RASIO.CO, Batam – Lebih kurang 1.899 pekerja sektor pariwisata, perhotelan, HRD dan industri menerima sertifikat kompetensi peningkatan keahlian yang diselenggarakan Disnaker Batam.
Penyerahan sertifikasi kompetensi secara simbolis diserahkan langsung Walikota Batam Muhammad Rudi di hotel Vista Baloi. Rabu(18/10/2017).
Sertifikasi bidang pariwisata sebanyak 780 orang, bidang perhotelan 565 orang, bagian HRD 65 orang dan di bidang industry 339 orang dan industry (internasional) 150 orang.
Walikota Batam, M Rudi berharap adanya sertifikat kompetensi ini, pekerja dapat bekerja diluar negeri, namun harus juga diperkuat dengan menguasai bahasa inggris.
“Kuasai Bahasa Inggris dulu, dengan begitu bisa bersaing dan bekerja di luar negeri ditambah dengan kompetensi yang dimiliki,” katanya.
Selain itu, kata Rudi, kemajuan Batam juga berada ditangan pekerja, untuk itu pekerja diharapkan dapat menjaga batam selalu kondusif. dan juga pekerja jangan menyampaikan informasi tidak beanr di medsos, pasalnya berdampak juga terhadap kondisi Batam.
“Pikirkan kepentingan bersama, jangan hanya memikirkan kepentingan pribadi. Mari kita membangun Batam, jangan saling menyalahkan ,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker Trans) Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan untuk kegiatan sertifikat kompetensi tersebut menghabiskan anggaran kurang lebih Rp15 miliar.
Anggaran tersebut berasal dari pengurusan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) tahun 2017 yang berjumlah Rp23,8 miliar. Rencananya pada tahun 2018 mendatang akan dilatih sebanyak 2.400 pekerja.
“Semoga dengan diberikannya sertifikat kompetensi ini dapat mendorong dunia pariwisata di Kota Batam,” ujarnya.
Dalam laporannya, Rudi juga menginformasikan bahwa akan ada tiga perusahaan di kawasan industry Muka Kuning yang akan tutup. Begitu juga di kawasan industry Batu Ampar terdapat satu perusahaan yang akan tutup.
Diakuinya perusahaan tersebut sudah bertemu dengan Disnaker dan menurutnya Disnaker akan memfasilitasi antara perusahaan dengan buruh.
“Kita akan fasilitasi. Seperti PT Sanmina, kita sudah dua kali berunding dan kita akan fasilitasi sampai permasalahannya selesai,” tutupnya.
APRI@www.rasio.co
