Memperkuat Sinergi Lintas Sektor: Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga Susun Rencana Kerja 2025

1
2596
Foto/Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar saat memimpin rapat Rencana Kerja Tim Pembina Posyandu Tahun 2025.

RASIO.CO, Lingga – Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) kini tidak hanya menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama ibu dan anak, tetapi juga bertransformasi menjadi pusat edukasi dan pengembangan masyarakat secara menyeluruh. Hal ini menjadi sorotan utama dalam Rapat Lanjutan Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga yang digelar pada Senin, 2 Juni 2025, di Ruang Rapat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lingga.

Dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga, Maratusholiha Nizar, rapat ini membahas secara mendalam Rencana Kerja Tim Pembina Posyandu Tahun 2025.

Agenda penting ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Lingga, dr. Bukit T.R Gultom, Kepala Dinas PMD, Kepala Puskesmas Daik, serta sejumlah undangan dari berbagai unsur pemangku kepentingan.

Maratusholiha Nizar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan program Posyandu ke depan. Ia menyampaikan bahwa Posyandu harus menjadi ruang sinergis antara pelayanan kesehatan dan pendidikan, terutama bagi anak-anak usia dini dan balita

“Posyandu sekarang ini tidak lagi hanya membahas kesehatan, tapi hari ini sudah ada 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di mana salah satunya adalah pendidikan. Ke depan, akan ada Satuan PAUD Sejenis (SPS) yang diajar oleh Kader Posyandu, dan untuk tahap awal akan kita coba implementasikan di Desa Mentuda, Kecamatan Lingga,” jelasnya.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan generasi emas Indonesia melalui pendekatan multidisipliner sejak dini.

15 Program Strategis Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Lingga

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan Posyandu dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Lingga telah merancang 15 program prioritas dalam Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025.

Kepala Dinas Kesehatan PPKB, dr. Bukit T.R Gultom, dalam paparannya menyebutkan bahwa program-program tersebut menyasar seluruh siklus kehidupan masyarakat, mulai dari bayi, anak, remaja, hingga lansia. Adapun 15 program tersebut meliputi:

  • Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak: Fokus pada penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui pemeriksaan kehamilan, persalinan aman, dan perawatan pascapersalinan.
  • Pelayanan Kesehatan Remaja: Edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan dini, dan pembinaan mental remaja sehat.
  • Pelayanan Kesehatan Lansia: Pemantauan kesehatan rutin dan kegiatan sosial yang mendorong lansia tetap aktif dan sehat.
  • Pelayanan Imunisasi: Penyediaan imunisasi dasar lengkap serta imunisasi lanjutan untuk anak-anak.
  • Pemberian Vitamin A kepada Bayi dan Balita: Upaya preventif cegah kebutaan dan memperkuat imunitas anak.
  • Pelayanan Keluarga Berencana (KB): Penyuluhan dan penyediaan alat kontrasepsi sesuai pilihan dan kebutuhan pasangan usia subur.
  • Penyuluhan dan Konseling Kesehatan: Edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat dan pencegahan penyakit.
  • Pelatihan Kader Kesehatan: Peningkatan kapasitas kader Posyandu agar mampu menjalankan peran sebagai pendamping kesehatan masyarakat.
  • Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS): Kampanye cuci tangan, konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
  • Pengembangan Minat Remaja: Kegiatan positif untuk membentuk karakter remaja sehat dan produktif.
  • Pelaksanaan Kelas Ibu Balita: Wadah belajar bersama antar ibu tentang pengasuhan, gizi, dan stimulasi anak.
  • Pemantauan Tumbuh Kembang Balita dan Status Imunisasi: Pemeriksaan rutin tinggi badan, berat badan, serta jadwal imunisasi anak.
  • Pencegahan dan Penanggulangan Diare: Edukasi sanitasi dan penyediaan oralit untuk penanganan awal kasus diare.
  • Pelayanan untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ): Pemantauan dan pemberian layanan kesehatan jiwa di tingkat komunitas.
  • Penanggulangan TBC dan Penyakit Menular Lainnya: Deteksi dini, pengobatan teratur, dan pelacakan kontak untuk menekan penyebaran penyakit.

“Permasalahan kesehatan ini sebenarnya adalah tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah dan Dinas Kesehatan sudah melakukan edukasi serta intervensi, namun pada akhirnya keberhasilannya sangat bergantung pada peran aktif masyarakat,” ujar dr. Bukit.

Menuju Posyandu Sebagai Pusat Layanan Terintegrasi

Rapat lanjutan ini menandai babak baru dalam transformasi Posyandu sebagai pusat layanan terpadu yang tidak hanya menangani kesehatan, tetapi juga gizi, pendidikan, hingga perlindungan sosial.

Inisiatif untuk menghadirkan Satuan PAUD Sejenis (SPS) di bawah pengelolaan kader Posyandu menunjukkan keberanian Kabupaten Lingga dalam merintis model layanan yang komprehensif dan dekat dengan masyarakat.

Langkah ini dinilai strategis karena memanfaatkan jaringan Posyandu yang telah mengakar di desa-desa. Selain memperkuat fungsi Posyandu sebagai pusat edukasi keluarga, keberadaan SPS akan mengurangi disparitas akses pendidikan anak usia dini, khususnya di wilayah terpencil.

Kehadiran Kepala Dinas PMD dalam rapat ini turut memperkuat dukungan lintas sektor terhadap keberlanjutan program. Peran dinas terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga pihak kecamatan dan desa, diharapkan dapat membentuk ekosistem kerja yang kolaboratif.

Rapat kerja ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang penyatuan visi dan misi lintas sektor untuk membangun masyarakat yang sehat, cerdas, dan sejahtera. Para peserta menyampaikan berbagai masukan terkait implementasi program, penguatan kader, serta perlunya evaluasi berkala guna memastikan efektivitas intervensi.

Sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, Maratusholiha Nizar menyatakan komitmennya untuk terus mendorong inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Lingga mendapatkan akses terbaik dalam hal kesehatan, gizi, dan pendidikan. Itu sebabnya sinergi antara dinas, kecamatan, desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.

Dengan disusunnya Rencana Kerja Tim Pembina Posyandu Kabupaten Lingga Tahun 2025 yang mencakup pendekatan holistik terhadap kesehatan dan pendidikan anak, pemerintah daerah menunjukkan keseriusan dalam membangun fondasi generasi masa depan yang unggul. Kolaborasi antara kader, dinas terkait, dan masyarakat akan menjadi motor penggerak dalam menciptakan Lingga yang lebih sehat dan cerdas.

Puspan







1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini