
RASIO.CO, Batam – Suasana malam di Dataran Engku Putri pada Selasa (2/12) dipenuhi lantunan doa yang mengalun syahdu untuk para korban bencana alam di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Ratusan warga Batam hadir dalam kegiatan bertajuk Doa Kebangsaan tersebut, membawa kepedulian dan solidaritas bagi sesama yang tengah mengalami musibah.
Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, jajaran Forkopimda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat turut hadir dalam kegiatan itu. Doa lintas agama dipimpin bergantian oleh para pemuka agama, menghadirkan suasana penuh persaudaraan dan kemanusiaan.
Amsakar dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga empati sebagai perekat bangsa. Menurutnya, kegiatan Doa Kebangsaan bukan sekadar seremoni, tetapi wujud nyata kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama.
“Melalui kegiatan malam ini, mudah-mudahan saudara-saudara kita di tiga provinsi yang sedang diuji merasa lebih tenang dan diberi kesabaran serta kekuatan oleh Allah SWT,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa solidaritas harus menjadi budaya masyarakat. Ketika terjadi musibah, masyarakat diharapkan hadir dan tidak membiarkan korban berdiri sendiri. Pemerintah Kota Batam juga telah menerbitkan Surat Edaran untuk memperluas gerakan kepedulian, termasuk membuka empat posko donasi dan rekening resmi bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Batam bersama Forkopimda menyepakati pemberian bantuan dana sebesar Rp2,5 miliar untuk masing-masing provinsi terdampak bencana. Selain bantuan pemerintah, masyarakat yang hadir juga turut memberikan donasi spontan yang terkumpul sebesar Rp21.596.000.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan tahap pertama dari Baznas Kota Batam kepada Pemerintah Kota Batam sebesar Rp128.735.000. Bantuan tersebut akan segera disalurkan kepada para korban di wilayah terdampak bencana.
YD

