RASIO.CO, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lingga, memberikan bantuan kepada warga korban rumah terbakar, yang dilaksanakan di Gedung Sapta Pesona, Kelurahan Dabo, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Kepri. Senin (9/5).
Camat Singkep, Agustiar menyampaikan, bantuan ini merupakan perpanjangan tangan dari Bupati dan Wakil Bupati Lingga melalui BPBD Lingga, untuk memperhatikan bagi keluarga yang terkena musibah.
Sebelumnya, jelas Agustiar, Dinas Sosial Lingga juga telah menyalurkan bantuan peralatan dapur, dan untuk bantuan dari BPBD Lingga ini berupa sembako dan semoga bermanfaat bagi penerima.
“Diharapkan bantuan yang diberikan, semoga dapat bermanfaat bagi penerima, jangan dilihat dari nilai barang yang diberikan, tapi dilihat dari kepedulian pemerintah terhadap warga yang terkena musibah,” kata Agustiar dalam sambutannya di Gedung Sapta Pesona Kelurahan Dabo.
Sementara itu, Kepala BPBD Lingga, Oktanius Wirsal mengatakan, hari ini BPBD Lingga menyerahkan bantuan berupa sembako dan beberapa alat sandang, kepada perwakilan 4 keluarga yang kena musibah kebakaran rumah.
yang terjadi di jalan Dewa Ruci pada 7 Mei 2022, kemarin.
“Bantuan yang kita serahkan berupa beras, minyak goreng, sarden, mie instan dan susu, juga sandang seperti baju, dan bagi keluarga yang anaknya ada yang masih sekolah kita berikan seragam sekolah,” tuturnya.
Bantuan untuk korban kebakaran tersebut, lanjut Oktanius, sesuai dengan Peraturan Bupati No 5 Tahun 2021, bantuan yang dibarikan berupa barang tidak dalam bentuk uang.
“Jadi pihak yang punya rumah harus membangun, baru akan kita berikan bantuan sesuai dengan kemampuan daerah, namun jika pemilik rumah tidak akan membangun, kita tidak akan memberikan bantuan,” paparnya.
Karena para korban kebakaran, kata Okta lagi, bukan pemilik dari rumah yang terbakar dan mereka hanya menyewa, jadi menunggu dari pemilik rumah untuk mengajukan permohonan apakah rumahnya mau dibangun atau tidak.
“Bantuan bangunan rumah kita berikan kepada pemilik rumah berupa barang, namun saat ini kita belum menerima permohonan atau pengajuan agar rumahnya dibangun,” ungkapnya.
Oktanius menambahkan, dari bulan Januari hingga Mei 2022 ini, lebih kurang ada 15 kejadian dan terbesar kebakaran yang terjadi beberapa hari yang lalu. selama ini kejadiannya seperti angin puting beliung, dan pohon tumbang lebih mendominasi kejadian.
Dikatakan, kepada masyarakat kami harap tetap waspada, terutama bagi pemilik kedai atau rumah makan. tolong dijaga setiap menyalakan api yang ada dirumah, karena setiap kejadian selalu tidak terduga.
“Untuk penanganan bencana dari BPBD sendiri, semenjak Speed Boat kita terbakar beberapa waktu lalu memang langkah kita agak tersendat, namun kita maksimalkan untuk melakukan tindakan cepat, tepat terhadap korban bencana,” imbuhnya.
Puspan

