Batam Jadi Pilot Project Jargas Nasional, Wali Kota Amsakar Tekankan Kolaborasi

0
503
Foto/Pemerintah pusat menetapkan Kota Batam sebagai pilot project jaringan gas nasional untuk mendukung transisi energi dan mengurangi ketergantungan LPG 3 kilogram.

RASIO.CO, Batam – Pemerintah pusat terus mempercepat agenda transisi energi nasional dengan mendorong pengembangan jaringan gas perkotaan sebagai alternatif pengganti LPG 3 kilogram. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui penunjukan Kota Batam sebagai daerah pelaksana pilot project jaringan gas (jargas) nasional.

Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi dan Diskusi Rencana Pelaksanaan Pilot Project Jargas di Kota Batam yang digelar di Gedung Marketing Centre BP Batam, Senin (22/12). Rapat dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam.

Dalam arahannya, Amsakar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk Batam sebagai lokasi percontohan program strategis nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pilot project jargas hanya dapat dicapai melalui kolaborasi dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami mengapresiasi pertemuan ini. Untuk mencapai tujuan besar program jargas, dibutuhkan ikhtiar bersama, termasuk penataan LPG 3 kilogram yang selama ini menjadi sumber energi utama bagi rumah tangga,” ujar Amsakar.

Menurutnya, seluruh konsep dan skema pelaksanaan program akan dibahas secara menyeluruh oleh tim teknis agar kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi lapangan. Ia juga menyoroti kebijakan nasional terkait LPG 3 kilogram, di mana kebutuhan masyarakat terus meningkat setiap tahun, sementara kuota nasional justru mengalami penurunan.

“Batam telah ditetapkan sebagai pilot project. Saya berharap program ini benar-benar berhasil dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Semua sektor harus berkolaborasi untuk mewujudkan ini,” tegasnya.

Pengembangan jaringan gas dinilai sebagai salah satu indikator penting dalam Program Prioritas Nasional untuk memperkuat kemandirian energi. Dengan posisi strategis sebagai kawasan industri, perdagangan, dan jasa bertaraf internasional, Batam dinilai memiliki kesiapan infrastruktur dan karakter wilayah yang mendukung penerapan sistem energi modern dan terintegrasi.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinator Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Elen Setiadi, menyebut Batam memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari kondisi geografis kepulauan yang memudahkan pengendalian jaringan distribusi, menekan risiko kebocoran, hingga kesiapan masyarakat dalam memanfaatkan gas bumi.

“Apabila program ini berjalan dengan baik, Batam berpotensi menjadi role model nasional dalam transformasi energi yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan,” kata Elen.

Dengan dukungan dan sinergi lintas sektor, pilot project jargas di Kota Batam diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan energi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi contoh penerapan transisi energi bagi daerah lain di Indonesia.

YD







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini