
RASIO.CO, Batam – Maraknya Gelanggang Permainan (Gelper) yang diduga terindikasi perjudian di Kota Batam, kini menjadi sorotan Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi kepri.
Lihat juga: menjamurnya-judi-online-di-pubclub-batam/
Salah satunya Gelanggang Permainan (Gelper) Disney world yang berada di Lantai 3 MB2 Mall Botania.
Pasalnya selain diduga mengandung unsur perjudian, para pemain Gelper tersebut tidak hanya dari kaum laki-laki melainkan para ibu-ibu juga ikut bermain bersama anak-anaknya.
Menanggapi hal tersebut Ketua KPPAD Kepri, Erry Syahrial mengaku pemandangan tersebut sudah pernah dilihat sewaktu ia berkunjung bersama keluarga ke Disney World Mall MB2 Botania.
Lihat juga : dinas-pariwisata-akan-tinjau-ulang-perizinan-gelper-di-batam
“Ibu-ibu yang membawa anaknya bahkan ada juga ibu-ibu yang tengah menyusui anaknya sambil memainkan mesin tersebut, menurut saya pemandangan seperti itu tidak bagus dari sisi Perlindungan Anak,” tegas Erry saat dikonfirmasi, pada Jum’at (28/2).
Permainan ini bukan permainan yang sehat untuk dimainkan ibu-ibu atau anak-anak. Dimana kalau bicara mendukung pertumbuhan anak di mall-mall pun banyak permainan yang lain.
“Menurut informasi yang kami terima diduga Disney World juga melakukan penukaran berupa rokok yang selanjutnya dapat ditukar kembali dengan sejumlah uang,” ujarnya.
Lihat Juga : terindikasi-judi-gelper-menjamur-di-botania-batam
Erry menegaskan, terkait dengan Gelper yang seperti ini kita akan berikan rekomendasi kepada stakeholder Pemerintah Daerah atapun dinas terkait supaya ini menjadi pengawasan dan menjadi acuan.
“Dengan kondisi yang seperti ini kami meminta dinas terkait melakukan pengawasan, apabila tidak sesuai aturan maka harus ada teguran. Sementara waktu ini kita akan awasi terlebih dahulu dan apabila sudah jelas baru kita lakukan penindakan,” tegasnya.
Kami dari KPPAD Provinsi Kepri berharap jangan sampai permainan – permainan yang seperti itu dimainkan oleh anak, kita meminta kepada pengusaha Gelper tersebut agar lebih peduli sehingga tidak ada dampak negatif terhadap anak-anak, tutup Erry.
Yuyun@www.rasio.co //

