
RASIO.CO, Karimun – Bupati Karimun menyampaikan, jika jalan di Pulau Belat Kecamatan Belat, bakal diaspal pada tahun 2023 mendatang.
Hal itu disampaikannya, saat melantik 6 kades terpilih periode 2021-2027 se Kecamatan Belat hasil Pilkades Serentak 2021 di Kabupaten Karimun Provinsi Kepri 3 Juli 2022 bertempat di gedung Kantor Camat Belat, Kamis (11/8).
“InsyaAllah pemerintah pusat lewat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 mendatang mengalokasi anggaran pembangunan untuk infrastruktur jalan di Pulau Belat ini dari . Total anggarannya hampir Rp 20 miliar ,” terang Bupati Karimun Dr H Aunur Rafiq saat menyampaikan sambutan.
Ia menyebut menyampaikan hal ini menyusul banyaknya pertanyaan dan permintaan dari masyarakat setiap datang dan berkunjung ke pulau Belat.
“Setiap saya datang pertanyaanya pasti, pak bile jalan di kampung kami diaspal , maka dengan ini saye mesti menyampaikannya. Kita terus berupaya dan sudah dianggarkan Rp 20 miliar untuk pengaspalan jalan di Pulau Belat,” ucap Aunur Rafiq.
Menurut Bupati pembangunan jalan di Pulau Belat memang sangat membutuhkan anggaran yang besar. Sehingga adanya rencana pemerintah pusat dalam membantu pengaspalan jalan ini sangat diapresiasi oleh Pemkab Karimun dan masyarakat
“Hal ini tentunya sangat menbantu kita , apalagi kondisi APBD kita saat ini memang agak riskan. Ini adalah kabar baik buat kita semua, usaha dan kerja keras kita bersama InsyaAllah disetujui oleh pemerintah pusat,” ujar Aunur Rafiq.
Diakuinya, pembangunan di Pulau Belat memang agak lambat selama ini, tetapi itu bukan berarti dirinya dan jajarannya mengabaikan masyarakat di Pulau Belat. “Tak bole kecik hati, kita terus berupaya dengan segala daya upaya, bagaimana Pulau Belat ini bisa maju dan sejahtera kedepannya,” ucapnya.
Ketua DPD Partai Golkar Karimun itu mengatakan, pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan tersebut merupakan arahan Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Kebijakan ini bertujuan untuk semakin meningkatkan produktivitas dan konektivitas di Bumi Berazam terutama di pulau-pulau.
Aunur Rafiq menjelaskan, Anggaran dari dana Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementrian PUPR tersebut nantinya digunakan untuk membangun infrastruktur dasar terutama jalan di Pulau Belat. “Kita menargetkan pada 2023 jalan di Pulau Belat yang selama ini belum tersentuh pembangunan sudah benar-benar selesai dan dinikmati oleh warga masyarakat,” ucap Aunur Rafiq.
Pada kesempatan itu juga, Bupati Aunur Rafiq, menyampaikan, meminta 6 kepala desa (Kades) di 6 desa di Kecamatan Belat agar memahami Tugas, Kewajiban, Hak dan Wewenang.
Adapun 6 kepala desa yang dilantik adalah Latip (Kades Sebele Kecamatan Belat), Asnan (Kades Lebuh Kecamatan Belat), Abdul Rahman S.Pd. Jas (Kades Penarah Kecamatan Belat), Marsudi S.Pd.SD (Kades Sei Asam Kecamatan Belat), Nazaruddin (Kades Tebias Kecamatan Belat) dan Abdul Ali (Kades Degong Kecamatan Belat)
Ia menegaskan, Surat Keputusan (SK) sebagai kepala desa jangan hanya disimpan tetapi dibaca isinya serta dipahami
“SK sudah diterima dan dibacakan tadi khan, artinya apa yang tertera di SK itu, apa yang menjadi tugas, wewenang, hak dan kewajiban sebagi seorang kepala desa betul-betul harus dipahami satu per satu,” ujar Aunur Rafiq.
Aunur Rafiq juga mengingatkan terkait dengan regulasi dan aturan tentang desa selalu mengalami perubahan oleh karena ini kepala desa harus inovasi dan inovatif dan juga kreasi untuk memenej pemerintahan desa itu dengan baik.
“Harus sejalan dengan visi dan misi dari pemerintah Kabupaten Karimun yakni ‘Terwujudnya Kabupaten Karimun sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berkeadilan yang dilandasi iman dan takwa’. Keberhasilan misi dan visi ini tentunya bisa dilihat dari proses pembangunan dan peng anggaran di OPD, kecamatan termasuk desa dan kelurahan,” ucap Aunur Rafiq.
Aunur Rafiq juga menyampaikan pesan penting kepada para kepala desa diantaranya antara lain meminta para kades secepatnya melakukan konsolidasi untuk membangun desa bersama dengan seluruh elemen di masyarakat.
“Dapat saya sampaikan kepada para kades terpilih, masyarakat yang terbelah pada saat pilkades kemaren agar segera disatukan kembali. Tidak boleh ada perpecahan karena harus segera membangun desa bersama-sama. Perlakukan masyarakat dengan baik. Jangan karena pada pemilihan tidak dipilih, lantas tidak dilayani. Jangan hanya karena persoalan politik, jadi membuat kita tercerai berai,” kata Aunur dalam sambutannya.
***

