Warga Rusak Pembangunan Gereja di Kabil, Mediasi Digelar Hari Ini

0
641
Gedung Gereja Utusan Pentakosta di Indonesia (GUPDI) yang ada di belakang Kaliban Trade Centre, Kabil Nongsa, Kota Batam Provinsi Kepri, dirusak sekelompok orang, Rabu (9/8/2023). (foto/ist)

RASIO.CO, Batam – Video sejumlah warga merusak bangunan yang hendak dijadikan gereja di Batam, viral di media sosial. Polisi menyebut kasus tersebut telah ditangani oleh Polda Kepri.

Dilansir detikcom, sebuah video berdurasi 2 menit 10 detik menunjukkan seorang perempuan merekam beberapa pria yang merusak bangunan gereja. Tampak beberapa pria menggunakan balok dan palu menjebol tembok bangunan yang sedang dalam tahap pembangunan itu. Pria tersebut menyebut pembangunan gereja tanpa izin.

Kapolsek Nongsa Kompol Fian Agung, Batam, mengatakan peristiwa dugaan perusakan bangunan yang akan dijadikan gereja itu terjadi pada Rabu (9/8). Saat ini polisi mengupayakan mediasi antara masyarakat dan pengurus gereja.

“Kejadiannya kemarin hari Rabu kemarin. Saat ini penanganan kedua pihak baik masyarakat dan pihak gereja kita upayakan pendekatan agar tidak meluas,” kata Fian saat dikonfirmasi pada Kamis (10/8).

Fian mengatakan pembangunan gereja di kawasan tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak tahun 2020. Menurutnya, warga yang mendatangi lokasi bangunan yang akan dibangun gereja tersebut untuk mempertanyakan izin bangunan yang rencananya akan dijadikan gereja.

“Gejolaknya pembangunan rumah ibadah ini sejak 2020. Nah kejadian kemarin itu efek dari warga yang mempertanyakan izin administrasi kepada pengelola bangunan yang akan dijadikan Gereja. Nah dugaan warga tidak puas karena pengelola tidak dapat menunjukkan administrasi. Itu terkait tanda tangan warga sekitar,” ujarnya.

Polisi akan menggelar mediasi di kasus perusakan bangunan yang akan dijadikan itu. Rencananya mediasi bersama warga itu akan dilaksanakan hari ini, Jumat (11/8).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Zahwani Pandra Arsyad menyebutkan upaya mediasi diambil untuk penyelesaian masalah dengan mengundang berbagai tokoh setempat.

“Mengundang sejumlah tokoh penting meliputi Toga, tokoh masyarakat, tokoh agama dari Kota Batam, serta perwakilan dari pihak Gereja GPUID Kota Batam, dan perangkat warga setempat,” kata Pandra, Kamis (10/8).

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini