RASIO.CO, Lingga – Bupati Lingga, M Nizar menandatangani serah terima artepak, yang diduga cagar budaya berupa sebuah perahu bercadik khas Nusantara, dari tim Balai Arkeologi Sumatera Utara, bertempat di Museum Linggam Cahaya, Daik Lingga. Jum’at (3/9).
Bupati Lingga, Muhammad Nizar sangat mengapresiasi atas capaian ini, ditengah-tengah situasi pandemi ini, ada kabar baik yang bisa di raih oleh Dinas Kebudayaan, pemerintah daerah dalam hal ini tentunnya sangat mendukung atas upaya-upaya perlindungan Benda Cagar budaya.
Bupati Lingga mengatakan, penelitian ini tentunya tidak hanya sampai disini, Pemerintah daerah telah menyurati pihak balai penelitian, untuk melakukan observasi terhadap benda yang diduga cagar budaya di dua lokasi yakni, perairan Desa Suak Buaya, Kecamatan Kepulauan Posek, dan diperairan Desa Batu Belubang, Kecamatan Bakung Serumpun, dari 3-12 September 2021 mendatang.
“Terimakasih atas kerjasamanya, selain di Papua juga di temui di daerah kita, sampan/jelo yang sudah kita terima dari Balai Arkeologi Sumatera Utara, dan kami juga membuka diri atas tawaran MoU, untuk perlindungan cagar budaya,” kata Nizar saat penyerahan Artepak Sampan/Jelo di Museum Linggam Cahaya.
Ditempat yang sama, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Azmi menyampaikan, kronologis penemuan perahu/jelo ini cukup panjang dan terhitung sejak tahun 2007, Disbud telah mendapatkan kabar keberadaan benda yang diduga cagar budaya ini.
“Pada 25 Agustus 2021, perahu/jelo ini dibawa menggunakan angkutan laut ke Museum Linggam Cahaya,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara, Dr Ketut Wiratyana menyampaikan, selain serah terima yang sudah terlaksana, pihaknya dari balai penelitian menawarkan dengan pemerintah daerah untuk melaksanakan MoU, dan meminta Bupati Lingga untuk hadir di Balai Arkeologi Medan, dan pihaknya berencana menjadi Kabupaten Lingga sebagai prioritas penelitian, karena keberadaan Lingga sangat kental dengan nilai sejarah dan kebudayaan.
“Kami berharap, pemerintah daerah bisa membuat perdana agar objek kepurbakalaan ini bisa aman dalam pelestariannya, kami berkomitmen harus ada setiap tahun peneliti kami penelitian disini, jadi tidak hanya dalam bentuk tesis tapi disertasi,” tutupnya.
Penandatanganan serah terima artepak tersebut turut dihadiri, Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Ahmad Nashiruddin, Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy, Plt Kepala Dinas Kebudayaan, Azmi, Kepala Kesbangpol Lingga, Armia serta Kepala Balai Arkeologi Sumatera Utara, Dr Ketut Wiratyana.
Sebelumnya, Disbud Lingga bersama tim Balai Arkeologi Sumatera Utara, telah mengangkat artepak sebuah Perahu bercadik khas Nusantara, dengan panjang 12,55 meter dan lebarnya kurang lebih 1 meter tersebut, yang terbenam dipantai Pulau Sebangka, Kecamatan Senayang, Kabupaten Lingga.
Puspan

