Pelatihan Pembuatan Tudung Manto Resmi di Tutup

0
389

RASIO.CO, Lingga – Pelatihan membuat Tudung Manto, yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lingga, bekerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lingga, hari ini resmi berakhir dan di tutup. Senin (21/3).

Kegiatan pelatihan membuat Tudung Manto tersebut, telah dilaksanakan selama 15 hari sejak tanggal 7-21 Maret 2022, di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga.

Mewakili Bupati Lingga, Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga, Azmi yang menutup secara resmi pelatihan membuat Tudung Manto menyampaikan, terima kasihnya kepada seluruh Ibu-ibu yang telah ikut berupaya melestarikan tudung manto, yang merupakan warisan budaya Kabupaten Lingga.

“Mari kita jadikan Tudung Manto ini, sesuatu yang sakral dan ternama dimata orang-orang luar, dan tetap menjadi kebanggaan kita masyarakat Bunda Tanah Melayu,” kata Azmi yang juga merupakan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Lingga, saat mentup pelatihan membuat Tudung Manto di Gedung LAM di Daik Lingga.

Ditempat yang sama, Plt. Kepala Disnakertrans Lingga, Sabirin mengucapkan terima kasih kepada Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Maratusholiha yang telah ikut berjibaku untuk menyukseskan penyelenggaraan kegiatan pelatihan pengerajin tudung manto ini.

Sabirin juga memberikan apresiasi pada senior, pelatih dan pengerajinan pemula. yang telah berupaya ingin tetap menghidupkan dan melestarikan warisan budaya Melayu Lingga.

“Terimakasih kami ucapkan kepada senior serta pelatih, yang telah membagikan ilmunya untuk membimbing pengrajin baru dan pembinaan serta meneruskan pelestarian tudung manto ini,” ungkap Sabirin dalam sambutannya di Gedung LAM Lingga di Daik Lingga.

Sabirin menjelaskan, tudung manto Lingga, tentunya memiliki ciri khas tersendiri dan sudah memiliki HAKI. untuk itu, hal inilah yang harus kita jaga bersama-sama.

“Dengan kita menjaga dan melestarikan salah satu nilai historis ini, kita semakin banyak mendapati pengakuan-pengakuan dari peminat tudung manto,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Lingga, Maratusholiha berpesan kepada pengerajin pemula, agar tetap semangat dan terus melatih diri untuk hasil yang lebih maksimal.

“Tetap semangat dan terus berlatih serta bangga, karena ini adalah bagian dari upaya dengan hasil karya sendiri, ini adalah upaya kita melestarikan warisan budaya Kabupaten Lingga, yang telah mendapatkan pengakuan resmi dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 2015,” paparnya.

Diharapkan, lanjut Maratusholiha, para pengrajin tetap eksis dibidang tersebut, serta betul-betul menekuni pembuatan Tudung Manto. saya ingin hasil yang telah buat, nantinya dapat dipamerkan di Sekretariat Dekranasda Kabupaten Lingga.

“Saya mengajak untuk mewariskan keterampilan Menekat Tudung Manto, dengan cara melakukan perekrutan generasi muda, demi melestarikan khazanah bangsa Melayu,” tutupnya.

Hadir pada kegiatan penutupan pelatihan membuat Tudung Manto, Plt. Kepala Disnakertrans Kabupaten Lingga, Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Kepala Disbud Kabupaten Lingga, Kepala Dinas Sosial, Staff Disperindagkop, Seketaris PKK Kabupaten Lingga, tokoh pengembang Tudung Manto, tokoh masyarakat dan tamu undangan.

Puspan







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini