Minggu, November 8, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 133

Zaky Firmansyah Sebut 822 Kontainer Limbah “Reekspor” Negara Asal

0

Batam, 5 Desember 2025. Kantor

RASIO.CO, Batam – Kepala Beacukai Batam
Sebut akan menita tiga perusahaan melakukan “reekspor” 822 kontainer limbah e-waste berbahahaya dari negara Amerika Serikat. Sabtu(06/12).

Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa muatan kontainer berisi limbah elektronik kategori B107d dan limbah terkontaminasi B3 yang termasuk barang larangan untuk dimasukkan ke wilayah Indonesia.

Hal ini diungkapkannya, ketika menerima langsung unjuk rasa dari Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kepulauan Riau yang berlangsung di halaman kantor Bea Cukai Batam pada Jumat (5/12).

“Kami sudah melakukan beberapa kali pangggilan kepada tiga perusahan importir untuk reekspor limbah eleltronik tersebut,”

“Minggu depan kami panggil lagi dan periksa biar tidak tak terjadi staknasi,” ujat.Zaky didepan mahasiswa GMNI.

Zaky mengatakan, Aksi penyampaian pendapat tersebut berjalan tertib dan damai. Bea Cukai Batam menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi secara konstitusional sebagai bentuk partisipasi publik dalam mengawasi jalannya fungsi pelayanan dan pengawasan negara.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Zaky Firmansyah, secara langsung menerima perwakilan peserta aksi untuk berdialog dan memberikan penjelasan resmi mengenai isu yang sedang berkembang terkait masuknya kontainer yang diduga berisi limbah B3 ke wilayah Batam.

Dalam pertemuan tersebut, Bea Cukai menegaskan bahwa tidak ada pembiaran terhadap potensi pemasukan limbah berbahaya ke Indonesia.

Prinsip pengawasan yang dipegang Bea Cukai adalah pencegahan sejak di pintu masuk, sehingga barang yang berindikasi membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak memasuki pasar dalam negeri.

Dalam penjelasan tersebut, Bea Cukai Batam menyampaikan bahwa pemeriksaan fisik terhadap 74 kontainer pertama telah dilakukan bersama instansi teknis, termasuk Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan BP Batam.

Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut atas informasi awal dari Basel Action Network (BAN) mengenai dugaan impor

limbah elektronik dari Amerika Serikat. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa muatan kontainer berisi limbah elektronik kategori B107d dan limbah terkontaminasi B3 yang termasuk barang larangan untuk dimasukkan ke wilayah Indonesia.

Temuan ini menjadi dasar penguatan langkah pengamanan berikutnya.
Berdasarkan uraian barang serta keterangan pada manifes kapal yang menunjukkan kesamaan karakteristik dengan kontainer yang telah diperiksa,

Bea Cukai Batam kemudian menahan kontainer lain yang diduga membawa muatan serupa untuk mencegah risiko lingkungan dan memastikan barang berbahaya tidak masuk ke peredaran dalam negeri.

Hingga per 3 Desember 2025, total 822 kontainer telah diamankan di pelabuhan sebagai bagian dari langkah pengawasan tersebut.

Dalam dialog dengan peserta aksi, Bea Cukai menegaskan bahwa penyelesaian perkara atas kontainer tersebut adalah reekspor, karena hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa muatan tergolong barang berbahaya dan dilarang masuk ke wilayah Indonesia.

Dengan status tersebut, barang tidak dapat dilegalkan untuk beredar di Indonesia sehingga importir wajib mengembalikannya ke negara asal melalui mekanisme ekspor kembali (reekspor).

Bea Cukai Batam telah menindaklanjuti ketentuan ini dengan menerbitkan surat rekomendasi reekspor dan surat peringatan resmi kepada masing-masing perusahaan untuk segera melaksanakan proses reekspor, sebagai bagian dari penegakan hukum untuk memastikan barang berbahaya tidak masuk ke Indonesia.
Bea Cukai juga menjelaskan bahwa pemasukan kontainer merupakan hubungan bisnis (B2B) antara importir, pemasok luar negeri, dan perusahaan transporter, bukan dikendalikan oleh Bea Cukai.

Setiap kontainer dengan karakteristik serupa berdasarkan manifes langsung diamankan untuk memastikan reekspor dapat dilaksanakan dan tidak memasuki peredaran di dalam negeri.

Bea Cukai Batam menegaskan komitmennya untuk melindungi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional melalui fungsi pengawasan yang ketat, sinergi antarinstansi, serta penyampaian informasi yang transparan kepada publik.

Bea Cukai Batam menghargai aspirasi masyarakat dan akan terus membuka ruang dialog demi memastikan setiap pelaksanaan tugas negara berjalan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Yd@www.rasio.co //

Banjir Sumatra: 37.566 Warga Dievakuasi, Korban Meninggal Capai 836 Orang

0

RASIO.CO, Jakarta – Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan sebanyak 37.566 warga terdampak banjir di tiga provinsi di Pulau Sumatra telah dievakuasi hingga Kamis (4/12) pukul 20.00 WIB.

Di Aceh, tercatat 3.297 warga berhasil dievakuasi. Kabupaten Pidie Jaya menjadi wilayah dengan evakuasi terbanyak, yakni 1.852 warga yang terpaksa mengungsi akibat tingginya debit air.

Di Sumatra Utara (Sumut), Basarnas mencatat 4.610 warga terevakuasi. Kota Padang Sidempuan menjadi wilayah dengan jumlah evakuasi tertinggi, yaitu 871 warga.

Sementara di Sumatra Barat (Sumbar), jumlah warga yang dievakuasi mencapai 29.659 orang. Kabupaten Pesisir Selatan menjadi daerah dengan evakuasi paling banyak, yaitu 13.048 warga, disusul Kabupaten Padang Pariaman dengan 12.362 warga dievakuasi.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar meningkat menjadi 836 orang hingga Kamis (4/12) sore.

Secara rinci, BNPB mencatat 325 korban meninggal di Aceh, 311 korban di Sumut, dan 200 korban di Sumbar. Selain itu, jumlah korban hilang juga masih tinggi. Di Aceh terdapat 170 orang hilang, di Sumut 127 jiwa, dan di Sumbar 221 jiwa. Total 518 warga masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

***

Babak Baru Kasus Ledakan MT Federal II, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

0

RASIO.CO, Batam – Penyidik Polresta Barelang terus mempercepat proses pengungkapan kasus ledakan kapal MT Federal II yang menewaskan 14 pekerja di galangan kapal PT ASL Shipyard. Setelah hampir seluruh rangkaian pemeriksaan rampung, penetapan tersangka dalam tragedi maut tersebut dipastikan akan segera diumumkan.

Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin, mengatakan bahwa proses penyidikan kini memasuki tahap krusial.

Sejumlah barang bukti penting telah dikumpulkan, termasuk hasil investigasi laboratorium forensik (Labfor) Mabes Polri yang menjadi kunci dalam menentukan pihak yang bertanggung jawab.

“Proses masih terus berlanjut, hari ini penyidik juga sudah saya panggil dan kami masih dalam tahap pengumpulan bukti-bukti,” ujar Zaenal dikutip Batamnews, Kamis (4/12) sore.

Ia menambahkan bahwa penyidik sedang mencocokkan seluruh bukti yang sudah diperoleh agar konstruksi kejadian dapat tergambar secara utuh. Bukti-bukti tersebut mencakup keterangan puluhan saksi, barang bukti dari lokasi, hingga laporan hasil Labfor.

“Kita masih mencocokkan bukti-bukti yang kita dapatkan untuk menentukan kejelasan konstruksi peristiwa serta pihak yang paling bertanggung jawab atas terjadinya ledakan,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa laporan forensik dari Mabes Polri memuat analisis mendalam terkait kandungan gas, titik api pertama, serta kemungkinan pemicu ledakan yang menimbulkan getaran hebat di area kapal hingga menewaskan para pekerja. Hasil tersebut kini menjadi dasar penyidik dalam menyusun skenario lengkap kejadian.

Hingga saat ini, puluhan saksi telah diperiksa secara intensif. Mereka meliputi pekerja lapangan, mandor, teknisi, hingga petugas keselamatan kerja (K3). Selain itu, jajaran manajemen PT ASL Shipyard, mulai dari pengawas hingga direksi, juga turut dipanggil untuk memberikan keterangan resmi.

YD

Peringatan Banjir Rob di Karimun, Warga Pesisir Diminta Tetap Waspada

0

RASIO.CO, Karimun – Peringatan potensi banjir rob mulai diterapkan di wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan surat peringatan yang menyebutkan adanya potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir, termasuk Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral, dan daerah sekitarnya.

Dikutip dari Tribunbatam, Camat Kundur Barat (Kuba), Yusufian, menyampaikan bahwa kondisi di wilayahnya masih tergolong aman pada hari pertama pemberlakuan peringatan tersebut.

“Kundur Barat sejauh ini masih aman,” kata Yusufian melalui pesan WhatsApp, Kamis (4/12).

Meski demikian, ia mengimbau seluruh warga tetap waspada terhadap potensi banjir rob, terutama masyarakat yang tinggal di sepanjang pesisir pantai Kundur Barat.

“Imbauan untuk seluruh warga Kundur Barat agar tetap waspada dengan kondisi cuaca saat ini. Khususnya warga yang tinggal di sepanjang pesisir pantai,” ujarnya.

Sementara itu, warga Kundur Barat bernama Aspri mengungkapkan bahwa banjir rob atau air pasang besar hampir terjadi setiap tahun di wilayahnya.

“Mungkin hari pertama belum besar, tidak tahu beberapa hari ke depan ya,” ucapnya.

Sebelumnya, BMKG Karimun telah mengeluarkan peringatan resmi mengenai potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 4–13 Desember 2025 di wilayah pesisir Karimun. Peringatan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi mengingat kondisi cuaca dan pasang air laut yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Dengan adanya peringatan tersebut, warga diharapkan lebih sigap dalam memantau kondisi lingkungan serta menjaga keselamatan diri dan keluarga.

AM

Pemko dan Kejari Batam Teken Kerja Sama, Dukung Penerapan KUHP Nasional

0

RASIO.CO, Batam – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam menandatangani kerja sama sebagai langkah awal persiapan daerah menuju penerapan penuh Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional pada tahun 2026.

Kegiatan ini berlangsung beriringan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri terkait pelaksanaan pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana.

Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Kepala Kejaksaan Negeri Batam, I Wayan Wiradarma, di Aula Sasana Baharudin Lopa, Kejaksaan Tinggi Kepri, pada Kamis (4/12).

Kerja sama ini merupakan bagian dari implementasi KUHP Nasional berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang menekankan pentingnya sinergi antara kejaksaan dan pemerintah daerah untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional dan terintegrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur C pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) RI, Agoes Soenanto Prasetyo, menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan memperkuat penegakan hukum dan menyeragamkan norma pidana di seluruh Indonesia sesuai cita-cita pembaruan hukum nasional.

“KUHP yang baru akan mulai berlaku pada 2 Januari 2026. Nantinya, sistem pemidanaan modern digunakan dengan struktur baru yang lebih berorientasi pada perlindungan dan keseimbangan,” ujar Agoes.

Ia menambahkan bahwa sistem pemidanaan modern membawa perubahan signifikan dengan menekankan keadilan korektif, restoratif, dan rehabilitatif (restorative justice). Dalam KUHP Nasional, terdapat tiga jenis pidana, yakni pidana pokok, pidana tambahan, dan pidana khusus.

Pidana pokok mencakup pidana penjara, pidana penutup, pengawasan, denda, serta pidana kerja sosial. Pidana kerja sosial dikembangkan sebagai alternatif hukuman pengganti pidana penjara jangka pendek guna mengurangi overkapasitas lembaga pemasyarakatan.

Dalam implementasinya, Agoes menekankan perlunya dukungan regulasi turunan dari pemerintah daerah agar pelaksanaan KUHP baru dapat berjalan seragam, efektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami membutuhkan dukungan regulasi turunannya. Dengan koordinasi yang baik, implementasinya akan berjalan sesuai peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Agoes juga menekankan bahwa koordinasi menjadi kunci dalam mengatur berbagai aspek teknis, mulai dari pelaksanaan pidana mati, penyesuaian pidana seumur hidup, hingga pengaturan hukum yang hidup dalam masyarakat. Dengan demikian, sistem pemidanaan modern diharapkan dapat diterapkan secara terstruktur, proporsional, dan selaras dengan tujuan pembaruan hukum pidana nasional.

“Pidana kerja sosial adalah konsep baru yang membutuhkan kehati-hatian dalam penerapannya. Bentuk pidana apa pun tetap merupakan pembatasan hak kemerdekaan seseorang, dan hal itu hanya dapat diberlakukan berdasarkan ketentuan undang-undang,” tegasnya.

YD

Transformasi Single Port Operator di Batu Ampar, BP Batam Perkuat Efisiensi Logistik

0

RASIO.CO, Batam – Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam bersama PT Batam Terminal Petikemas (BTP) menggelar Sosialisasi Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar. Kegiatan berlangsung di AP Premier Hotel pada Kamis (20/11) lalu.

Penerapan Single Port Operator di Dermaga Utara TPK Batu Ampar menjadi langkah strategis yang memperkuat fondasi modernisasi pelabuhan serta mendorong peningkatan efisiensi logistik Batam di tingkat nasional maupun internasional. Inisiatif ini merupakan kelanjutan dari kolaborasi BP Batam dan BTP dalam meningkatkan pengelolaan operasional dan pengembangan Dermaga Utara.

Kehadiran Batu Ampar Container Terminal (BACT) melalui penandatanganan Perjanjian Operasi semakin memperkuat sinergi tersebut. Integrasi ini menghadirkan tata kelola terminal yang lebih terkoordinasi dan berfokus pada peningkatan kualitas layanan.

Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, dalam sambutan mewakili Kepala BP Batam, menegaskan bahwa transformasi ini telah dikaji secara komprehensif untuk menjawab perkembangan industri global. Saat ini, Pelabuhan Batu Ampar menangani sekitar 84% arus peti kemas Batam dengan volume mencapai 568.000 TEUs pada 2024. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan berkelanjutan seiring meningkatnya aktivitas industri dan perdagangan di Batam.

“Transformasi Single Port Operator ini kami siapkan sebagai langkah strategis untuk membawa Batu Ampar menjadi pelabuhan modern yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing. Dengan tata kelola yang selaras dan berbasis teknologi, kami ingin memastikan Batu Ampar siap menghadapi pertumbuhan industri dan menjadi hub logistik yang kuat di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Benny.

Dalam sosialisasi tersebut, BACT juga memaparkan penyelarasan Standard Operating Procedures (SOP) baru. Penyusunan SOP ini mencakup seluruh alur mulai dari pra-kedatangan hingga koordinasi operasi di lapangan. Tujuannya untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, dan konsisten sehingga seluruh stakeholder dapat merasakan peningkatan kualitas operasional secara langsung.

CEO BACT, Hsin Kai Huang, menyampaikan komitmen perusahaan dalam mendukung penerapan operasional terintegrasi ini.

“BACT berkomitmen penuh mendukung transformasi ini melalui layanan yang lebih terarah, lebih cepat, dan berstandar internasional. Dengan integrasi operasional bersama BTP, kami ingin memastikan setiap pemangku kepentingan merasakan peningkatan kualitas layanan secara nyata,” jelasnya.

Penekanan serupa disampaikan Direktur BTP, Capt. Basori Alwi, yang turut menutup rangkaian kegiatan.

“Transformasi ini hanya bisa berhasil bila kita melangkah bersama. BTP berkomitmen memberikan proses yang lebih sederhana, lebih jelas, dan lebih efisien bagi seluruh pengguna jasa. Pintu komunikasi kami selalu terbuka untuk memastikan perubahan ini menghasilkan manfaat sebesar-besarnya bagi ekosistem pelabuhan,” ujarnya.

Saat ini, Dermaga Utara Batu Ampar telah didukung fasilitas modern, termasuk panjang dermaga 1.032 meter, kapasitas tahunan 900.000 TEUs, serta peralatan operasional seperti 5 unit quay crane, 12 unit rubber-tyred gantry crane, dan 10 unit electric terminal truck yang akan ditingkatkan menjadi 25 unit. Modernisasi ini menjadi langkah penting untuk mempercepat waktu sandar kapal, meningkatkan keandalan layanan, serta menurunkan biaya logistik.

Penerapan Single Port Operator di Batu Ampar diharapkan menjadi katalis peningkatan daya saing logistik Batam. Dengan struktur operasional yang lebih efisien dan terkoordinasi, Pelabuhan Batu Ampar semakin siap menarik investasi, mendorong arus perdagangan, dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Batam di masa mendatang.

