
RASIO.CO, Batam – Maraknya dugaan penyeludup beras melalui pelabuhan resmi maupun pelabuhan tikus alias ilegal membuat penegah hukum gerah. Untuk beacukai Batam akan bertindak tegas menindak para mafia pemain beras di Batam.
Hingga saat ini pihak beacukai masih menyakini bahwa proses import barang masih melaui sistem dan kalau barang yang dilarang pasti akan dirijeck masuk ke Indonesia.
“Untuk proses importasi barang pastinya melalui Sistem untuk jenis barang yg dilarang pasti direject sistem untuk masuk ke Indonesia,”
“sedangkan untuk barang Ilegal sesuai SOP yang kami miliki kita ada team yg melakukan Patroli Darat maupun laut untuk memonitor aktifitas Ilegal di titik titik pemasukan barang baik pelabuhan resmi maupun pelabuhan tidak resmi kami juga akan menindak lanjuti jika ada informasi yang valid adanya pemasukan semua barang Ilegal termasuk Beras.” Kata Kabid Bimbingan Kepatahan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) Beacukai Batam, Evi Oktavia.Selasa(11/11).
Para pengusaha nakal alias jaringan mafia penyelundupan Beras ilegal bebas memasukkan barang tersebut ke Batam.
Ironisnya, Para mafia penyeludup Beras makin merajalela bahkan memiliki kapal sendiri untuk mendatangkan ke Batam diduga dari India, Thailand maupun Vietnam.
Parahnya, Para mafia beras diduga berkoloborasi dengan APH hingga dapat lolos kepelabuhan resmi di Batam.
Informasi lapangan, Salah satu pemain beras terbesar serta menguasai market Batam berinisal A serta Am dan dikabarkan masuk melalui pelabuhan sekuoang dan Batuampar dengan asumsi 300-500 kontainer.
“Pengusaha A bahkan punya kapal sendiri dan punya gudang sendiri di Batuampar,” ujar sumber enggan dipublis. Rabu(12/11).
Saat ini lanjutnya, Al dan AM mengguasai pasar untuk datang menyelundupkan beras luar ke Batam padahal kita Importir sudah tak ada dari pemerintah,” ujarnya.
Komplotannya, A menjalankan operasi rapi dan sistematis demi menghindari pajak negara, mengatur alur masuknya beras-beras ilegal melalui jalur laut dan darat. Modus mereka terungkap melalui operasi senyap di Batam.
Lokasi kunci mereka adalah sebuah gudang rahasia di kawasan Kartika Pantai Stress, Batu Ampar, tempat di mana kontainer beras ilegal dibongkar muat secara sembunyi-sembunyi.
Dari situ, ratusan ton beras dipindahkan ke kompleks pergudangan tersembunyi di Batu Merah, menggunakan truk besar. Untuk menghindari pantauan aparat, beras itu kemudian dikirim melalui pelabuhan tikus di sudut-sudut Kota Batam menuju berbagai wilayah di Indonesia.
Yang lebih mencengangkan, A ternyata merupakan anak dari AK, sosok kontroversial yang juga menjabat sebagai Bos PT AMP , sebuah perusahaan rokok besar di Batam.
Namun di balik kemilau bisnis legalnya, jejak hitam Akim tak bisa diabaikan. Ia sempat diperiksa dalam kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang melibatkan terdakwa narkoba Aman alias Asun.
Dalam sidang di PN Tanjungpinang (9/6/2020), majelis hakim yang dipimpin Edward P Sihaloho memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan AK. Ini setelah terdakwa menyebut bahwa rekening penampung uang narkoba miliknya adalah rekening milik Akim, yang disamarkan sebagai transaksi pembelian minyak speed boat.
Tak cukup di situ. A juga terendus terlibat dalam proyek Gurindam 12 Tanjungpinang, di mana ia melakukan pengerukan tanah ilegal dari Kabupaten Bintan untuk menimbun kawasan proyek prestisius itu. Proyek tersebut sempat dibanggakan, namun kini malah disorot karena aroma skandalnya.
Redaksi@www.rasio.co //

