. Jasad Indriana ditemukan terbungkus selimut di pinggir jurang, tepatnya di belakang Tugu Patung Gajah di Dusun Cilengkong RT 17 RW 9, Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, pada Minggu (25/2).




Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Surawan menjelaskan para pelaku sempat membawa jasad korban selama 4 hari berkeliling kota. Mereka berkeliling untuk mencari tempat membuang mayat Indriana.

“Dibawa oleh pelaku kurang lebih selama empat hari. Mereka ingin membuang mayat itu di tempat yang aman, sehingga dibawa keliling sampai dengan Cirebon dan Kuningan,” kata Surawan.

Mobil sempat mogok

Saat di Kuningan, kata Surawan, mobil mereka sempat mogok. Mereka kemudian menyewa towing membawa mobil tersebut ke Banjar.

“Di Kuningan mobilnya sempat mogok, sehingga kemudian di-towing sampai Banjar dan mobil ditaruh di sana di bengkel,” ujarnya.

Menurut Surawan, untuk menutupi kecurigaan, para pelaku mendudukkan korban di jok belakang mobil. Wajah korban ditutup dengan masker.

“Selama di mobil korban didudukkan di jok belakang ditutup dengan masker, kemudian seolah-olah dia tidur. Di tengah jalan korban didudukkan di jok belakang karena jok belakang bisa dihidupkan. Ketika di-towing mayat juga ada di dalam mobil,” katanya.

Surawan mengungkap alasan para tersangka memilih Bogor sebagai tempat eksekusi. Para tersangka menghindari CCTV agar jejaknya tidak terendus.

“Mereka sengaja menghindari CCTV dan sebagainya. Jadi cari tempat aman di sini (Bogor) untuk melakukan pembunuhan,” katanya.

***

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini