RASIO.CO, Lingga – Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Maya Sari, S.Sos, M.IP menghadiri kegiatan Rembuk Stunting atau Pra-Musrenbang Tematik Stunting Kabupaten Lingga Tahun 2025. Bertempat di Ruang Rapat Utama BPPP/Barenlitbang Kabupaten Lingga. Senin (14/06/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Konvergensi dan Kearifan Lokal dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting di Kabupaten Lingga”. Menjadi bagian dari upaya strategis lintas sektor dalam percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Rembuk Stunting yang menghadirkan Guru Besar Biologi Terapan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Agus Salim, M.Si, dengan materi yang menggugah “Stunting dan Krisis Ekologis: Dampak Perubahan Lingkungan terhadap Kesehatan Anak Masyarakat Melayu Lingga”.

Rembuk Stunting kali ini tidak hanya berbicara soal gizi dan layanan kesehatan, tapi juga membuka wawasan baru tentang keterkaitan antara stunting dan krisis ekologis.
Prof. Agus Salim menjelaskan, bagaimana degradasi lingkungan seperti pencemaran air, rusaknya ekosistem pesisir, hingga menurunnya keanekaragaman hayati, secara tidak langsung mempengaruhi kualitas gizi anak-anak di daerah pesisir seperti Lingga.

“Anak-anak yang tumbuh di lingkungan tidak sehat akan lebih rentan mengalami stunting. Karena itu, penanganan stunting harus bersifat holistik melibatkan aspek gizi, sanitasi, edukasi, dan tentu saja, perlindungan lingkungan,” kata Prof. Agus Salim dalam paparannya.

Kegiatan Rembuk Stunting turut dihadiri Bupati Lingga, Muhammad Nizar, Ketua TP PKK Ibu Maratusholiha Nizar, Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, para kepala OPD se-Kabupaten Lingga.

Turut hadir Kepala Puskesmas se-Kabupaten Lingga, Wakil Ketua I BAZNAS beserta staf, Danramil 05 Lingga, Camat se-Kabupaten Lingga, para Lurah, TP-PKK tingkat Kecamatan dan Desa, serta para Kader Posyandu.




