Jumat, November 6, 2026
No menu items!
Beranda blog Halaman 34

Beacukai Amankan Tiga Moge dan Sparepart

0

RASIO.CO, – Tim gabungan beacukai Aceh dan Medan amankan tiga unit moge dan sparepart seludupan bernilai Rp.1,8 miliar di jalan tol sumut. Selasa(11/08).

Kronologis kejadian.

Rangkaian penindakan ini bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas penyelundupan di wilayah pesisir Kabupaten Aceh Tamiang.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Bea Cukai Langsa segera menerjunkan patroli laut pada Kamis 6 Agustus 2026. Namun, cuaca buruk yang melanda perairan Kecamatan Seruway memaksa tim menghentikan operasi laut.

Tidak berhenti di situ, tim kemudian mengalihkan strategi dengan melakukan pendalaman informasi dan patroli darat di wilayah Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang.

Upaya ini membuahkan hasil. Pada Sabtu 8 Agustus 2026) sore, Unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Langsa memperoleh informasi dari masyarakat tentang sebuah kendaraan niaga yang diduga memuat moge ilegal, bergerak dari Kabupaten Aceh Tamiang menuju arah Sumatera Utara.

Berbekal informasi tersebut, Tim P2 Bea Cukai Langsa langsung melakukan patroli di jalur lintas dan berhasil mengidentifikasi kendaraan yang dicurigai.

Pengejaran pun dilakukan hingga kendaraan target memasuki wilayah Provinsi Sumatera Utara. Menyadari hal tersebut, Bea Cukai Langsa segera berkoordinasi dengan Bea Cukai Medan untuk melaksanakan penindakan bersama.

Kolaborasi dua satuan kerja Bea Cukai ini terus memburu sarana pengangkut hingga memasuki ruas Jalan Tol Medan–Pangkalan Brandan. Sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di KM 64, tim gabungan berhasil mendekati kendaraan target, menunjukkan identitas sebagai petugas Bea Cukai, dan memerintahkan pengemudi untuk menghentikan laju kendaraan.

Namun, pengemudi meninggalkan kendaraan dan melarikan diri sebelum sempat diamankan petugas. Kendaraan beserta muatan yang diduga moge ilegal hasil penyelundupan berhasil dikuasai tim, sementara pencarian terhadap pengemudi yang melarikan diri hingga kini masih terus dilakukan.

Kendaraan beserta seluruh barang bukti selanjutnya dibawa ke Kantor Bea Cukai Langsa untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Barang Bukti yang Diamankan
1.    1 unit mobil pengangkut
2.    3 unit motor gede (kondisi bekas)
3.    11 koli suku cadang dan aksesoris moge asal luar negeri (kondisi bekas)
4.    Sepasang plat nomor kendaraan yang diduga palsu
5.    Dokumen dan barang lainnya

Dari hasil penindakan yang dilakukan, estimasi nilai barang bukti beserta kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar 1,8 milyar rupiah.

Perbuatan ini diduga melanggar pasal 104 huruf a Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan, yang berbunyi:

“Setiap orang yang mengangkut barang yang berasal dari tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 102, Pasal 102A, atau Pasal 102B dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun, dan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).”

Kepala Bea Cukai Langsa, Dwi Harmawanto, menegaskan bahwa operasi penindakan yang dilakukan merupakan wujud nyata komitmen Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dalam memutus mata rantai penyelundupan barang ilegal.

“Penindakan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan yang terus diperkuat untuk mencegah penyelundupan. Kami terus memetakan pola, jalur, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas penyelundupan,” tegas Dwi Harmawanto.

Dalam menjalankan fungsi community protector, Bea Cukai juga berkomitmen memberikan perlindungan kepada masyarakat dari dampak peredaran barang ilegal. Dwi Harmawanto mengimbau masyarakat untuk turut berperan aktif menyampaikan informasi mengenai dugaan aktivitas penyelundupan yang berpotensi merugikan masyarakat dan negara.

Redaksi@www.rasio.co //

Bupati Buka Giat Pemberdayaan Masyarakat Melalui Industri Tenun Tradisional

0

RASIO.CO, Karimun — Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah secara resmi membuka kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pengembangan Industri Tenun Tradisional yang digelar sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat lokal,(10/8)

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole, S.Sos., M.M., sejumlah Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.

Kepala Desa Pongkar dan Kepala Desa Pangke, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, para narasumber, serta undangan dan peserta kegiatan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut rombongan dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru, dan Malaka, yang terdiri atas pensiunan dosen Institut Pendidikan Guru Batu Pahat, para guru, pelaku usaha, karyawan swasta sektor perbankan, serta mahasiswa.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan Sholawat Busyro. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Khairol Ihsan.

Laporan pelaksanaan kegiatan kemudian disampaikan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Ibu Puji Lisanti, S.E., yang memaparkan berbagai hal terkait pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri tenun tradisional.

Selanjutnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Karimun, Ir. H. Ruffindy Alamsjah, M.App.Sc., menyampaikan sambutan terkait pentingnya pengembangan industri tenun tradisional sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor industri berbasis potensi dan kearifan lokal.

Dalam arahannya, Bupati Karimun Ing. H. Iskandarsyah menekankan pentingnya pelestarian tenun tradisional sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah. Pengembangan industri tenun juga dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan peluang usaha, meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta memperkuat perekonomian lokal.

“Pelestarian tenun tradisional bukan hanya tentang menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana budaya tersebut dapat terus berkembang dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Bupati Karimun.

Menurutnya, pengembangan industri tenun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, lembaga adat, dunia pendidikan maupun mitra dari luar daerah dan luar negeri.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan dan pertukaran pengetahuan antara masyarakat Kabupaten Karimun dengan para peserta dari kawasan Johor dan Malaka, khususnya dalam pengembangan keterampilan, budaya dan usaha berbasis kerajinan tradisional.

Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan industri tenun tradisional di Kabupaten Karimun semakin berkembang, memiliki daya saing, serta mampu menjadi salah satu sektor ekonomi kreatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Usai sambutan dan arahan Bupati Karimun sekaligus pembukaan kegiatan secara resmi, acara dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, narasumber, peserta, serta rombongan dari Muar, Batu Pahat, Johor Bahru dan Malaka.

Kegiatan kemudian ditutup dengan harapan agar program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan industri tenun tradisional dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Karimun.

Redaksi@rasio.co //

Pemkab Karimun Tegaskan Komitmen Jaga Iklim Investasi dan Kepastian Hukum

0

RASIO.CO,.Karimum  — Pemkab Karimun terus memantau perkembangan dan dinamika yang berkaitan dengan pengelolaan serta operasional PT Oil Terminal Karimun (OTK).

Pemerintah daerah menegaskan pentingnya penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme hukum yang berlaku serta komunikasi yang konstruktif guna menjaga iklim investasi dan stabilitas daerah.

Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, didampingi Ketua DPRD Kabupaten Karimun bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menyatakan bahwa Pemkab Karimun berkomitmen penuh menjaga keseimbangan antara masuknya investasi, kepastian hukum, pelindungan hak masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas usaha di wilayah Karimun.

Guna mewujudkan hal tersebut, Pemkab Karimun terus mendorong percepatan penguatan kelembagaan Badan Pengusahaan (BP) Karimun. Upaya ini diharapkan mendapat dukungan dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan strategis, meliputi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kantor Imigrasi, Pengadilan Negeri Karimun, Kepolisian, Lanal Karimun, hingga Kejaksaan Negeri Karimun.

Sinergi antarlembaga ini dinilai sangat krusial untuk memastikan tata kelola kawasan dan kegiatan investasi berjalan sesuai peraturan perundang-undangan, sehingga mampu memberikan jaminan kepastian bagi para pelaku usaha sekaligus masyarakat luas.

Sebagai kawasan dengan potensi strategis, Pemkab Karimun menetapkan fokus utama terkait tata kelola investasi, yang diawali dengan mewajibkan seluruh pelaku usaha dan investor untuk menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Hal ini mencakup ketaatan pada perizinan, pelestarian lingkungan hidup, standar keselamatan kerja, regulasi ketenagakerjaan, serta aspek hukum lainnya.

Lebih lanjut, kehadiran investasi strategis di Kabupaten Karimun juga dituntut untuk memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat sekitar melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (CSR) yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Pemkab Karimun bersama instansi terkait juga senantiasa membuka ruang komunikasi, koordinasi, dan mediasi yang objektif bagi semua pihak jika terjadi perselisihan. Setiap persoalan operasional perusahaan harus diletakkan pada koridor hukum dan diselesaikan melalui mekanisme otoritas masing-masing pihak demi menjaga suasana yang aman, transparan, dan kondusif.

Dalam kesempatan ini, Pemkab Karimun turut mengimbau seluruh elemen masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama menjaga kondusivitas daerah. Publik diharapkan dapat mengedepankan akurasi, verifikasi, dan keberimbangan informasi dalam menyerap maupun menyebarluaskan berita.

Terkait isu yang berkembang mengenai PT Oil Terminal Karimun maupun kegiatan investasi lainnya, Pemkab Karimun meminta agar setiap informasi dikonfirmasi terlebih dahulu kepada pihak-pihak terkait yang memiliki kewenangan agar prinsip keberimbangan berita (cover both sides) dapat diterapkan secara proporsional.

Pemerintah daerah sangat menghargai peran pers sebagai pilar utama dalam demokrasi dan keterbukaan informasi publik. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara pemerintah, perusahaan, masyarakat, aparat penegak hukum, dan media massa diyakini mampu mencegah peredaran hoaks atau informasi yang tidak terverifikasi.

Pada prinsipnya, Pemkab Karimun tetap berpegang teguh pada komitmen untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, di mana kepentingan daerah dan kesejahteraan masyarakat Karimun senantiasa menjadi prioritas utama dengan tetap menghormati ketentuan hukum serta kewenangan masing-masing.

Redaksi@www.rasio.co //

Sekda Lingga Hadiri Pelepasan Lomba Gerak Jalan, Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI

0

RASIO.CO, Lingga – Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, H. Armia, S.Pd., M.IP bersama istri, Qamariah Armia, menghadiri pembukaan sekaligus pelepasan peserta Lomba Gerak Jalan Putra 8 Kilometer dan Putri 5 Kilometer dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, di Lapangan Hang Tuah, Daik Lingga. Minggu (9/8/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Kecamatan Lingga tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat. Lomba gerak jalan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekda Lingga H. Armia menyampaikan apresiasi kepada Plt. Camat Lingga, Shefi Hari Nugraha, S.STP., beserta jajaran dan perangkat Kecamatan Lingga, atas inisiatif dan kerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di tengah kondisi anggaran yang cukup terbatas merupakan bentuk kreativitas dan komitmen jajaran Kecamatan Lingga dalam menghadirkan kegiatan positif bagi masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi kepada Camat Lingga beserta jajaran yang telah berinisiatif melaksanakan kegiatan ini. Di tengah kondisi anggaran yang kurang bersahabat, masih bisa kita laksanakan kegiatan seperti ini. Ini merupakan sesuatu yang patut kita apresiasi,” kata H. Armia.

Sekda Lingga juga mengungkapkan bahwa kegiatan lomba gerak jalan seperti ini sudah cukup lama tidak dilaksanakan di Kabupaten Lingga. Terakhir kali kegiatan serupa digelar pada 2013, dan baru pada tahun ini kembali terlaksana atas inisiatif Camat Lingga beserta jajarannya.

H. Armia menilai, kegiatan tersebut menjadi langkah positif dalam menghidupkan kembali berbagai kegiatan kemasyarakatan, khususnya dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan.

“Kalau kita ingat, kegiatan gerak jalan seperti ini terakhir dilaksanakan pada tahun 2013. Setelah sekian lama, hari ini kembali dapat kita laksanakan. Ini tentu berkat inisiatif Camat Lingga beserta jajarannya,” ungkapnya.

H. Armia juga menyampaikan bahwa pada tahun ini Kecamatan Lingga telah menyiapkan berbagai kegiatan yang diharapkan dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi sekaligus mempererat hubungan sosial dan kebersamaan.

“Insyaallah tahun ini banyak kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Kecamatan Lingga. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus kita hidupkan sehingga masyarakat dapat ikut berpartisipasi dan bersama-sama memeriahkan hari kemerdekaan,” tambahnya.

Kepada seluruh peserta lomba gerak jalan, Sekda Lingga berpesan agar tetap menjaga kekompakan dan semangat selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, hal yang paling penting bukan semata-mata persoalan menjadi juara, tetapi bagaimana seluruh peserta dapat berpartisipasi dan turut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

“Jaga kekompakan, jaga semangat. Yang paling penting, kita sudah ikut berpartisipasi dan ikut memeriahkan HUT Republik Indonesia yang ke-81. Persoalan menang atau kalah itu bagian dari perlombaan,” pesannya.

Kepada dewan juri, Sekda Lingga juga mengimbau agar dapat melaksanakan penilaian secara objektif, adil, dan profesional, sehingga hasil perlombaan dapat diterima dengan baik oleh seluruh peserta.

“Saya juga berharap kepada dewan juri agar dapat melakukan penilaian secara objektif. Nilailah sesuai dengan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga hasilnya nanti dapat diterima oleh semua pihak,” tutupnya.

Lomba gerak jalan tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni gerak jalan putra dengan jarak tempuh 8 kilometer dan gerak jalan putri dengan jarak tempuh 5 kilometer. Para peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat dan mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Selain menjadi sarana hiburan dan olahraga, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, mempererat persatuan serta meningkatkan kebersamaan masyarakat dalam mengisi kemerdekaan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lingga, kepala-kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lingga, Kapolsek, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA), para lurah, jajaran Kecamatan Lingga, serta masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Lingga berharap semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat terus terjaga. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya persatuan dan partisipasi seluruh masyarakat dalam membangun daerah.


Batam Grassroot Football Festival 2026 Usai, Empat Besar Raik Tiket ke Festifal Internasional

0

RASIO.CO, Batam – Batam Grassroot Football Festival 2026 yang digelar di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning resmi berakhir pada Minggu (9/8) sore.

Ajang usia dini ini menjadi ruang bagi talenta muda untuk berani bermimpi, bertanding dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

“Sepak bola usia dini bukan sekadar mencari siapa yang menang atau membawa pulang piala.”

“Ini tentang mimpi, keberanian, persahabatan dan pembentukan harapan bagi generasi muda,” kata Wakil Ketua Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Irfan Syakir Widyasa mewakili Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dalam sambutannya.
Menurutnya, setiap kelompok usia memiliki tahapan pembinaan yang berbeda.

Para pemain U-8 mulai mengenal keberanian dan pengalaman bertanding, pemain U-10 menunjukkan kreativitas dan semangat berkompetisi, sementara pemain U-12 mulai mengembangkan kemampuan teknik, taktik, serta sikap sportif yang lebih matang.

“Adik-adik, kalian semua yang ada di lapangan ini adalah juara,” ujarnya.

Irfan juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan pelatih yang terus mendampingi proses pembinaan para talenta muda. Ia berharap dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan tersebut akan lahir pemain-pemain berbakat yang mampu mengharumkan nama Batam hingga Tingkat Asia dan dunia.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensukseskan acara ini dan khusus para orang tua dan pelatih yang telah membimbing anak-anak hebat ini. Mari kita buktikan dari Batam akan lahir pemain-pemain hebat yang mewarnai panggung sepak bola nasional hingga asia dan dunia,” serunya yang juga menjabat Direktur Perencanaan dan Pengembangan Investasi BP Batam.

Sementara, Ketua Panitia Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Yudi Candra, menyatakan empat tim terbaik atau semifinalis dari setiap kategori mendapatkan tiket otomatis menuju putaran internasional pada 15–16 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas.

“Empat besar terbaik meraih tiket otomatis ke festival internasional minggu depan,” ujar Yudi.

Para pemain terbaik yang teridentifikasi dalam ajang bergengsi ini juga berpeluang masuk dalam program pembinaan Batam Prime FC.

Para telenta muda akan diseleksi dan dibina sebagai bagian dari tim elite atau tim seleksi Batam Prime.

Untuk putaran internasional, panitia menargetkan keterlibatan sekitar 16 tim. Peserta akan berasal dari Indonesia serta sejumlah negara tetangga. (AP)

Redaksi@www.rasio.co //

Tim Gabungan Tiga Bulan Awasi Kapal King Sun angkut Kentamin

0

RASIO.CO, Batam – Proses penangkapan kapal MV King Sun mengangkut kentamin diduga jenis narkoba dari thailand menuju Kepri memakan waktu tiga bulan.

Tim gabungan Beacukai, TNI AL, BNN dan Mabes Polri berhasil mengamankan 1,3 ton kentamin dikapal MV King Sun dan mengamankan 1 wna taiwan dan 7 wna myanmar.

Dalam konfren pers, Jumat(07/08), kemarin,  Bermula dari Analisis Intelijen Bea Cukai: Tiga Bulan Pantau Kapal Target
Pengungkapan ini merupakan buah dari kerja intelijen Bea Cukai sejak Mei 2026.

Direktorat Interdiksi Narkotika (DIN) DJBC menerima informasi lintas negara dari Thailand mengenai dugaan pengangkutan gelap narkotika dalam kapal King Sun.

Informasi ini ditindaklanjuti dengan pemantauan intensif bersama BNN RI.
Dalam pantauan di bulan Mei, Kapal King Sun diduga sempat menggagalkan rencana pengangkutan, namun observasi tetap dilanjutkan dengan pengawasan secara berkala.

Hingga pada Juli 2026, kapal kembali bergerak menuju wilayah Teluk Thailand yang berpotensi tinggi mengangkut narkotika.

Analisis ini diperkuat ketika DJBC kembali menerima informasi lintas negara dari POLRI pada awal Agustus 2026, bahwa terdapat dugaan penyelundupan narkotika menggunakan kapal yang sama.

Atas dasar analisis intelijen yang komprehensif tersebut, dilakukan koordinasi dan perencanaan operasi bersama untuk melakukan penindakan.
Operasi Penindakan: Dari Perairan Bintan ke Dermaga Batam

Pada Kamis (6/08), KRI Kerambit-627 bersama Kapal Patroli Laut BC-30005 di bawah naungan Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau, berhasil mengamankan kapal King Sun di Perairan Utara Berakit, Bintan.

Kapal beserta seluruh awaknya kemudian dikawal menuju Dermaga Kodaeral IV di Batam.

Pemeriksaan lebih lanjut turut melibatkan Tim Anjing Pelacak (K-9) BC Batam untuk melakukan penyisiran kapal.

Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh pada Jumat (7/08), ditemukan Ketamin yang disembunyikan dalam kompartemen dekat anjungan kapal.

Petugas menemukan bungkusan plastik dan karung yang di dalamnya berisi 65 pack teh china yang masing-masing berisi 20 kemasan.

Setelah dilakukan pengujian, sebanyak 1.300 bungkus atau seberat 1.300 kilogram temuan tersebut teridentifikasi positif Ketamin.

Ancaman Pidana Atas perbuatannya, anak buah kapal yang diamankan diduga melanggar Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun hingga seumur hidup, bahkan pidana mati, serta denda paling sedikit Rp1.000.000.000 hingga paling banyak Rp10.000.000.000. Proses hukum saat ini masih berjalan dan pendalaman terus dilakukan.

“Keberhasilan ini adalah hasil dari observasi dan analisis intelijen selama tiga bulan terakhir, didukung dengan sinergi lintas instansi hingga eksekusi penindakan bisa berjalan dengan baik,” ujar Erwin Situmorang selaku Plt. Direktur Interdiksi Narkotika DJBC.

Capaian ini menegaskan komitmen DJBC bersama BNN RI, POLRI, dan TNI Angkatan Laut untuk terus memperkuat koordinasi lintas instansi dan lintas negara, sebagai upaya memutus rantai distribusi maupun peredaran narkoba di wilayah Indonesia.

Redaksi@www.rasio.co //

BP Batam Turut Meriahkan Pawai Pembangunan

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) turut berpartisipasi dalam Pawai Pembangunan yang digelar di Kota Batam, Minggu (9/8), dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam acara tersebut, BP Batam turut menampilkan peran dan fungsi yang direpresentasikan dengan baju dinas masing-masing unit kerja dari 7 (tujuh) kedeputian BP Batam, yang terdiri dari Kedeputian Administrasi dan Keuangan, Kedeputian Kebijakan Strategis, Kedeputian Pengelolaan Kawasan, Kedeputian Investasi, Kedeputian Pengusahaan, Kedeputian Pelayanan Umum, dan Kedeputian Infrastruktur.

Selain itu, BP Batam turut mengerahkan dua kendaraan yang dihiasi dengan berbagai hasil pengembangan dan inovasi BP Batam, dengan menampilkan kendaraan operasional yang terdiri atas mobil patroli dan sepeda motor dari Direktorat Pengamanan Aset dan Kawasan, unit Pemadam Kebakaran BP Batam, serta unit ambulans dari RSBP Batam.

Keikutsertaan BP Batam dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan sekaligus wujud dukungan dan sinergi dalam mendorong pelayanan serta kemajuan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Selain BP Batam, Pawai Pembangunan ini diikuti ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat dan instansi di Kota Batam, seperti Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Pemerintah Kota Batam, sekolah dan perguruan tinggi, BUMN/BUM, perbankan, paguyuban, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Rangkaian pawai secara resmi disambut Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, beserta jajaran, di kawasan Dataran Engku Hamidah.

Amsakar mengatakan Pawai Pembangunan tidak sekadar menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita maknai dengan menjaga persatuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” ujar Amsakar.
Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Batam.

Hal tersebut senada dengan Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Ia mengatakan Pawai Pembangunan ini menjadi momentum yang tepat untuk mempererat kebersamaan seluruh elemen masyarakat Batam.

Ia juga berharap semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Melalui semangat kemerdekaan ini, mari kita terus menjaga kekompakan, memberikan kontribusi terbaik, dan bersama-sama menciptakan Batam yang semakin maju, nyaman, dan sejahtera,” pungkasnya. (RUD)

Redaksi@www.rasio.co //

Dikabarkan, Mabes Polri Grebek HH Club Planet 3 Batam

0

RASIO.CO, Batam – Diduga jadi tempat peredaran narkoba THM  HH Club Panet 3 Batam, di grebek Bareskrim Polri. Senin(10/08).

Informasi lapangan, diduga Tempat Kejadian Perkara(TKP) dilakukan penyegelan dan dikabarkan puluhan diamankan dan diduga brangkas berisi barang haram diamankan.

Operasi penindakan dilakukan oleh tim gabungan dari Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC Bareskrim Polri yang dipimpin oleh Kombes Handik Zusen, Kombes Kevin Leleury, serta AKBP Titus Yudho Ully.

Dilansir bti, , Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso,  Dalam penggerebekan ini, petugas mengamankan puluhan orang yang terdiri atas saksi maupun pihak yang diduga kuat terlibat dalam jaringan peredaran narkoba.

“Petugas tim gabungan telah melakukan pengungkapan kasus peredaran narkoba di tempat hiburan malam tersebut dan mengamankan sejumlah orang beserta barang bukti,” ujar Eko dalam.

Brankas Besar Tempat Penyimpanan Ekstasi Disita

Dari hasil penggeledahan di lokasi, petugas menemukan sebuah brankas besar berwarna hijau sage yang disembunyikan dan difungsikan khusus sebagai tempat penyimpanan narkotika jenis ekstasi (inex).

Sementara itu, Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Handik Zusen, membenarkan temuan brankas tersebut. “(Brankas) isinya inex,” ungkap Handik.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendataan lengkap terkait jumlah total barang bukti ekstasi yang disita serta memeriksa intensif para tersangka dan saksi.

Langkah ini diambil guna membongkar jaringan peredaran narkotika yang terhubung dengan tempat hiburan malam di wilayah Batam.

Redaksi@www.rasio.co //

Angkut 1,3 Ton Ketamine, Kapal  Mafia MV King Sung dan ABK di Amankan

0

RASIO.CO, Batam – Diduga kapal Mafia MV King Sun bawa bahan Ketamine untuk produksi narkotika 1,3 ton dan satu WNA Taiwan, 7 WNA Myanmar diamankan di proses lebih lanjut. Minggu(09/08).

Penangkapan ini dilakukan Tim gabungan TNI AL,  BNN, Beacukai dan Bareskrim Mabes Polri. Kapal MV King Sung diamankan di perairan Berakit, BAtam, Kepri.

Pengungkapan bermula pada 5 Agustus 2026, saat KRI Kerambit-627 menerima informasi mengenai kapal yang diduga membawa narkoba.

Setelah dilakukan pemantauan menggunakan radar, AIS, dan SeaVision, MV King Sun terdeteksi memasuki perairan Indonesia pada 6 Agustus 2026.

Tim Visit, Board, Search and Seizure (VBSS) kemudian melakukan pemeriksaan dan membawa kapal tersebut ke Dermaga Mako Kodaeral IV untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan gabungan melibatkan TNI AL, Bea Cukai, BNN, BIN dan Bareskrim Polri. Melalui digital forensic, pemeriksaan X-Ray, penyelaman, serta pemeriksaan bagian bawah kapal, petugas akhirnya menemukan 65 karung berisi sekitar 1.300.000 gram atau 1,3 ton narkoba jenis ketamine yang disembunyikan di basement lambung kapal pada 7 Agustus 2026.

