
RASIO.CO, Bintan – Para pelansir BBM Jenis bensin diduga berkeliaran mengunakan motor gede jenis Thunder di SPBU maupun agen APMP di Kawal, Kijang.Senin(17/02).
Ulah para pelansir tersebut, membuat warga kesulitan mendapatkan BBM jenis premium, pantauan awak media dilapangan, kendaraan motor dengan tengki gede bolak-balik lansir menghampiri salah satu AMPS di Kawal.
Ironisnya, Pengedara lainnya tidak dapat mengisi di SPBU di Batu 16 maupun di Tanjungpinang, tampaknya oknum pelansir tersebut tak hilang akal, mereka pindah ke APMS Kawal, mengisi BBM dengan bebas, bahkan pihak aparat pun seolah-olah tak menghiraukan ulah pelansir tersebut.
Padahal masyarakat saat ini masih sulit mencari premium disetiap SPBU, namun anehnya pelansir tersebut lalu lalang mengisi permium kemudian memindahkan ke jerigen yang sudah mereka siapkan.
Agung, salah satu pengendara yang sedang antri BBM mengatakan, setiap kali minyak masuk, tak lama kemudian para pelansir menggunakan motor Tunder dengan melancarkan aksinya yaitu bolak balok mengisi BBM.
Aktivitasnya itu, menurut dia, ada pembiaran dari pihak berwenang.
“Bensin sekarang ini sedang sulit didapat, kadang hitungan jam sudah habis, tolonglah aparat bertindak terhadap para pelansir BBM,” kata Agung
Dirinya pun berharap, penegak hukum maupun polsek setempat rutin melakukan patroli keamanan di setiap tempat pengisian bahan bakar. Sehingga kuota BBM yang disediakan untuk masyarakat Kawal dapat terpenuhi tanpa ada penyimpangan dari para oknum pelansir yang mencari keuntungan.
Padahal dalam UU migas, No 22 tahun 2001 pasal 55 menyatakan bahwa setiap orang yang menyalahgunakan pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang bersubsidi pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan dan denda paling tinggi Rp 60 miliar.
(jhon biro bintan)

