
RASIO.CO, Batam – Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersama Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura meresmikan pengoperasian PT Solder Tin Andalan Indonesia yang berlokasi di kawasan industri Tunas Prima, Batam, Kamis (10/7).
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa kehadiran pabrik yang bergerak di sektor hilirisasi timah ini menjadi penanda penting arah industrialisasi Kepri yang semakin progresif dan strategis.

“Tentunya hadirnya PT Solder Tin Andalan Indonesia ini merupakan angin segar dan bagian dari misi menjadikan Kepri sebagai provinsi berpendapatan tinggi,” ujar Ansar.
Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 6.500 meter persegi. Sejak peletakan batu pertama pada 10 Maret 2024, pembangunan berjalan lancar hingga kini memasuki tahap operasional awal, dengan target produksi timah solder sebanyak 2.000 ton.
Ansar menyebut kehadiran pabrik ini selaras dengan arahan strategis nasional ASTACITA Presiden RI, khususnya dalam mendorong hilirisasi dan pengembangan industri berbasis sumber daya alam demi meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

“Ini bukti bahwa Kepri telah memiliki ekosistem industri yang dipercaya dan berdaya saing,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya keberadaan pabrik ini untuk pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) lokal serta menciptakan iklim investasi yang kondusif guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Kepri.
Peresmian pabrik turut dihadiri sejumlah tokoh penting dari pemerintah pusat, daerah, dan kalangan industri. Di antaranya Komisaris Utama PT Arsari Tambang Hashim Djojohadikusumo, Direktur Utama PT Arsari Tambang Aryo Djojohadikusumo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu, dan Ketua Komisi VII DPR RI Bambang Patijaya.

Turut hadir pula Ketua DPRD Kepri Imam Setiawan, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, serta Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng.
Perwakilan kementerian dan pelaku industri juga hadir, di antaranya Dirjen Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno, Plt. Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Isya Karim, Ketua Asosiasi Ekspor Timah Indonesia Harwendro Adityo Dewanto, Direktur Utama PT Freeport Indonesia Toni Wenas, Chairman Huayou Group Chen Xuehua, Managing Director PT Volex Indonesia Tan Chiang Pengen, dan Direktur Utama Bank Mega Syariah Yuwono Waluyo.
Redaksi@www.rasio.co//

