
RASIO.CO,Batam – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta aparat penegak hukum agar menindak tegas para penyeludup beras diduga dilakukan pengusaha nakal yang terlibat dalam kasus seribu ton beras ilegal di karimun. Senin(19/01) kemarin.
Dalam kunjungan Inspeksi Mendadak(Sidak) di Beacukai Karimun, dalam konfrensi persnya, Mentan Amran meminta aparat penegak hukum agar menindak para “Penghianat Bangsa” diproses hukum yang telah menzolimi 115 juta petani di Indonesia.
” Ditangkap 1000 ton beras diduga seludupan dan kami minta pelaku-pelakunya ditindak tegas,”
“Ulah mereka ini akan memperngaruhi 115 juta petani di Indonesia disaat program swembada yang sudah di umumkan presiden ditingkat nasional dan di PBB,”
,”Jangan menganggu swasembada kita, ini namanya penghianat bangsa dimana.kita sudah surplus 3 juta lebih tapi masih menyelupkan 1000, serta 200 ton dan ini tidak benar,” katanya.
Selain itu, lanjutmya, paling menatik adalah dan perlu didalami adalah sumber berasnya yaitu Tanjungpinang yang notebene tidak punya sawah dan akan dikirim.ke palembang yang justru surplus 1,1 juta ton beras produksinya 3,3 juta ton.
“Ini tidak masuk akal, bisa kita duga ini seludupan, tapi nanti penyidik Mabes Polri,Satgas dibantu Polda dibekup TNI, Jaksa, ini akan dituntaskan, tidak bisa dibiarkan dan inilah yang dimaksut pak presiden “penghianat Bangsa,”
“Hanya gehara 2 atau 3 orang ini, dimana rasa kebersamaanya dan persatuan dan harus diusut sampai keakar-akarnya,” jelasnya.
Adi@www.rasio.co //

