BP Batam Tertibkan Tambang Pasir Ilegal di Kawasan KKOP Bandara Hang Nadim

0
222
Foto/BP Batam bersama TNI dan Polri menertibkan tambang pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan Bandara Hang Nadim Batam demi keselamatan penerbangan dan investasi.

RASIO.CO, Batam — Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan Kawasan BP Batam bersama unsur TNI dan Polri menertibkan aktivitas tambang pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Hang Nadim, Batam, Rabu (4/2).

Penertiban dilakukan sebagai bagian dari upaya pengamanan obyek vital nasional serta menjaga keselamatan penerbangan di Bandara Hang Nadim. Sebanyak 200 personel gabungan dikerahkan dalam kegiatan tersebut, yang terdiri dari Ditpam Aset dan Kawasan BP Batam, Lanud Hang Nadim, Polsek Bandara, Kodim 0316, serta Pengelola Kawasan Bandara BP Batam.

Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Mujiyono, menegaskan bahwa Bandara Hang Nadim memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang masuknya investasi dan pariwisata di Kota Batam.

Menurut dia, keberadaan aktivitas tambang pasir ilegal di kawasan bandara tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu operasional dan keselamatan penerbangan.

“Bandara merupakan obyek vital nasional yang harus diamankan dalam rangka menjaga dan meningkatkan investasi Kota Batam,” ujar Mujiyono usai memimpin apel penertiban.

Ia menambahkan, pengamanan KKOP Bandara Hang Nadim akan terus dilakukan melalui penertiban aktivitas ilegal serta penguatan sinergi lintas sektoral antara BP Batam, TNI, dan Polri.

Mujiyono juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas ilegal di kawasan bandara demi menjaga keselamatan penerbangan sekaligus mendukung iklim investasi yang kondusif.

“Dan yang paling penting adalah keberlanjutan dari kegiatan ini sehingga kegiatan itu (tambang pasir) tidak terjadi lagi,” katanya.

Penertiban ini menjadi bagian dari komitmen BP Batam dalam menjaga keamanan aset strategis serta memastikan kawasan bandara tetap steril dari aktivitas yang berpotensi membahayakan keselamatan publik.

YD







TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini