Batam Sampaikan Komitmen Investasi USD 10 Miliar pada Forum Bisnis di Singapura

0
394

RASIO.CO, Batam – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Francis, memaparkan perkembangan investasi Kota Batam dalam forum internasional “The Second Edition of Islands of Growth”, Selasa (18/11), di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre.

Forum tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto; Duta Besar RI untuk Singapura Suryo Pratomo; Chairman Singapore Economic Development Board (EDB) Png Cheong Boon; serta Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.

Dalam pemaparannya, Fary mengungkapkan bahwa Batam berhasil mencatat komitmen investasi sebesar USD 10,35 miliar dari 20 perusahaan global. Investasi tersebut berasal dari sektor energi, manufaktur lanjutan, industri maritim, dan logistik.

Ia menegaskan bahwa pergeseran besar rantai pasok global menjadikan kawasan Batam–Bintan–Karimun (BBK) semakin strategis sebagai pintu masuk investasi ke Indonesia.
Dengan lokasi hanya 20 kilometer dari Singapura, Batam memiliki keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki banyak kawasan di Asia Tenggara.

“Investor kini menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap Batam. Mereka melihat arah pembangunan yang semakin jelas dan layanan yang lebih pasti,” ujar Fary.

Pada forum tersebut, BP Batam juga memperkenalkan paradigma layanan baru bertajuk “Batam: Your Best Friend to Invest”. Konsep ini menghadirkan sejumlah inovasi untuk memperkuat kemudahan berinvestasi, di antaranya:

  • Investment Dashboard untuk memantau progres layanan
  • Single-window communication atau komunikasi satu pintu
  • Timeline layanan yang lebih pasti
  • Mobile Investment Clinics untuk menyelesaikan persoalan langsung di lapangan

layanan ini turut diperkuat dua regulasi nasional terbaru:

  1. PP 25/2025, yang memberikan BP Batam kewenangan menerbitkan izin dasar, termasuk izin lingkungan, PKKPRL, dan PKKPH langsung di Batam.
  2. PP 47/2025, yang memperluas wilayah Free Trade Zone (FTZ) sehingga membuka ruang baru bagi pengembangan industri dan logistik.

“Dengan kepastian regulasi dan kapasitas kawasan yang lebih luas, Batam berada pada posisi yang semakin kompetitif di Asia Tenggara,” ungkap Fary.

Fary juga menyoroti fokus Batam dalam memperkuat pengembangan industri hijau, termasuk melalui proyek PLTS Terapung Tembesi dan rencana pembangunan kawasan rendah karbon.

“Batam terbuka, dipercaya, dan bergerak cepat. Invest in Batam, where proximity meets possibility,” tutupnya.

Redaksi@www.rasio.co//







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini