Banjir Bandang Pulau Siau, 16 Orang Meninggal dan Tiga Masih Hilang

0
291
BPBD Kepulauan Sitaro melaporkan 16 orang meninggal dunia dan tiga orang hilang akibat banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Pulau Siau, Sulawesi Utara, pada 5 Januari 2026. (Foto/Ist)

RASIO.CO, Jakarta – Banjir bandang yang melanda sejumlah desa dan kampung di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih dinyatakan hilang. Peristiwa bencana tersebut terjadi pada Senin (5/1) dini hari.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, menyampaikan bahwa sejak kejadian banjir bandang, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat langsung melakukan langkah-langkah penanganan darurat. Upaya yang dilakukan meliputi pencarian korban, evakuasi, penyelamatan warga terdampak, serta pembukaan akses jalan yang tertutup material banjir.

“Penanganan darurat yang sudah dan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, yaitu mencari, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban serta membuka akses jalan,” ujar Sonny di Manado, dikutip dari Antara, Rabu (7/1).

Berdasarkan laporan situasi terkini BPBD pada Selasa (6/1), korban meninggal dunia berasal dari sejumlah desa di Pulau Siau. Di Desa Biau tercatat satu korban, yakni Alvin Anise (laki-laki, 23 tahun). Di Desa Batusenggo, korban meninggal adalah Priskila Saol (perempuan, 73 tahun). Sementara di Desa Laghaeng, korban meninggal dunia masing-masing Hermina Maningide (perempuan, 76 tahun) dan Rafles Kobis (laki-laki, 74 tahun).

Korban meninggal dunia juga dilaporkan berasal dari Desa Bahu, yaitu Santi Diamanis (perempuan, 35 tahun), Joan Bangsa (laki-laki, 20 tahun), El Kamanangan (laki-laki, 4 tahun), Yanjte Tamaronggehe (laki-laki, 50 tahun), dan Fardelin Tamalonggehe (perempuan, 93 tahun). Selain itu, korban lainnya adalah Frolensi Bawole (perempuan, 74 tahun), Kairi Kansil (laki-laki, 2 bulan), Jenita Maruf (perempuan, 45 tahun), Swingly Dalending (laki-laki, 47 tahun), dan Rahmon Bangsa (laki-laki, 49 tahun). Dua korban terakhir tercatat sebagai warga Desa Peling, yakni Alexius Olongsongke (laki-laki, 41 tahun) dan Sylvia Pamondolang (perempuan, 36 tahun).

Sementara itu, tiga warga masih dinyatakan hilang hingga laporan terakhir disusun. Mereka adalah Claiton Tatambihe (laki-laki, 3 tahun), warga Desa Laghaeng, serta Adris Pianaung dan Leon Pianaung, keduanya warga Desa Bahu.

BPBD mencatat banjir bandang terjadi pada Senin (5/1) sekitar pukul 02.45 Wita. Bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Pulau Siau selama kurang lebih lima jam tanpa henti, sehingga menyebabkan meluapnya aliran air dan menghantam permukiman warga.

Hingga kini, proses pencarian korban hilang dan penanganan dampak banjir bandang masih terus dilakukan oleh tim gabungan, sembari memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat terpenuhi.

***







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini