
RASIO.CO, Batam – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran dua Kepala Keluarga (KK) terdampak pengembangan Rempang Eco-City ke rumah baru di Tanjung Banon, Selasa (15/7). Proses relokasi dilakukan secara bertahap dan humanis.
Dengan penambahan ini, total warga Rempang yang telah menempati hunian baru mencapai 125 KK atau 436 jiwa.
Kepala Biro Umum BP Batam, Mohamad Taofan, menegaskan bahwa seluruh proses berjalan dengan mengedepankan pendekatan komunikasi yang konstruktif dan kultural.
“Kami mengikuti arahan Kepala BP Batam, Bapak Amsakar Achmad, untuk selalu menjaga komunikasi yang baik dan pendekatan budaya dalam proses ini,” ujar Taofan.
Menurutnya, pergeseran ini merupakan bagian dari komitmen BP Batam dalam mendukung percepatan realisasi investasi strategis di kawasan Rempang, sekaligus memastikan hak-hak warga terpenuhi dengan baik.
“Kami berharap warga yang telah menempati hunian baru dapat segera beraktivitas dengan nyaman dan produktif,” imbuhnya.
Taofan juga menjelaskan bahwa pengerjaan 304 unit rumah baru di Tanjung Banon saat ini telah memasuki tahap penyelesaian (finishing), di mana 182 unit di antaranya berstatus siap huni. Ia berharap proyek Rempang Eco-City dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Batam, dengan proses yang berjalan transparan, adil, dan berdasarkan kesepakatan bersama.
“Mari kita semua berkolaborasi agar investasi ini bisa berjalan dengan lancar dan kondusif,” tutup Taofan.
Redaksi@www.rasio.co//