Selain narkoba, petugas mengamankan MV King Sun, 11 telepon genggam, 1 laptop, 8 paspor, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Sebanyak delapan awak kapal turut diamankan, terdiri dari satu warga negara Taiwan dan tujuh warga negara Myanmar. Saat ini seluruhnya masih menjalani pemeriksaan intensif.

Berdasarkan perhitungan, narkoba jenis ketamine tersebut diperkirakan memiliki nilai peredaran antara Rp1,95 triliun hingga Rp4,55 triliun. Dengan asumsi satu gram berpotensi dikonsumsi lima orang, pengungkapan ini diperkirakan dapat mencegah penyalahgunaan terhadap sekitar 6,5 juta jiwa.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti sinergi TNI AL bersama aparat penegak hukum dalam mencegah penyelundupan narkoba melalui jalur laut.

TNI AL menegaskan akan terus memperkuat patroli dan pengawasan perairan Indonesia, khususnya wilayah Kepulauan Riau.

Keberhasilan tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers TNI Angkatan Laut di Gedung Serba Guna (GSG) Raja Haji Fisabilillah Kodaeral IV, Batam, dipimpin Panglima Koarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata.
Didampingi Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko,Opsla., Asintel Dankodaeral IV, Pangkoarmada I, Kepala BNN RI, dan para pejabat instansi terkait lainnya.

Redaksi@www.rasio.co //

Perkuat Ketahanan Air Baku, BP Batam Gandeng Mc Dermott Tanam 400 Bambu Betung

0

RASIO.CO, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus memperkuat komitmen dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sebagai salah satu fondasi utama pembangunan Kota Batam. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kolaborasi dengan dunia usaha dan akademisi dalam menjaga ekosistem kawasan tangkapan air.

Komitmen itu diwujudkan melalui aksi penghijauan di Bendungan Sei Nongsa, Jumat (7/8/2026). BP Batam bersama PT Mc Dermott Indonesia menanam sebanyak 400 bibit Bambu Betung melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk “Preserving Our Water With Bamboo Planting: A Biodiversity Initiative by McDermott Indonesia”.

Penanaman tersebut menyasar kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Bendungan Sei Nongsa seluas 21,55 hektare. Kawasan ini memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan sistem penyediaan air baku Batam, terlebih Bendungan Sei Nongsa merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang telah beroperasi sejak 1979.

Pemilihan Bambu Betung menjadi bagian dari strategi penghijauan berbasis fungsi ekologis. Sistem perakarannya yang kuat dan lebat dapat membantu mengikat struktur tanah, mengurangi potensi erosi, sekaligus meningkatkan kemampuan kawasan dalam menyerap air.

Dalam jangka panjang, keberadaan vegetasi tersebut diharapkan turut memperkuat fungsi daerah tangkapan air dan menjaga kualitas lingkungan di sekitar bendungan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi komitmen PT Mc Dermott Indonesia serta keterlibatan Universitas Ibnu Sina Batam dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Menurutnya, menjaga keberlanjutan air baku bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan perguruan tinggi.

“Menanam pohon adalah menanam harapan untuk masa depan. Apa yang kita lakukan hari ini merupakan bagian dari upaya menjaga lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan sumber daya air bagi generasi mendatang. Kami berharap kolaborasi positif ini terus berkembang dan menginspirasi semakin banyak pihak untuk bersama-sama menjaga keandalan air baku di Kota Batam,” ujar Denny.

Ia menambahkan, kolaborasi seperti ini sejalan dengan komitmen BP Batam untuk menjaga keseimbangan antara percepatan pembangunan dan keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, pembangunan Batam tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus didukung dengan pengelolaan sumber daya alam yang terus terjaga.

Perwakilan PT McDermott Indonesia, Thomas A. Labrie, turut menyampaikan apresiasi kepada BP Batam dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap program penghijauan tersebut dapat memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kepedulian bersama terhadap lingkungan di Batam.

Aksi penghijauan ini juga turut didukung Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Kapolsek Nongsa beserta jajaran, perwakilan PT Air Batam Hulu, serta akademisi Universitas Ibnu Sina Batam.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, BP Batam menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan bagian integral dari pembangunan Batam. Perlindungan kawasan tangkapan air, penghijauan, dan penguatan ekosistem menjadi langkah strategis untuk memastikan kebutuhan air baku tetap terjaga, sekaligus mendukung Batam sebagai kawasan investasi dan pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

AD