RASIO.CO, Lingga – Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menjanjikan akan menawarkan potensi perikanan Lingga kepada para investor.
KKP meminta Pemerintah Kabupaten Lingga memberikan berbagai kemudahan kepada investor untuk berinvestasi. selain itu, KKP juga mengapresiasi terobosan yang dilakukan Pemkab Lingga, dalam hal pendirian Politeknik Lingga dan keberadaan mesin pengolahan pakan ikan.
“Permudahkan perizinan, jangan ada preman. Jangan ada pungli. Pak Bupati nya mendukung, DPRD mendukung. Insyallah para investor bakal melirik potensi perikanan yang ditawarkan,” kata Dirjen Perikanan Budidaya, KKP RI, TB Haeru Rahayu, dalam pertemuan dengan Bupati Lingga, Muhammad Nizar dan rombongan di Kantor KKP RI di Jakarta, melalui rilis yang diterima media. Kamis (28/10/2021).
TB Haeru menjelaskan, Pemkab Lingga dalam program dibidang perikanan, juga harus mengacu pada program nasional. ada tiga program terobosan KKP pada periode 2021-2024 yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan dan keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan nasional.
TB Haeru mengatakan, meliputi peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sumber daya alam perikanan tangkap untuk peningkatan kesejahteraan nelayan, pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, dan pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal.
“Kami pesan boleh pemerintah daerah menggarap sungguh-sungguh potensi perikanan, tapi jangan lupakan aspek ekologi. Itu yang harus dijaga,” terangnya.
Ada sejumlah target, lanjut TB Haeru, dalam perikanan budidaya 2024, salah satunya produksi udang. Pihaknya telah menyiapkan strategi peningkatan produksi budidaya udang hingga mencapai 2 juta ton pada tahun 2024. Saat ini produksi per tahunnya belum mencapai 1 juta ton. sejumlah daerah yang memiliki potensi untuk pengembangan budidaya udang, bisa menggesa agar target secara nasional bisa tercapai.
“Dalam database kami memang data-data tentang budidaya udang dan lainnya di Lingga belum terlihat. Kami yakin ada, namun mungkin skalanya belum besar,” paparnya.
Sementara itu, Bupati Lingga, Muhammad Nizar menyampaikan, dengan keterbatasan APBD Lingga, pihaknya harus pandai-pandai berkreasi untuk menjemput program atau anggaran ke pusat. harapannya anggaran dari APBN melalui kementerian bisa mengucur ke Lingga.
Nizar juga memaparkan, sejumlah potensi perikanan di Kabupaten Lingga, dengan harapan agar mendapatkan perhatian yang lebih dari KKP. Sebab Kabupaten Lingga katanya telah membuat terobosan, diantaranya membeli mesin pengolahan pakan ikan yang dioperasikan BUMD Kabupaten Lingga. yang mana dalam operasional mesin ini, pihak BUMD Lingga terkendala dana operasional. dua tahun ini alokasi anggaran banyak yang dialihkan ke penanganan Covid 19.
“Makanya kami rajin jemput bola dan kami datang ke KKP. Alhamdulillah kami diterima Dirjen Perikanan Budidaya dan tim. banyak pencerahan yang kami dapat. kami berharap KKP bisa membantu agar mesin yang dibeli ini tidak mangkrak,” tutupnya.
Selain Bupati Lingga, Muhammad Nizar dan mantan Bupati Lingga, Alias Wello, juga hadir dalam rombongan, Wakil Bupati Lingga, Neko Wesha Pawelloy, Staf Khusus Bupati Lingga, Ady Indra
Pawennari, Plt Kepala Barenlitbang Lingga, Nela dan Kabid Perencanaan, M Hanif.
Dirjen Perikanan Budidaya, TB Haeru Rahayu didampingi tiga direkturnya yang pernah bertugas di Balai Budidaya Laut Batam. yakni, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan, Tinggal Hermawan, Direktur Perbenihan, Nono Hartanto dan Direktur Produksi dan Usaha Budidaya, A Hari Wibowo.
Puspan