YD

10 Manfaat Minyak Ikan, Jantung Sehat hingga Cegah Alzheimer

0

RASIO.CO, Jakarta – Minyak ikan dikenal memiliki beragam manfaat bagi kesehatan tubuh, terutama untuk menjaga fungsi otak dan jantung. Manfaat ini dapat diperoleh baik melalui konsumsi ikan secara langsung maupun melalui suplemen minyak ikan dalam bentuk kapsul atau sirop.

Mengutip Alodokter, minyak ikan mengandung omega-3 yang merupakan asam lemak esensial penting untuk menunjang kesehatan tubuh. Sejumlah jenis ikan yang kaya omega-3 antara lain tuna, salmon, tongkol, kerapu, kembung, dan makarel.

Dua jenis omega-3 utama dalam minyak ikan adalah eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), yang memiliki manfaat lebih besar dibandingkan alpha-linolenic acid (ALA) yang umumnya ditemukan pada sumber nabati.

Manfaat Minyak Ikan untuk Kesehatan

Berkat kandungan omega-3 di dalamnya, minyak ikan juga dikenal dapat membantu meningkatkan nafsu makan. Berikut sejumlah manfaat lain dari konsumsi minyak ikan:

1. Memelihara Kesehatan Jantung

Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak ikan dua kali seminggu dapat menurunkan risiko serangan jantung dan membantu mengontrol tekanan darah. Omega-3 juga terbukti menurunkan kadar trigliserida, yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung.

2. Mencegah Penyumbatan Pembuluh Darah

Minyak ikan dapat membantu mencegah aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah dengan cara menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta meredakan peradangan.

3. Mengoptimalkan Kesehatan Ibu Hamil

EPA dan DHA dalam minyak ikan membantu menurunkan risiko preeklamsia, persalinan prematur, dan meningkatkan berat badan lahir bayi. Konsumsi omega-3 selama kehamilan dan menyusui juga dapat menurunkan risiko alergi makanan pada bayi.
Namun, ibu hamil tidak disarankan mengonsumsi minyak ikan yang berasal dari hati ikan seperti cod liver oil karena kandungan retinol yang tinggi dapat membahayakan janin.

4. Mengurangi Gejala Depresi

Kadar omega-3 yang rendah sering ditemukan pada penderita depresi berat. Beberapa studi menunjukkan bahwa minyak ikan yang kaya EPA dapat membantu meredakan gejala depresi.

5. Menjaga Kesehatan Kulit

Omega-3 pada minyak ikan memiliki sifat antiradang yang bermanfaat untuk mencegah dan mengurangi jerawat. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi omega-3 dapat menjaga kelembapan kulit dan mencegah iritasi.

6. Menjaga Kekuatan Tulang

Selain kalsium dan vitamin D, omega-3 juga membantu menjaga kesehatan tulang seiring bertambahnya usia. Kandungan ini berkontribusi dalam menjaga kepadatan dan kekuatan tulang.

7. Meringankan Gejala Radang Sendi

Penelitian menyebutkan bahwa omega-3 dapat membantu meringankan nyeri pada penderita osteoarthritis maupun rheumatoid arthritis. Pada rheumatoid arthritis, omega-3 dapat mengurangi kebutuhan penggunaan obat antiradang.

8. Mencegah Penyakit Mata

Kandungan DHA dan EPA dalam minyak ikan bermanfaat menurunkan risiko penyakit mata pada lansia, terutama degenerasi makula yang dapat mengganggu penglihatan.

9. Mengurangi Risiko Alzheimer

Penderita Alzheimer diketahui memiliki kadar DHA lebih rendah. Konsumsi minyak ikan yang mengandung DHA diyakini dapat membantu menjaga struktur sel otak dan menurunkan risiko penyakit Alzheimer.

10. Memperkuat Imunitas Tubuh

Omega-3 dalam minyak ikan berpotensi meningkatkan sistem imun. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa konsumsi rutin minyak ikan dapat membuat gejala Covid-19 menjadi lebih ringan, meskipun hal ini masih memerlukan penelitian lanjutan.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengonsumsi Minyak Ikan

Meski kaya manfaat, minyak ikan tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Konsumsi dosis tinggi dapat menimbulkan berbagai risiko, seperti:

  • meningkatkan risiko perdarahan (lebih dari 3 gram per hari)
  • memicu peningkatan gula darah
  • memengaruhi kerja obat pengencer darah
  • meningkatkan risiko stroke
  • menyebabkan diare, mual, ruam, atau mimisan

Itulah rangkuman manfaat minyak ikan beserta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya. Penggunaan suplemen tetap sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga medis, terutama bagi ibu hamil, penderita penyakit tertentu, atau pengguna obat rutin.

***

Polda Kepri Kirim Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Sumatera

0

RASIO.CO, Batam – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh dengan mengirimkan bantuan kemanusiaan.

Bantuan tersebut dikirim pada Rabu (3/12) sebagai bentuk empati keluarga besar Polda Kepri terhadap warga yang tengah menghadapi kondisi darurat.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., telah menginstruksikan para Kapolda di wilayah Sumatera yang berbatasan langsung dengan tiga provinsi terdampak—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—untuk siaga memberikan dukungan kemanusiaan. Dalam arahan tersebut, Polda Kepri ditetapkan untuk mengirimkan bantuan khusus bagi masyarakat Aceh.

Bantuan Kemanusiaan Difokuskan untuk Aceh Tamiang dan Langsa

Bantuan dari Polda Kepri difokuskan untuk wilayah Kabupaten Aceh Tamiang yang masih terisolir akibat bencana, serta Kabupaten Langsa. Paket bantuan yang dikirim meliputi sembako, perlengkapan mandi, kebutuhan keluarga, logistik penunjang lainnya.

Total nilai bantuan mencapai Rp450 juta, termasuk biaya pengangkutan logistik dari Medan menuju Aceh agar bantuan dapat diterima secepat mungkin oleh warga terdampak.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., mewakili Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan komitmen Polri untuk hadir di tengah masyarakat pada saat krisis.

“Polri tidak hanya hadir menjaga Kamtibmas dan menegakkan hukum, namun juga menjalankan misi kemanusiaan. Semoga bantuan ini meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh,” ujarnya.

Brimob Polda Kepri Disiagakan untuk Perbantuan Penanggulangan Bencana

Sebagai antisipasi kondisi darurat dan kemungkinan kebutuhan personel tambahan, Polda Kepri menyiagakan pasukan Brimob untuk sewaktu-waktu diberangkatkan ke Aceh maupun wilayah Kepri.

Kesiapan tersebut ditunjukkan dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana yang digelar pada Selasa (2/12) di Mako Satuan Brimob Polda Kepri, dipimpin oleh Dansat Brimob Kombes Pol Arief Doddy Suryawan, S.I.K., M.Si.

Sebanyak 173 personel Brimob diterjunkan dalam apel tersebut, terdiri dari personel SA, dapur lapangan, tenaga Kesehatan, water treatment, tim trauma healing, operator drone. Personel disebar di tiga lokasi yakni di Mako Satbrimob (Batam), Batalyon B Pelopor (Bintan), Kompi 2 Yon A Pelopor (Karimun). Mereka dilengkapi dengan peralatan SAR darat dan air, kendaraan taktis, perahu karet, genset, hingga perlengkapan medis.

“Seluruh personel kami siagakan dan siap diberangkatkan kapan pun diperlukan. Kami akan bergerak cepat dan tepat.” Tegas Kabidhumas.

Kapolda Kepri juga memberikan apresiasi atas semangat personel dan dukungan masyarakat dalam misi kemanusiaan ini.

“Solidaritas dan kepedulian menjadi kekuatan besar dalam menghadapi bencana. Polda Kepri akan terus hadir dan berbuat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Kabidhumas Polda Kepri menutup dengan harapan agar seluruh bantuan dapat segera diterima dan dimanfaatkan masyarakat Aceh.

“Dengan gotong royong dan kebersamaan, kita pasti mampu bangkit dari bencana,” tegasnya.

YD

Galang Donasi Lewat Pentas Puisi, PWI Kepri dan Batam Gandeng Rumahitam

0

RASIO.CO, Batam – Gelombang kepedulian terus mengalir untuk korban banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Di Kota Batam, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Batam bersama PWI Provinsi Kepri serta komunitas seni Rumahitam Batam menginisiasi kegiatan amal bertajuk Malam Sastra Sumatera Luka (MSSL).

