Fakta Baru Kasus Hasya : Tergeletak 45 Menit, Ojol Telepon Ambulans

0
533
Kepolisian melakukan rekonstruksi ulang kecelakaan di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (2/2).

RASIO.CO, Jakarta – Ditlantas Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi ulang kasus kecelakaan yang menewaskan mahasiswa UI, Hasya Attalah Syahputra (HAS).

Rekonstruksi ulang digelar langsung di lokasi kecelakaan yakni di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (2/2). Pensiunan Polri AKBP Eko Setio Budi Wahono (ESBW) penabrak yang berakibat hilangnya nyawa HAS dan mobil pajeronya dihadirkan dalam rekonstruksi itu.

Dalam kasus ini sebelumnya polisi menetapkan HAS sebagai tersangka karena lalai berkendara yang membuat kehilangan nyawanya sendiri, sementara Eko tak bisa dijadikan tersangka karena berkendara di jalur yang benar.

Dikutip CNNIndonesia.com, berikut rangkuman sejumlah poin terkait pelaksanaan rekonstruksi ulang tersebut, sebagai berikut:

1. Purnawirawan Eko Hadir

Pensiunan Polri AKBP (Purn) Eko Setio Budi Wahono (ESBW) hadir dalam rekonstruksi ulang. Eko tampak menggunakan kaos berkerah abu-abu dan topi biru.

Dalam rekonstruksi ulang itu, Eko juga terlihat menggunakan name tag yang dikalungkan di lehernya bertuliskan ‘Pengendara R4’. Sementara itu, keluarga Hasya maupun pihak kuasa hukum juga diundang untuk hadir dalam kegiatan tersebut. Namun, mereka tak hadir.

2. Tubuh Hasya Terlindas Mobil Eko

Dalam rekonstruksi ulang ini, terungkap tubuh Hasya ternyata sempat terlindas mobil Mitsubishi Pajero yang dikemudikan Eko.

Momen ini terjadi saat motor Kawasaki Pulsar yang dikendarai Hasya oleng akibat mengerem guna menghindari kendaraan di depannya.

Motor yang dikendarai Hasya pun terjatuh ke kanan. Tak hanya kendaraannya, Hasya juga jatuh dan tergeletak di ruas jalan tersebut.

Setelahnya, diperlihatkan Eko berusaha menghindar dan mengerem. Namun, karena jarak yang dekat akhirnya terjadi benturan dan tubuh Hasya terlindas.

“Ke arah sini, pengendara motor terlindas,” kata penyidik saat rekonstruksi.

Kemudian, Eko menepikan kendaraannya ke sisi kiri dan turun. Eko lantas melihat korban, saat itu posisi Hasya tergeletak di dekat motornya. Selanjutnya ,Eko bersama warga di sekitar lokasi kemudian menggotong tubuh korban ke pinggir jalan.

3. Petugas Ambulans Beber Kondisi Hasya

Petugas ambulans mengungkapkan kondisi almarhum Hasya usai terlibat kecelakaan dengan Eko atau saat akan dipindahkan ke mobil ambulans.

Hal ini terungkap saat penyidik bertanya kepada petugas ambulans apakah dia mengetahui soal kondisi Hasya sebelum dipindahkan ke dalam mobil ambulans. Termasuk, apakah Hasya sudah dalam keadaan meninggal atau belum saat dievakuasi.

“Saya tidak bisa melihat kondisi meninggal atau tidak karena saya melihat matanya ke atas sudah putih. Sudah tidak ada gerakan sama sekali. Tidak ada napas,” kata petugas ambulans.

Penyidik juga bertanya apakah ada darah yang terlihat keluar dari tubuh Hasya. Namun, petugas ambulans menyebut tubuh Hasya dalam kondisi bersih.

“Tidak ada (darah). Bersih,” ucap dia.

4. Driver Ojol Telepon Mobil Ambulans

Agus, seorang driver ojek online mengungkapkan dirinyalah yang menelepon mobil ambulans untuk membawa Hasya ke rumah sakit.

Kata Agus, awalnya ia tak berada di lokasi saat kecelakaan terjadi. Ia dihubungi seseorang dan kemudian ke lokasi sekitar pukul 21.20 WIB.

“Yang terjadi di sini korban sudah di pinggir, dengan sama pak itu (ESBW) tadi sudah di situ. Saya segera telepon ambulans, ambulans segera meluncur kemari. Sampai di sini langsung saya angkat,” ucap Agus.

“Ambulans saya nelpon sekitar jam 21.20an sampe 21.25 dah. Eetelah itu datang, enggak lama, hampir 21.30. Saya bawa [bantu angkat jasad korban ke ambulans]. Itu tanda tangan pun saya, berkas yang ngurus saya,” sambungnya.

Agus turut mengungkapkan Eko ikut mengantar Hasya ke rumah sakit. Eko ke rumah sakit dengan mengendarai mobil pajeronya sendiri.

“Pak Eko masih ada di rumah sakit, saya pesenin kopi biar tenang,” ungkapnya.

5. Mobil Pajero Eko Berubah Warna Total

Mobil Mistubishi Pajero yang digunakan oleh Eko berubah warna. Saat kecelakaan pada 6 Oktober 2022 lalu, mobil tersebut berwarna hitam. Namun, saat proses rekonstruksi ulang dan kendaraan dihadirkan berubah warna total. Mobil berpelat nomor B-2447-RFS itu kini terlihat berwarna putih.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman menyebut Eko telah mengubah cat mobilnya. Kata Latif, Eko mengambil dan mengubah cat mobilnya setelah kasus kecelakaan dinyatakan dihentikan.

“Itu karena kemarin sudah SP3, kendaraan ini dikembalikan. Nanti motor juga akan kita kembalikan,” kata Latif.

Meski warnanya telah diubah, Latif menyebut pelat nomor yang digunakan masih sama. Yang berubah hanya warna mobil saja.

“Sehingga kemarin sudah diambil pemiliknya (Eko), itu (stiker) dilepas. Tapi nomor pelat sama semua, cuma warna saja,” ucap dia.

6. Hasya Sempat Tergeletak Selama 45 Menit

Dalam rekonstruksi ulang terungkap Hasya sempat tergeletak selama 45 menit usai terjatuh dan terlindas kendaraan yang dikemudikan Eko.

Saat proses rekonstruksi ini, diperlihatkan adegan saat tubuh Hasya dipindahkan ke pinggir jalan setelah terjadi kecelakaan.

“Saksi Saudara Eko menunjukkan letak Saudara Hasya setelah diangkat dari tengah jalan dan dipinggirkan ke tempat aman,” kata penyidik dalam proses rekonstruksi ulang.

Lalu adegan selanjutnya, saksi yang ada di lokasi lantas menelepon mobil ambulans untuk membawa Hasya ke rumah sakit.

“Kemudian 30 menit kemudian ambulans datang,” ucap penyidik.

Kata penyidik, setiba di lokasi, sopir mobil ambulans lantas mengecek kondisi korban. 15 menit berselang, barulah tubuh Hasya dibawa ke dalam mobil ambulans.

“Setelah sekitar 15 menit ambulans datang, akhirnya dikeluarkan (ranjang pasien) saksi menggotong korban,” ujar penyidik.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini