Cegah TPPO, Imigrasi Dabo Singkep Gelar Penyuluhan di Kelurahan Dabo

0
Foto/Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep saat menggelar penyuluhan tentang Pencegahan TPPO, Selasa (2/7) kemarin.

RASIO.CO, Lingga – Petugas Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Dabo Singkep, gelar acara penyuluhan tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). di Gedung Sapta Pesona, Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga. Selasa (2/7) kemarin.

Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada yang hadir mewakili warga masyarakat, mengenai bahaya perdagangan orang serta upaya untuk pencegahannya.

Lurah Dabo, Mardi Sastra dalam sambutannya mengungkapkan ini merupakan kegiatan lanjutan, karena dari pertemuan sebelumnya bahwa Kelurahan Dabo ditetapkan dan dipercaya sebagai salah satu kelurahan binaan dari imigrasi. Untuk kegiatan hari ini fokus pada TPPO, dimana banyaknya kasus mungkin dari pantauan imigrasi. Seperti yang diketahui bahwa imigrasi merupakan koordinator Tim Pora untuk memantau kegiatan TPPO ini.

“Dari 5 desa/kelurahan binaan imigrasi, Kelurahan Dabo salah satu yang dipercaya dan diamanahkan untuk dibawah binaan imigrasi,” kata Mardi Sastra.

Kepala Kantor Imigrasi Dabo Singkep, Yanto Ardianto melalui Kasubsi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Mario Harri Nataniel mengatakan, ada 5 titik di wilayah Dabo Singkep untuk penyuluhan tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Kakanwil memang memerintahkan untuk penyuluhan tentang TPPO karena semakin maraknya terkait TPPO ini. Jadi kami harus minimal bisa mengurangi serta ada kemajuan untuk tidak ada lagi TPPO terutama di wilayah Dabo Singkep,” terang Mario ketika ditemui usai kegiatan penyuluhan.

Ini merupakan yang kedua, jelas Mario, dalam melakukan penyuluhan TPPO, dari penyuluhan yang telah dilakukan banyak sekali warga yang bertanya tentang TPPO. dan di Dabo Singkep juga ada yang terlibat terkait dengan TPPO ini.

“Untuk itu, kami akan membuka seluas-luasnya pelaporan tentang TPPO, dan kami juga akan turun ke desa-desa untuk melakukan penyuluhan dan tidak hanya pada 5 titik itu saja, tapi semua wilayah Dabo Singkep kami akan turun,” ungkapnya.

Dari 2 titik tersebut, lanjut Mario, mungkin baru ada 10 orang asing dengan keperluan yang berbeda, seperti masalah perkawinan campuran yang mana suaminya warga negara vietnam, dan berwisata serta yang akan bekerja perusahaan yang akan dibuka di Dabo Singkep.

Pada saat pembuatan paspor, tambah Mario, imigrasi telah menempatkan orang-orang yang sudah ahli dalam bidangnya dan berpengalaman ketika wawancara. Karena telah diajarkan untuk melihat gerak mereka, sekhingga bisa diketahui untuk apa keperluannya membuat paspor, sehingga dari pemohon pembuatan paspor pasti ada yang ditolak atau ditangguhkan.

“Kita berharap masyarakat yang tidak tau menjadi tau dan lebih pintar untuk bisa menganalisa dan melihat, oknum-oknum yang akan merugikan warga sehingga tidak terjadinya TPPO,” tutupnya.

Puspan

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini