Ribuan Personil TNI AL latihan Tempur di Perbatasan Laut China Selatan

0
736
Operasi mulai digelar dengan dilaksanakan upacara pelepasan pasukan yang dipimpin Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia dipelabuhan Batuampar. Sabtu(20/05/2017).

RASIO.CO, Batam – Lebih kurang 2.085 personil gabungan TNI Al dibawah Komando Armada Barat melakssanakan latihan tempur dilaut perbatasan China Selatan dengan sandi”Nine Dash Line”.

Operasi mulai digelar dengan dilaksanakan upacara pelepasan pasukan yang dipimpin Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia dipelabuhan Batuampar. Sabtu(20/05/2017).

“Latihan tempur ini terbesar diadakan Koarmabar dan sudah direncanakan dengan matang, dimana TNI AL siap amankan laut NKRI,” kata Pangarmabar Laksamana Muda TNI Aan Kurnia usai memimpin upacara pelepasan pasukan di Batuampar.



Kata Dia, Latihan Siaga Tempur Laut Koarmabar 2017 dilaksanakan mulai tanggal 18 Mei s.d 22 Mei 2017 di perairan Kepulauan Riau yang merupakan wilayah kerja Koarmabar (Batam, Tanjung Uban dan Laut Natuna).

Dimana pelaksanaannya akan dibagi menjadi 2 tahap yaitu Tahap Pangkalan/Harbour Phase yang meliputi kegiatan symposium tentang penerbangan, kesehatan dan operasi militer.

Berlanjut pelayanan kesehatan, olah raga persahabatan dan interaksi sosial yang dikemas dalam berbagai kegiatan, serta Tahap Laut/Sea Phase yang meliputi kegiatan latihan tempur dan manuver lapangan unsur/kapal di perairan Laut Natuna,” ujarnya.

Pangarmabar mengatakan, Dalam latihan kali ini TNI AL Koarmabar melibatkan 23 kapal perang berbagai jenis, 3 pesawat udara, 2 tim Komando Pasukan Katak Koarmabar, 2 Tim Penyelam Dislambair Koarmabar, Tim Puspenerbal, serta Tim Kesehatan.

Skenario latihan Koarmabar melaksanakan Operasi Siaga Tempur Laut dan Siaga Keamanan Laut. Laut China Selatan (LCS) merupakan daerah operasi yang mengalami kontijensi akibat gelar kekuatan lawan untuk mengklaim kepemilikan suatu wilayah yang disebut sebagai “Nine Dash Line”.

Kontijensi mengalami peningkatan karena intensitas pelanggaran wilayah semakin tinggi oleh pihak lawan. Sehingga Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk melaksanakan operasi tempur di wilayah yang sering dilanggar oleh kekuatan lawan untuk mengamankan wilayah NKRI.

Selanjutnya Panglima TNI perintahkan Pangarmabar selaku Pangkogaslagab (Panglima Komando Tugas Laut Gabungan) untuk melaksanakan operasi penghancuran kekuatan armada laut lawan dalam rangka menegakkan kedaulatan pada wilayah yang dilanggar kekuatan lawan.

“Usai latihan ini, juga akan digelar latihan gabungan seluruh unsur TNI lainnya,” pungkasnya.

APRI @www.rasio.co|

Print Friendly, PDF & Email


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini