
RASIO.CO, Batam – Terkait dengan rencana kunjungan Anies Baswedan Calon Presiden nomor urut 1 (Capres 01) ke Batam pada Jum’at (19/01) mendatang.
Tim Pemenangan Daerah (TPD) Anies Baswedan Muhaimin Iskandar (AMIN) Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan pengamanan maksimal untuk mengantisipasi agar kejadian diluar dugaan yang pernah dialami capres 01 ini di beberapa daerah waktu lalu, tidak terjadi di Batam.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris TPD AMIN Provinsi Kepri, Wahyu Wahyudin, pada awak rasio.co di sekretariat TPD AMIN, pada Selasa (16/01), Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan 500 sampai 1.000 personel keamanan untuk pengamanan Capres 01 tersebut. Hal tersebut untuk mengantisipasi segala hal diluar dugaan yang bisa terjadi, mengingat kedatangan Capres 01 ini tentu akan mengundang banyak animo masyarakat Batam dan Kepri untuk hadir melihat langsung.
“Para Relawan Capres 01 dan juga kader-kader dari 3 partai koalisi telah menyatakan siap untuk membantu pengamanan agenda kunjungan Pak Anies ke Batam, selain itu juga ada unsur Pemuda Pancasila dari berbagai ranting di Kota Batam juga telah menyatakan siap membantu” ujarnya.
Terkait agenda kunjungan Anies ke Batam, Wahyu menyampaikan bahwa kemungkinan akan ada sedikit perubahan karena terkait perijinan di 2 lokasi yang belum turun.
Yakni agenda Anies yang semula direncanakan akan mengunjungi pasar Tos 3000 akan dipindahkan ke Pasar SP Plaza, kemudian agenda Anies yang rencananya akan melakukan sholat jumat di Masjid Sultan Mahmud Riayat juga akan dialihkan ke Masjid Baitul A’mal di Marchelia Batam.
Namun untuk agenda acara puncak di MTC Nongsa tidak mengalami perubahan karena perijinan sudah lengkap.
“Kami masih terus akan upayakan ijin di kedua tempat tersebut bisa segera diperoleh, mengingat ini kan sekelas presiden, kami ingin kegiatan ini bisa tetap dilaksanakan di kedua tempat yang kami rencanakan tersebut,” lanjut Caleg DPRD Provinsi Kepri Partai PKS Dapil VI ini.
Kemudian terkait jumlah peserta yang akan mengikuti kegiatan ini Wahyu menyampaikan bahwa, pihaknya tetap akan mengacu pada PKPU, yang mana karena ini bukan merupakan kampanye terbuka, maka pihaknya hanya akan menghadirkan 2000 peserta.
“Kampanye terbuka baru bisa dilaksanakan tanggal 21 Januari keatas maka untuk kegiatan kali ini kita hadirkan peserta sesuai aturan PKPU, namun kami kami juga tidak bisa membatasi ketika animo masyarakat untuk hadir cukup besar, tentu ini diluar kemampuan kami,” pungkasnya.(RL)

