
RASIO.CO, Batam – Peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-196 pada Kamis pagi (18/12) menjadi perhatian ribuan warga yang memadati Dataran Engku Putri, Batam Center. Sorotan utama tertuju pada aksi dua pesawat tempur F-16 milik TNI Angkatan Udara yang terbang melintas rendah di langit Batam, menampilkan manuver menyerupai pertempuran udara.
Deru mesin jet tempur yang menggelegar sempat mengejutkan warga, namun justru berubah menjadi tontonan yang mengundang decak kagum. Atraksi tersebut menjadi bagian dari Batam Solidarity Air Show 2025 Flying For Sumatera, sebuah kegiatan kolaborasi antara Lanud Hang Nadim dan Pemerintah Kota Batam.
Air show ini dikemas sebagai kegiatan penggalangan dana melalui pertunjukan udara. Tujuannya untuk menumbuhkan solidaritas masyarakat Batam dalam membantu korban banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi manuver F-16 yang berpadu dengan suara mesin pesawat diharapkan mampu menggugah empati dan kepedulian warga terhadap saudara-saudara di Sumatera yang tengah tertimpa musibah.
Komandan Lanud Hang Nadim Batam, Letkol Penerbang Hendro Sukamdani, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Batam. Menurutnya, selain memiliki keunggulan daya saing, Batam juga menunjukkan kepedulian sosial terhadap daerah lain yang sedang mengalami bencana.
“Saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan untuk recovery pasca bencana, mari kita sisihkan sebagian rejeki kita untuk membantu saudara-saudara kita di Sumatera,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Batam Solidarity Air Show 2025 digelar selama dua hari. Kegiatan berlangsung pada 18 Desember di Dataran Engku Putri dan dilanjutkan pada 19 Desember di Nuvasa Bay Pantai Nongsa, Batam.
“Saya berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar dan hasil donasi bisa maksimal yang bisa dikumpulkan,” ucapnya.
Sementara itu, upacara peringatan Hari Jadi Kota Batam ke-196 tetap berlangsung khidmat. Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Ahmad, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Batam, sejumlah anggota DPRD, pimpinan TNI-Polri, serta peserta upacara yang terdiri dari pelajar, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Batam, dan jajaran TNI-Polri.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, turut hadir mendampingi Wali Kota dan berkesempatan menyumbangkan suara dalam rangkaian acara peringatan tersebut.
Dalam sambutannya, Amsakar Ahmad menguraikan sejarah penetapan tanggal 18 Desember sebagai Hari Jadi Kota Batam. Ia menekankan tema peringatan HUT Batam ke-196 tahun 2025, yakni “Batam Unggul dan Berdaya Saing”.
Menurut Amsakar, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah dan gerak peradaban Batam ke depan. Unggul dimaknai sebagai kualitas sumber daya manusia, karakter masyarakat, serta kemampuan menjaga nilai dan identitas budaya.
“Batam harus tumbuh sebagai kota modern tanpa kehilangan jati diri, serta maju tanpa meninggalkan siapa pun,” ujarnya.
Terkait daya saing, Amsakar menjelaskan bahwa hal itu mencakup pembangunan infrastruktur yang tangguh serta pelayanan publik yang profesional. Batam diharapkan mampu menarik investasi baru, meningkatkan produktivitas industri, serta menghadirkan layanan yang cepat dan tertata.
“Tema ini harus kita perjuangkan dan diperkuat lagi, hingga nantinya Batam bisa menjadi pesaing utama di kawasan Asia Tenggara,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, semangat gotong royong, serta memperkuat solidaritas kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat di Pulau Sumatera yang tengah menghadapi bencana.
YD
