
RASIO.CO, Bintan – Bahar, seorang nelayan di Trikora, Desa Malang Rapat, ketika membentangkan jaring, menangkap ikan yang lokasinya tidak jauh dari padang lamun di Trikora, tiba-tiba dikejutkan masuknya Dua ekor Dugong kedalam Jaring miliknya, Kamis (5/3).
Pj Kades Desa Malang Rapat Didik mengatakan, pada Rabu (4/3) sekitar pukul 08:15 WIB salah sorang nelayan bernama Bahar sedang membentangkan jaring dilaut trikora tidak jauh dari bibir pantai, tidak lama kemudian tanpa disangka masuk Dua ekor Dugong kedalam jaringnya.
“Masuk Dua ekor Dugong kedalam jaring, setelah melihat kalau itu adalah jenis ikan yang dindungi, dia (nelayan) langsung melepaskan, namun setelah dilepaskan ternyata Satu ekornya diketahui sudah mati,” ungkap Didik, Pj Kades Desa Malang Rapat.
Kepada media ini, Didik menjelaskan, setelah dilepaskan oleh nelayan dugong yang masih hidup, karena menurut Didik, nelayan di Desa Malang Rapat mereka sudah memahami jenis ikan yang dilindungi oleh pemerintah, sehingga nelayan tersebut langsung melepaskan lagi ke laut.
Sedangkan dugong yang sudah mati, oleh nelayan tersebut langsung dibawa kedarat.
“Dugong yang sudah mati tu oleh nelayan langsung dibawa kedarat dan dilaporkan kepada RT setempat, setelah itu pak RT melaporkan kepada Pemerintah Desa,” kata Didik.
Tanpa menunggu waktu lama, lanjut Pj Kades ini, pihaknya segera menghubungi Balai Pengelola Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang yang berada di Tanjungpinang guna untuk melakukan evakuasi terhadap hewan yang dilindungi ini.
“Setelah dilakukan evakuasi, Dugong itu memiliki panjang mencapai 2 meter, bobotnya sekitar 100 Kg dan berjenis kelamin perempuan, rencana bangkai Dugong ini akan dijadikan penelitian oleh LIPI, sekarang masih di frizer ditempat akok Kawal, sambil menunggu LIPI yang akan hadir pada bulan Juni mendatang,” terang Didik, Pj Kades Desa Malang Rapat.
(biro bintan Jhon)

