
Batam – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam meresmikan kantor barunya di Komplek Costarica Niaga Blok A1 No 3, Batam Center. Adanya sekretariat ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk diskusi para jurnalis di Kota Batam.
Ketua AJI Batam, Selamet Widodo mengatakan, di kantor ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai tempat berkumpulnya para jurnalis untuk berdiskusi, bukan hanya tentang kerja-kerja jurnalistik tapi juga terkait dengan persoalan yang berkembang di masyarakat.
Widodo mengatakan sekretariat tentu menjadi bagian yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan keorganisasian. Walaupun sebenarnya organisasi dapat berjalan tanpa administrasi dan kesekretariatan, tapi untuk organisasi resmi tentu wajib memiliki kesekretariatan.
“Alhamdulillah hari ini AJI Batam resmi memiliki markas baru. Kita berharap ke depan kawan-kawan jurnalis bisa lebih kompak, dan terus meningkatkan kemampuannya dalam menjalankan tugas sebagai pemburu dan penyampai informasi,” katanya, Rabu (17/7).
AJI Batam, lanjut Widodo, juga membuka pintu dengan jurnalis-jurnalis dari organisasi wartawan lain di Batam atau dengan pihak-pihak lainnya untuk berdiskusi bersama. Karena itu ia berharap sekretariat baru AJI Batam ini benar-benar bisa menjadi tempat berkumpulnya para jurnalis untuk berekspresi, menulis dan menyampaikan gagasan-gagasannya.
Widdodo menegaskan, AJI Batam akan terus konsisten berada dalam barisan kelompok yang mendorong demokratisasi dan menentang otoritarianisme. Karena hal inilah yang membuahkan pengakuan dari elemen gerakan pro demokrasi di Indonesia, sehingga AJI dikenal sebagai pembela kebebasan pers dan berekspresi.
“Intinya, kita berharap keberadaan sekretariat AJI Batam, bisa memberikan manfaat bagi kita semua,” katanya.
Selain itu, AJI Batam kata dia juga akan terus berkomitmen untuk memerangi hoax atau berita bohong. Salah satunya dalam waktu dekat ini AJI Batam akan menyelenggarakan kegiatan pada tanggal 26-28 Juli 2019 bekerjasama dengan Google. Tujuannya untuk mendeteksi berita-berita bohong yang dampaknya sangat berbahaya bagi masyarakat.
“Hal ini juga bersamaan dengan semangat kami, dimana AJI Indonesia akan memperingati hari lahirnya ke-25 tahun,” katanya.
***
