
RASIO.CO, Batam – Minimnya kepedulian dinas setempat terhadap dunia pendidikan, terlihat tumpukan sampah dari berbagai warna warni menumpuk di luar pagar SMP Negeri 17 Punggur, kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam.
Hal tersebut menjadi perhatian dari Anggota DPRD Kepri, Wahyu Wahyudin saat mengunjungi sekolahan tersebut, pada Kamis (27/2).

Wahyu Wahyudin mengatakan,Tempat pembuangan sampah ini sudah ada sejak berdirinya SMP Negeri 17 pada tahun 2002, dan sampai sekarang belum ada perhatian dari Pemerintah Kota Batam khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.
“Ini sudah berapa belasan tahun, Pemerintah tidak ada yang perduli,” ungkapnya.
Selama ini anak-anak membuang sampah disini, dari pihak sekolahan sampah tersebut dibakar setiap sore.
Namun karena pembuangan sampah tepat berada di tepi hutan lindung maka pengelola sekolah memutuskan untuk tidak membakar lagi sampah tersebut karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Saya meminta kepada Walikota Batam melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk lebih perhatian dan perduli terhadap masalah sampah ini,” tegas Wahyu.
Kami berharap dari Pemerintah untuk memberikan Bak sampah di depan sekolahan, supaya sampah dari sekolahan bisa di letakin di Bak sampah tersebut kemudian di angkut.Pengangkutan minta free lah karena TPA kan dekat, tutupnya.
Sementara salah satu tokoh masyarakat, Taufik menambahkan SMP Negeri 17 ini adalah anggaran APBD Pemerintahan di tahun 2002 dan merupakan SMP Negeri pertama yang berdiri di Kabil.
“Setiap Musrenbang tahunan kita mengajukan Bak sampah kepada Pemerintah, namun tidak pernah ada,” ujarnya.
Saya prihatin kenapa Anggota DPRD Kota Batam tidak pernah memperhatikan sekolah ini. Sementara ini adalah lingkungan mereka, inilah yang saya sayangkan sekali.
Saya meminta kepada Pemerintah Kota Batam dan dinas terkait untuk memperhatikan sekolah ini, pasalnya semenjak berdirinya sekolah ini tidak pernah memiliki bak sampah.
Yuyun@www.rasio.co //

