
RASIO.CO, Batam – BP Batam bersama PT ABH memberikan perhatian serius terhadap penanganan wilayah stress area atau kawasan yang mengalami gangguan tekanan air di Kota Batam. Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih yang digelar pada Senin (9/3) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, BP Batam dan PT ABH membahas sejumlah langkah strategis untuk mengoptimalkan suplai air kepada masyarakat, salah satunya dengan meningkatkan kapasitas suplai air hingga 850 liter per detik.
Dengan peningkatan tersebut, total kapasitas suplai air yang tersedia akan meningkat dari 4.429 liter per detik menjadi 4.710 liter per detik.
Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana, mengatakan peningkatan kapasitas ini juga memungkinkan dilakukan pengalihan suplai air ke wilayah yang mengalami kekurangan tekanan.
“Sesuai arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, kami berupaya agar penanganan ini berjalan secara bertahap dan terukur sehingga pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin stabil,” ujar Iyus.
Selain peningkatan kapasitas suplai, BP Batam juga menyiapkan program perkuatan jaringan distribusi melalui jalur pipa DK12 yang selama ini menyuplai sejumlah kawasan dengan tekanan air rendah.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian dalam program tersebut antara lain Tanjung Sengkuang, Bengkong, dan Batu Merah.
Iyus menjelaskan, melalui perkuatan jalur pipa tersebut suplai air dari pipa induk diharapkan dapat mengalir lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Keluhan masyarakat menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Kami terus berusaha agar penanganan terhadap 18 titik stress area ini bisa terselesaikan,” tegasnya.
Dalam rapat koordinasi itu, BP Batam dan PT ABH juga membahas penerapan sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) dalam pengelolaan jaringan distribusi air.
Sistem SCADA merupakan teknologi yang memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi air secara digital dan real time.
Melalui sistem tersebut, operator dapat memantau tekanan air dalam jaringan pipa, mendeteksi gangguan distribusi lebih cepat, serta mengambil langkah penanganan secara lebih efektif.
Penerapan sistem ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan distribusi air di Batam menjadi lebih modern, responsif, dan efisien.
“Saat ini kami juga menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga ke Bukit Senyum. Berbagai langkah antisipatif juga telah kami siapkan agar selama pengerjaan tidak ada kendala terhadap suplai air kepada masyarakat,” pungkasnya.
YD
