

RASIO.CO, Batam – Perkembangan pariwisata di kota Batam pasca Pandemi sudah mulai membaik dan mengalami peningkatan yang luar biasa, hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Kadisbudpar) Pemko Batam, Ardiwinata kepada awak rasio.co dalam sesi wawancara, Sabtu (27/10) lalu.
Ardi menyampaikan bahwa angka kunjungan wisata ke Kota Batam menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) sampai bulan Agustus 2023 sudah mencapai 750 ribu wisatawan, sementara target yang dicanangkan untuk tahun 2023 adalah sebanyak 1,5 juta kunjungan wisatawan.
“Trend ini sangat luar biasa, walaupun masih jauh dari target yang dicanangkan,” ujarnya.
Namun Ardi menyampaikan masih terdapat kendala yang dikeluhkan oleh para agen wisata, seperti harga tiket, juga kurangnya kemudahan Visa On Arrival (VOA) bagi wisatawan di luar ASEAN,” ujarnya.
Kemudian Ardi menjelaskan bahwa, ada beberapa faktor yang membuat angka kunjungan wisata ini adalah cukup baik, yakni adanya event-event olah raga dan kesenian baik yang berskala nasional maupun internasional yang diadakan di Batam.

Selain itu infrastruktur yakni akses jalan yang cukup baik di Kota Batam, juga menjadi pertimbangan dan daya tarik wisatawan untuk datang. Perbaikan dan penambahan akses jalan, yang terus dilakukan oleh Walikota Batam, HM Rudi ini, juga menjadi salah satu faktor penting peningkatan kunjungan wisata di Kota Batam. Dimana akses jalan merupakan salah satu komponen penting dalam konsep 3A pengelolaan pariwisata, yakni atraksi, aksesibilitas dan amenitas
“Batam sudah memiliki ketiga kompone n ini dengan sangat baik” tegasnya.
Ardi menyampaikan bahwa baik pemerintah maupun stakeholder dan pelaku-pelaku usaha pariwisata yang ada di Batam terus membangun ameniti-ameniti baru seperti mal-mal dan lokasi destinasi wisata lainnya, dan inilah yang membuat wisatawan makin betah berlama-lama stay di Batam.
Keberadaan 242 Hotel Di kota Batam serta restoran-restoran untuk destinasi wisata kuliner telah memenuhi untuk konsep amenitas di kota Batam.
Selain itu, masih kata Ardi untuk atraksi pariwisata, telah dilaksanakan serta terus direncanakan oleh pemerintah yang berkolaborasi dengan Event organizer dan paguyuban daerah yang ada di Batam.
“Sudah 247 kegiatan atraksi yang diadakan dalam tahun ini menjadi daya tarik wisata,” ujarnya.
Dalam sisa waktu 3 bulan kedepan ini, masih ada sisa-sisa event-event yang berskala nasional yang akan diadakan, seperti Jambore Sepeda Lipat Nasional, juga rencana kegiatan Rakernas-Rakernas, yang mana hal itu diharapkan mampu lebih menaikan lagi angka kunjungan wisata ke Kota Batam
Kemudian terkait dengan isu-isu lokal, nasional dan Internasional, yang terjadi akhir-akhir ini, Ardi menyampaikan tidak membawa pengaruhi negatif bagi tingkat kunjungan wisata ke kota Batam.
“Setiap daerah tentu ada isu-isu sosial yang terjadi, namun untuk kota Batam, walaupun ada isu sosial seperti masalah lahan dan lain-lain, tidak membawa pengaruh negatif di industri pariwisata, justru angka kunjungan wisata terus meningkat secara signifikan” pungkasnya.
(Rahyudo Lumaksono, rasio.co)