Ketua Bidang Seni Budaya PWI Kepri sekaligus Presiden Rumahitam, Tarmizi, menjelaskan bahwa acara ini digagas sebagai bentuk kepedulian mendalam terhadap tragedi yang disebutnya “memilukan”. Menurutnya, seni—khususnya puisi—mampu menjadi ruang solidaritas dan penggerak empati masyarakat terhadap para korban bencana di Sumatera.

MSSL akan digelar pada Sabtu, 6 Desember 2025 pukul 19.30 WIB di Suratan Coffee Rumahitam, yang berlokasi di depan Gedung Beringin Sekupang, Batam. Acara ini mengusung tema “puisi menggalang donasi” dan mengundang penyair dari Batam, serta komunitas seni dari Singapura dan Malaysia untuk tampil membaca puisi atau orasi sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan.

Ketua PWI Kepri Saibansah Dardani menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seni. “Ini perwujudan rasa cinta kita pada sesama saudara kita yang mengalami bencana di Sumatera,” ujarnya. Ia menambahkan, siapa pun yang hadir dipersilakan memberi donasi maupun tampil membaca puisi. Seluruh donasi akan disalurkan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Situasi Terkini di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 3 Desember 2025 mencatat:

• sekitar 753 orang meninggal dunia
• sekitar 650 orang hilang
• lebih dari 2.600 orang mengalami luka-luka

Selain itu, ribuan rumah mengalami kerusakan ringan hingga berat, serta berbagai fasilitas publik seperti sekolah, jembatan, dan infrastruktur penting lainnya turut terdampak. Upaya evakuasi, pencarian korban, dan distribusi bantuan masih terus dilakukan, meski akses menuju sejumlah wilayah terpencil terputus.

Mengapa Malam Sastra Ini Penting?

Inisiatif Malam Sastra Sumatera Luka menjadi bukti bahwa solidaritas dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk, termasuk seni dan kebudayaan. Melalui puisi dan orasi, penyelenggara berharap publik semakin tergerak untuk membantu, sekaligus meningkatkan perhatian terhadap kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Saibansah menambahkan bahwa keterlibatan penyair Batam, masyarakat Kepri, hingga komunitas seni dari luar negeri mencerminkan bahwa bencana di Sumatera adalah isu kemanusiaan bersama, bukan beban daerah saja.

Acara ini menjadi ruang refleksi bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu berupa logistik, tetapi juga dapat hadir melalui seni, empati, dan kebersamaan. Masyarakat yang ingin hadir, berdonasi, atau berpartisipasi dalam pembacaan puisi dipersilakan untuk turut serta.

Semoga upaya solidaritas ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumut, dan Sumbar, serta menjadi bagian dari pemulihan pascabencana.

YD

Bea Cukai Banda Aceh Salurkan Bantuan Sosial untuk Korban Bencana di Pidie Jaya

0

RASIO.CO, Banda Aceh – Bea Cukai Banda Aceh kembali menunjukkan kepedulian dan tanggung jawab sosialnya melalui pelaksanaan kegiatan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Bea Cukai dalam mendukung pemulihan kondisi masyarakat pascabencana yang terjadi beberapa waktu lalu.

Dalam pelaksanaannya, Tim Bea Cukai Banda Aceh hadir langsung di lokasi terdampak, menyalurkan berbagai jenis bantuan yang meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, serta dukungan logistik lain yang dibutuhkan oleh masyarakat. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada perwakilan warga serta pihak Posko TDRMC Universitas Syiah Kuala (USK) sebagai wujud sinergi dalam upaya percepatan penanganan bencana dan penguatan koordinasi lintas pihak.

Kepala Kantor Bea Cukai Banda Aceh menyampaikan bahwa bantuan sosial ini merupakan bagian dari komitmen institusi untuk hadir di tengah masyarakat pada saat-saat kritis. “Kami berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban saudara-saudara kita di Pidie Jaya dan mendukung proses pemulihan pascabencana. Semangat kepedulian, kebersamaan, dan gotong royong menjadi dasar setiap langkah pengabdian Bea Cukai kepada masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Bea Cukai Banda Aceh menegaskan bahwa dukungan terhadap masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengawasan dan pelayanan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan dan sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.

Redaksi@www.rasio.co//